Yudha

April 25, 2009

Pertanyaan:

a. Uraikan landasan psikologis tentang i pentingnya memaknai hidup.
b. Jelaskan mengapa teori tersebut (a) kamu rasa cocok untuk klien-mu.
c. Apakah landasan teologis yang dapat kamu gunakan untuk membantu klien-mu memaknai pengalaman penderitaannya?

One Response to “Yudha”

  1. Yudha said

    a.landasan psikologis
    Dalam mailing list bluebrainer, Gede Prama menuliskan bahwa hanya terdapat tiga hari saja dalam hidup kita:

    Pertama;
    Hari kemarin. Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi. Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja…

    Yang kedua;
    Hari esok. Hingga mentari esok hari terbit, Anda tak tahu apa yang akan terjadi. Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari. Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari. Esok hari belum tiba; biarkan saja…

    Yang tersisa kini hanyalah hari ini;
    Pada hari ini, pintu masa lalu telah tertutup, pintu masa depan pun belum tiba. Pusatkan saja diri anda untuk hari ini. Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari. Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.
    Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini, hari ini yang abadi.

    b.Berdasarkan kebutuhan nyata klien yang saya dampingi (baik dari Bram maupun ibu dari Bram), nyatalah bahwa klien saya tidak perlu terlalu jauh memikirkan masa depan atau pun masa lalu. Dalam hal ini, Bram dan ibunya menerima hari ini sebagai kenyataan, tidak dibayangi kecemasan berlebih tentang masa depan, maupun dihinggapi ketakutan berlebih tentang hidup Bram yang memang tinggal menghitung hari saja. Hari esok belum terjadi, hari lalu sudah dilewati. Hanya hari ini kita dapat mengerjakan suatu hal yang terbaik, untuk orang-orang di sekitar kita, terlebih memberikan cinta yang sempurna kepada Bram walaupun keadaan Bram yang tidak sempurna. Saya memberikan pemahaman kepada ibu dari Bram untuk memberikan perhatian yang terbaik yang dapat diberikan di sisa hidup Bram, tanpa memikirkan hari yang tersisa yang dapat dilalui Bram…

    c. Ayat kitab suci yang saya gunakan mengenai hal kekuatiran Lukas 22: 25, 33-34 : “Siapakah di antara kalian yang dengan kekhawatirannya dapat memperpanjang umurnya biarpun sedikit? Juallah milikmu dan berikanlah uangnya kepada orang miskin. Buatlah untuk dirimu dompet yang tidak dapat usang, yaitu harta yang disimpan di surga. Harta itu tidak bisa hilang karena pencuri tidak dapat mengambilnya dan rayap tidak dapat merusaknya.Sebab di mana hartamu, di situ juga hatimu!”
    Ayat tersebut saya rasa cocok menguatkan klien mengatasi kekhawatirannya. Melepaskan kemelekatan yang ada, mengumpulkan “harta” yang jauh lebih berharga, yang seorang pencuri pun tidak dapat mengambilnya, yang tidak pernah usang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: