IDA dan AGNES

April 25, 2009

Kami membaca buku Mario Teguh tentang Kelemahanku, Musuh Terdekatku. Dalam topik tersebut ada sebuah kalimat yang berbunyi “Di antara semua yang berhasil, akan selalu ada orang yang tidak mencapai hasil sebaik rekan-rekannya. Bukan karena kelemahan, tetapi karena berbedanya kekuatan”. Kami menangkap bahwa di dunia ini mustahil bila seseorang tidak pernah mengalami sesuatu yang bernama kegagalan, tetapi apakah kita terus terdiam dan terpuruk dalam kegagalan tersebut… harusnya kita bangkit dan memperbaiki semuanya menjadi lebih baik. Tetapi kembali ke pribadi masing-masing apakah bisa memaknainya sebagai kekuatan hidupnya. Kalimat ini coba kami gunakan untuk membantu klien, tetapi memang belum ada respon yang melegakan, karena klien sendiri justru bertanya-tanya “apakah ia….”

Pertanyaan:

a. Jika belum ada respons yang melegakan dari klien, apakah teori tersebut di atas tetap cocok untuk ditawarkan kepada klien? Mengapa?
b. Landasan teologis apakah yang hendak ditawarkan kepada klien supaya dapat menemukan makna penderitaannya?

One Response to “IDA dan AGNES”

  1. Agnes & Ida said

    Teori dari Mario Teguh masih relevan digunakan untuk membantu klien, karena setelah kunjungan kami klien secara pribadi butuh proses untuk mencerna maksud kami tentang makna yang terkandung dalam teori Mario Teguh. Kami memberi kesempatan untuk merenungkannya. Hari ini kami datang lagi dan memberikan makna baru dari teori Gede Prama tentang “ketakutan membuka pintu keindahan”, makna yang kami berikan bahwa ketakutan itu manusiawi, dimana akan timbul kesedihan-kesedihan karena dilingkupi ketakutan tersebut. Tetapi sadar atau tidak ketakutan itu sendiri mampu membantu kita membuka kebenaran secara gamblang, yang nantinya membawa kita pada sebuah kebahagiaan. Namun, kembali ke pribadi masing-masing apakah ada kekuatan dalam diri untuk mengungkapkannya, intinya tidak menganggap ketakutan sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan kekuatan.

    Landasan teologis yang kami gunakan dari Yesaya 41:10, “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan.” Dalam hal ini kami mencoba untuk meyakinkan bahwa TUhan selalu ada untuk dia, dalam kondisinya yang tidak begitu baik Tuhan tentunya punya rencana tersendiri untuknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: