Vidi

April 25, 2009

Saya membaca buku “Psikologi Kematian: mengubah ketakutan menjadi optimisme” karangan Komaruddin Hidayat. Dalam buku ini disampaikan bahwa setiap orang yang akan menghadapi kematian akan merasakan kegelisahan dan ketakutan. Hal itu wajar terjadi tapi sebagai manusia yang memiliki pikiran maka kita harus menjadikan ketakutan itu menjadi optimisme dan memaknai hidup sebelum kematian menjemput. Kematian tidak berarti kita pasif tapi justru lebih serius menjalani hidup, mengingat fasilitas umur yang teramat pendek, ibarat orang yang lomba lari, maka ia akan berpacu karena adanya batas waktu dan garis finis. Dalam buku ini juga disampaikan bahwa kematian adalah sesuatu yang indah jika kita bisa merenungkan makna kehidupan yang dijalani dengan hati, pikiran, dan keyakinan yang bersih dan lapang. Kematian bukanlah lawan dari kehidupan. Ia adalah mitra makna kehidupan, hanya dengan menyelami kematian manusia bisa hidup dengan indah sekaligus mati dengan indah.

Catatan: Uraian tersebut belum menggambarkan tentang teori kebermaknaan hidup sebab isinya masih berkisar tentang makna kematian (padahal sudah dibahas dalam pertemuan-pertemuan yang lalu). Jadi tugasmu adalah tetap mencari buku yang dapat dijadikan inspirasi untuk memberikan pendampingan psikologis dan teologis bagi klien. Jadi:
a. Uraikan teori kebermaknaan hidup dari perspektif psikologis yang cocok untuk mendampingi klien-mu.
b. Uraikan gagasan teologis untuk mendampingi klienmu supaya dapat semakin menemukan kebermaknaan hidupnya dalam kondisi seperti itu
(Setiap jawaban a dan b HARUS LANGSUNG DIKAITKAN DENGAN KONDISI KLIEN)

One Response to “Vidi”

  1. vidi said

    a. Klien mengalami ketakutan dan kegelisahan karena penyakitnya. Saya masih ingin menggunakan buku Psikologi Kematian dari Komaruddin Hidayat karena menurut saya di dalam buku ini juga disampaikan mengenai teori kebermaknaan hidup. Hidup dikatakan bermakna selama memberikan kenyamanan dan kenikmatan baik secara fisik maupun psikologis. Klien tidak mengalami kenyamanan dan kenimatan hidup karena ia merasa takut akan penyakit yang dideritanya yang akan membawanya pada kematian. Klien dibantu untuk mengatasi rasa takut dan gelisahnya dengan memberikan pengertian bahwa hidup ini sangat berharga bahkan untuk orang yang sakit atau menderita. Hidup itu indah jika kita bisa mewariskan ilmu dan amal yang baik bagi setiap orang. Klien sebenarnya mahasiswa yang pintar dan setiap tiga kali seminggu ia memberikan les privat kepada siswa SD. Dari kegiatan ini ia mendapatkan gaji yang lumayan sehingga dapat ia gunakan untuk membantu orangtua membiayai pengobatannya sendiri. Selain itu, tanpa ia sadari klien juga sebenarnya merasa puas dengan kegiatan tersebut karena selain untuk berbagi ilmu pada orang lain ia juga mendapat hasil berupa uang yang sangat bermanfaat bagi keluarganya. Jadi sebenarnya ia tidak perlu takut dengan penyakitnya karena masih banyak hal yang bisa ia lakukan untuk membuat hidupnya lebih bermakna dengan berbuat banyak hal yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Dengan begitu maka klien akan merasakan kenyamanan dan kenikmatan hidup walaupun dalam keadaan sakit.
    b. Saya menggunakan hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim yang artinya sebagai berikut:
    “Orang yang mengajarkan ilmunya kepada orang lain maka pahalanya akan terus mengalir selama ilmu tersebut diamalkan dan tidak ada seorang muslim pun yang terkena gangguan berupa penyakit dan yang lainnya, kecuali dengannya Allah menggugurkan dosa-dosanya, sebagaimana pohon menggugurkan daunnya.”
    Klien yang sedang mengalami penderitaan karena sakit leukimia saya harapkan dapat terus mengamalkan ilmunya pada orang lain sehingga ia juga semakin termotivasi untuk lebih bersemangat menjalani hidup dan menjadikan hidupnya lebih bermakna. Selain itu klien juga tidak akan merasa takut lagi dengan penyakit yang ia derita karena Allah akan menggantinya dengan menghapus dosa-dosanya selama ia masih memiliki iman dan taqwa kepadaNya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: