Rosa

April 25, 2009

Dari blog Gede Prama, saya menemukan bahwa penderitaan yang kita alami itu ibarat taman yang jadi indah karena penuh bunga dan warna. Kehidupan juga serupa. Kebahagiaan jadi lebih indah kalau pernah melewati kesedihan. Kehidupan bermakna amat dalam karena ada kematian. Dibimbing kepekaan-kepekaan rasa seperti ini, mungkin berguna dan bermakna kalau kita dapat belajar menemukan cahaya di balik duka cita. Tanpa duka cita, manusia akan diikat kuat-kuat oleh godaan-godaan duniawi, untuk kemudian terus menerus berputar di samudera derita ini. Jadi kebahagiaan memang menawan, tapi ia tidak memberi pelajaran semenawan duka cita.

Pertanyaan:

a. Jelaskan alasanmu mengapa pernyataan tersebut menurutmu cocok untuk dijadikan inspirasi teologis dalam mendampingi klien-mu?
b. Apakah landasan teologis yang kamu rasa cocok untuk dijadikan inspirasi dalam membimbing klien supaya dapat semakin memaknai pengalaman penderitaannya?

One Response to “Rosa”

  1. rosa said

    a. pernyataan tersebut cocok untuk dijadikan inspirasi teologis dalam mendampingi klien saya, seperti dalam kalimat “tanpa dukacita manusia akan diikat kuat-kuat oleh godaan duniawi, untuk kemudian terus berputar di samudera derita ini.” maksudnya disini adalah Tuhan memberikan cobaan supaya manusia bisa menyadari kekeliruannya di masa lalu dan kemudian menyesalinya dan bertobat kepada Tuhan. jika tidak begitu manusia akan tetap berkubang dalam kedosaannya dan setelah mengalami duka cita itu dia akan menemukan kebahagiaannya yang sejati.

    b. landasan teologis yang sesuai dengan hal tersebut saya mengutip dari injil korintus 7:10 dikatakan “sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan”
    maksudnya disini adalah Tuhan memberikan cobaan supaya manusia bisa bertobat yang pada akhirnya akan membawa keselamatan bagi dirinya sendiri dan membuat manusia tidak lagi menyesali hidupnya atas cobaan yang dialaminya.

    berhubung klien saya muslim, disini saya juga menyisipkan beberapa ayat dari al-Quran yaitu dari surat Hud surat ke 11:123 yang berbunyi”dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepadaNya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai pada waktu yang telah ditentukan”.

    kedua ayat tersebut memiliki kesamaan, yaitu sama-sama menyuruh kita bertobat akibat perbuatan-perbuatan kita di masa lalu, karena Tuhan tidak akan pernah tinggal diam dan Dia maha mengampuni. setelah kita bertobat diharapkan mendapat kebahagiaan, kenikmatan sampai pada waktu yang telah ditentukan yaitu ajal menjemput, kita sudah bisa pasrah dan menganggap kematian adalah sukacita dan kegembiraan menuju tempat keabadian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: