Novi dan Nisa

April 25, 2009

Gede Prama, (44:2007) mengatakan bahwa “Orang yang tidak pernah membuat kesalahan ia tidak pernah membangun rumah kebahagiaan.”

Pertanyaan:

a. Coba rumuskan kembali ide dari Gede Prama sehigga tak hanya satu kalimat seperti itu saja.
b. Jelaskan alasannya mengapa gagasan tersebut dirasa cocok dengan permasalahan yang tengah dihadapi klien.
c. Apakah landasan teologis yang dapat kalian gunakan untuk mendampingi klien memaknai pengalaman penderitaannya?

One Response to “Novi dan Nisa”

  1. Nisa & Novi said

    1.Setiap orang pernah membuat kesalahan, dengan demikian seseorang tidak perlu putus asa karena masih ada kesempatan untuk menggapai kebahagiaan. Orang yang tidak pernah berbuat salah tidak akan pernah belajar lebih baik lagi, sebab dengan kesalahan orang dapat mengoreksi diri dan membangun niat yang baik untuk ke depan.
    2.Gagasan tersebut dirasa cocok karena klien kami mengalami penyesalan yang dalam setelah menyadari kesalahannya pada istrinya, yaitu menuduh istrinya berselingkuh ketika istrinya meminta izin kepadanya untuk memberikan hartanya pada fakir miskin. Dari pendekatan psikologis Gede Prama yang digunakan untuk membantu klien, diharapkan klien tidak putus asa dan tidak larut dalam penyesalan karena rasa bersalahnya. Masih ada kesempatan bagi klien untuk memperbaiki kesalahannya dengan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mewujudkan keinginan istrinya.
    3.Landasan teologis yang kami gunakan untuk membantu klien kami adalah:
    1)Sandarkan kelemahanmu pada kekuatan Allah
    2)Kekuatan Allah bagai sayap rajawali
    3)Kematian adalah suka cita dan kegembiraan menuju tempat keabadian.
    Kami menggunakan ketiga landasan teologis ini karena landasan tersebut dirasa cocok untuk klien kami yang dirundung rasa bersalah yang mendalam. Ia diharapkan untuk tidak lagi larut dalam kesalahan dan berpasrah kepada Tuhan atas kepergian istrinya. Allah tidak akan membiarkan hambanya dalam kesedihan yang mendalam dan campur tangan Allah akan bekerja pada hambanya yang membutuhkan. Kematian berarti Allah telah menyediakan tempat yang layak di akhir hidupnya. Kematian justru harus disyukuri karena Allah telah memanggilnya dalam ketentraman. Klien diharapkan dapat memandang kematian sebagai hal yang membahagiakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: