Wahyu

April 25, 2009

Saya membaca buku yang berjudul “Aku Tetap Percaya” karangan Dr. Creflo A. Dollar. Inti dari buku ini adalah segala kekawatiran, ketakutan, masalah dapat kita hadapi bersama apabila kita mengandalkan Tuhan Yesus dan tetap berpegang pada janji-janjiNya (firman-Nya). Selama kita masih hidup di dunia ini, masalah pasti ada, tetapi semua masalah dapat kita tanggung dengan percaya dan selalu mengisi pikiran-pikiran kita dengan merenungkan Firman-Nya. Kita bisa memakai sayap rajawali dengan menanti-nantikan Tuhan dan tetap berfokus pada janji-janji-Nya sehingga di masa-masa sulit, sayap rajawali kita tetap kuat membawa kita ketempat yang lebih tinggi. Ketika hidup mulai sukar, kita akan terbang di atas permasalahan (Yesaya 40:31). Jadi berusahalah untuk selalu bersyukur atas semua yang kita alami….

Pertanyaan:

a. Mengapa menurutmu gagasan tersebut dapat dijadikan inspirasi teologis untuk mendampingi klien?
b. Apakah inspirasi psikologis yang dapat kamu gunakan untuk membantu klien memaknai pengalaman penderitaannya?

One Response to “Wahyu”

  1. Wahyu said

    1.Saya membaca buku yang berjudul “Aku tetap Percaya” karangan Dr. Cheflo A. Dollar karena inti dari isi buku ini yang saya dapat adalah “Setiap masalah dapat kita hadapi dengan berpegang teguh pada janji-janji Tuhan, dan janji-janji-Nya adalah iya dan amin. Dengan memegang janji-janjiNya, kita akan terbang tinggi seperti rajawali saat menghadapi badai pencobaan. Isi buku ini memberi insprirasi kepada saya untuk mendampingi klien saya, yang mana pak Pangat kurang bisa menerima keadaannya sekarang dan juga ada kekawatiran dalam hal ekonomi (biaya terapi). Sehingga saya dapat membantu pak. Pangat untuk terus berharap dan berserah pada Allah. “Memakai sayap rajawali dengan menanti-nantikan Tuhan dan tetap berfokus pada janji-janji-Nya sehingga di masa-masa sulit, sayap rajawali kita tetap kuat membawa kita ketempat yang lebih tinggi. Ketika hidup mulai sukar, kita akan terbang di atas permasalahan (Yesaya 40:31).”
    2.Saya mendapat inspirasi dari buku yang berjudul “Kesedihan, Kebahagiaan, Keheningan Mengolah bencana menjadi jiwa” karangan Gede Prama. Saya mendapat inspirasi dari tulisan Gede Prama amtara lain yaitu “…terlalu selit menemukan kehidupan manusia yang kuat dan kokoh tanpa pernah melewati gunung kesedihan.” Kutipan tulisan ini, memberi inspirasi kepada saya dalam mendampingi bapak. Pangat. Sehingga saya dapat menguatkan bapak Pangat dan keluarga, untuk tetap bersyukur atas apa yang dihadapi sekarang ini, karena dibalik keadaan yang dirasa kurang baik ini, pasti ada hikmahnya. sehingga berlahan-lahan Bapak Pangat bisa dan mampu menghadapi semua tantangan hidup dengan senyum dan selalu bersyukur. Menurut Gede Prama (2006: 22)“Hidup mirip dengan sekolah. Ketika badai datang, itu tandanya sedang ulangan umum. Begitu selesai kita naik kelas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: