Putri dan Rose

April 25, 2009

Kami berdua membaca buku tentang bagaimana menghadapi kematian dari buku Alfonsus Maria de Liguori yang berjudul “Kematian itu Indah”. Dalam buku tersebut Alfonsus mengajak kita untuk melihat kebahagiaan dalam menghadapi kematian. Alfonsus mengajarkan kita untuk merasa bahagia dalam menghadapi kematian. Jika kita percaya bahwa ada keabadian maka kita akan terbebas dari rasa takut akan kematian. Seseorang yang mempersembahkan kematian kepada Allah akan mendatangkan cinta Ilahi. Memang benar adanya bahwa setan akan datang
mencoba untuk mendorong kita dalam kegelapan, tetapi malaikat pelindung juga akan datang memberi kekuatan untuk kita.Pada akhirnya Alfonsus mengatakan bahwa orang yang hidup dalam iman yang kokoh dan selalu dekat dengan Tuhan, kematian merupakan suatu sukacita dan kegembiraan.

Pertanyaan:

a. Coba deskripsikan klien yang hendak kalian layani.
b. Mengapa teori di atas cocok untuk dijadikan sumber inspirasi teologis untuk mendampingi klien kalian?
c. Apakah landasan psikologis yang menurut kalian cocok dalam membantu klien memaknai pengalaman penderitaannya?

3 Responses to “Putri dan Rose”

  1. Putri&Rose said

    a. Klien yang hendak kami layani:
    nama : Sastro
    Umur : 93 tahun

    Klien kami mengalami ketakutan karena menghadapi kematian. setiap hari nenek sastro ingin ditunggui, saat ditinggal sanak saudara pergi nenek Sastro selalu berteriak memanggil nama anggota keluarganya. Saat ditanya anggota keluarga mengapa nenek Sastro berteriak ia mengatakan bahwa ia ingin selalu ditunggui karena merasa takut kalau tiba-tiba ia meninggal tetapi tidak ada yang tahu. Nenek Sastro juga sering mengeluh sakit, namun saat diperiksakan ke Rumah Sakit dokter tidak menemukan penyakit apa-apa. Dengan umurnya yang sekarang ia tidak bisa berbuat apa-apa hanya tiduran di tempat tidur. Ia sekarang tinggal bersama anak pertamanya yang juga mengurus kebutuhannya. kebutuhan klien ingin selalu ditemani dan diperhatikan.

  2. Putri&Rose said

    b. Kami merasa buku tersebut cocok dengan klien karena di dalam buku tersebut memberikan gambaran bagaimana menghadapi kematian dengan indah lewat sentuhan-sentuhan teologis. Dengan ayat-ayat kitab suci yang diharapkan mampu untuk membantu klien semakin kuat dan siap menghadapi kematiannya. Klien yang kami hadapi beragama katholik jadi tidak terlalu sulit kami membantu dengan ayat-ayat kitab suci. Dalam buku Alfonsus Maria de Liguori dikatakan bahwa kematian merupakan sebuah kegembiraan untuk menuju ke tempat keabadian. Kami ingin mengajak klien tumbuh dengan sebuah kepercayaan bahwa kematian bukanlah suatu hal yang menyeramkan melainkan sebuah kebahagiaan.

  3. Putri & Rose said

    c. Landasan Psikologis dari Gedhe Prama adalah ikhlas bisa berarti berenti berusaha mengerti. Dan tetap aman, nyaman bahkan ketika tidak tahu.
    Landasan psikologis cocok digunakan untuk klien kami karena klien merasa takut dan khawatir dalam menghadapi kematiannya. Klien takut jika suatu saat ia meninggal tidak ada keluarga atau orang yang mengetahuinya. Klien juga mengkhawatirkan tentang kematian yang menurut ia adalah hal yang menakutkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: