Monica Weru

April 25, 2009

Pertanyaan:

a. Uraikan landasan psikologis tentang teori pentingnya memaknai hidup.
b. Jelaskan mengapa teori tersebut (a) kamu rasa cocok untuk klien-mu.
c. Apakah landasan teologis yang dapat kamu gunakan untuk membantu klien-mu memaknai pengalaman penderitaannya?

3 Responses to “Monica Weru”

  1. Monica Weru said

    a.Teori pentingnya memaknai hidup yang saya kutip dari bukunya Anthony De Mello SJ yang berjudul “Dipanggil untuk Mencinta” dengan topik memperoleh dan kehilangan dapat diuraikan sebagai berikut : Karena itu kematian, kehilangan, dan perpisahan membuat anda terkeju. Anda memilih hidup dalam menara ilusi anda dan berbuat seolah-olah segala sesuatu tidak akan pernah berubah. itulah sebabnya ketika gejolak kehidupan memporak-porandakan ilusi anda, anda mengalami kepedihan yang mendalam.Untuk hidup, anda harus melihat realita secara dekat. Denga demikian anda tidak lagi takut kehilangan dan bahkan anda mulai mencintai kebaruan, perubahan, dan ketidakpastian. Anda tidak akan takut kehilangan segala yang dikenal, dan dengan penuh harapan menanti dan menyambut yang asing dan yang tidak dikenal. Dalam perjalanan mencari hidup, inilah latihan yang mungkin menyakitkan tetapi membawa kegemiraan dan kebebasan.
    b.Teori tersebut saya anggap cocok digunakan untuk Klien saya karena, klien saya takut kehilangan orang yang dicintainya terutama setelah kepergian Ayahnya yang secara mendadak meninggalkan seorang istri dan dua orang anak,sehingga mengalami kepedihan yang mendalam bagi klien saya.
    c.Landasan teologis yang saya gunakan untuk membantu Klien saya dalam memaknai penderitaannya yaitu diambil dari ALKITAB dengan bacaan Yesaya ;40:31 yang berbunyi : “Tetapi orang-orang yang menantikan Tuhan mendapatkan kekuatan baru, mereka seumpama Rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah”.Dari ayat ini saya menarik kesimpulan bahwa klien saya mengalami kehilangan, sehingga ia sulit mengahadapi kenyataan ini, karena kehilangan membuat ia kehilangan semangat untuk menjalani hidup sehari-hari contohnya klien saya tidak mau untuk melanjutkan studinya, hanya keterpaksaan dari orang tua dan keluarga ia dapay bersekolah.

  2. Monica Weru said

    a.Teori pentingnya memaknai hidup yang saya kutip dari bukunya Anthony De Mello SJ yang berjudul “Dipanggil untuk Mencinta” dengan topik memperoleh dan kehilangan dapat diuraikan sebagai berikut : Karena itu kematian, kehilangan, dan perpisahan membuat anda terkeju. Anda memilih hidup dalam menara ilusi anda dan berbuat seolah-olah segala sesuatu tidak akan pernah berubah. itulah sebabnya ketika gejolak kehidupan memporak-porandakan ilusi anda, anda mengalami kepedihan yang mendalam.Untuk hidup, anda harus melihat realita secara dekat. Denga demikian anda tidak lagi takut kehilangan dan bahkan anda mulai mencintai kebaruan, perubahan, dan ketidakpastian. Anda tidak akan takut kehilangan segala yang dikenal, dan dengan penuh harapan menanti dan menyambut yang asing dan yang tidak dikenal. Dalam perjalanan mencari hidup, inilah latihan yang mungkin menyakitkan tetapi membawa kegemiraan dan kebebasan.
    b.Teori tersebut saya anggap cocok digunakan untuk Klien saya karena, klien saya takut kehilangan orang yang dicintainya terutama setelah kepergian Ayahnya yang secara mendadak meninggalkan seorang istri dan dua orang anak,sehingga mengalami kepedihan yang mendalam bagi klien saya.
    c.Landasan teologis yang saya gunakan untuk membantu Klien saya dalam memaknai penderitaannya yaitu diambil dari ALKITAB dengan bacaan Yesaya ;40:31 yang berbunyi : “Tetapi orang-orang yang menantikan Tuhan mendapatkan kekuatan baru, mereka seumpama Rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah”.Dari ayat ini saya menarik kesimpulan bahwa klien saya mengalami kehilangan, sehingga ia sulit mengahadapi kenyataan ini, karena kehilangan membuat ia kehilangan semangat untuk menjalani hidup sehari-hari contohnya klien saya tidak mau untuk melanjutkan studinya, hanya keterpaksaan dari orang tua dan keluarga ia dapat bersekolah serta memberitahukan kepada klien bahwa dia tidak sendirian dia masih memiliki keluarga dan sahabat yang selalu menemaninya.

  3. Monica Weru said

    a.Teori pentingnya memaknai hidup yang saya kutip dari bukunya Anthony De Mello SJ yang berjudul “Dipanggil untuk Mencinta” dengan topik memperoleh dan kehilangan dapat diuraikan sebagai berikut : Karena itu kematian, kehilangan, dan perpisahan membuat anda terkejut. Anda memilih hidup dalam menara ilusi anda dan berbuat seolah-olah segala sesuatu tidak akan pernah berubah. itulah sebabnya ketika gejolak kehidupan memporak-porandakan ilusi anda, anda mengalami kepedihan yang mendalam.Untuk hidup, anda harus melihat realita secara dekat. Denga demikian anda tidak lagi takut kehilangan dan bahkan anda mulai mencintai kebaruan, perubahan, dan ketidakpastian. Anda tidak akan takut kehilangan segala yang dikenal, dan dengan penuh harapan menanti dan menyambut yang asing dan yang tidak dikenal. Dalam perjalanan mencari hidup, inilah latihan yang mungkin menyakitkan tetapi membawa kegemiraan dan kebebasan.
    b.Teori tersebut saya anggap cocok digunakan untuk Klien saya karena, klien saya takut kehilangan orang yang dicintainya terutama setelah kepergian Ayahnya yang secara mendadak meninggalkan seorang istri dan dua orang anak,sehingga mengalami kepedihan yang mendalam bagi klien saya.
    c.Landasan teologis yang saya gunakan untuk membantu Klien saya dalam memaknai penderitaannya yaitu diambil dari ALKITAB dengan bacaan Yesaya ;40:31 yang berbunyi : “Tetapi orang-orang yang menantikan Tuhan mendapatkan kekuatan baru, mereka seumpama Rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah”.Dari ayat ini saya menarik kesimpulan bahwa klien saya mengalami kehilangan, sehingga ia sulit mengahadapi kenyataan ini, karena kehilangan membuat ia kehilangan semangat untuk menjalani hidup sehari-hari contohnya klien saya tidak mau untuk melanjutkan studinya, hanya keterpaksaan dari orang tua dan keluarga ia dapat bersekolah serta memberitahukan kepada klien bahwa dia tidak sendirian dia masih memiliki keluarga dan sahabat yang selalu menemaninya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: