Edi

April 25, 2009

Teori pemaknaan hidup saya ambil dari teori Krishna Murti dalam bukunya yang berjudul “Share the key”. Pengalaman seseorang pada masa lalu mempengaruhi kehidupan saat ini. Pengalaman di masa lalu bisa menyenangkan atau menyedihkan. Pengalaman tersebut dapat menciptakan perasaan negatif atau positif pada seseorang. Kejadian atau peristiwa yang dialami dapat terjadi pada siapa saja. Apabila peristiwa yang dialami adalah menyenangkan, maka peristiwa tersebut dapat membantu orang untuk menikmati hidup dengan bahagia. Tetapi jika peristiwa yang dialami adalah peristiwa yang menyedihkan atau menyakitkan, maka kehidupan sekarang dapat terganggu. Krishna Murti menjelaskan dalam bukunya bahwa setiap pengalaman yang terjadi pada masa yang lalu dapat diubah atau diolah menjadi dasar untuk menemukan hidup yang lebih bermakna. Seburuk apapun pengalaman pada masa yang lalu harus diterima sebagai bagian dari kehidupan, bukan sebaliknya ditolak. Setiap pengalaman merupakan suatu proses untuk menciptakan individu yang lebih dewasa. Krishna Murti membantu klien yang terganggu oleh pengalaman buruk pada masa yang lalu dengan suatu terapi yakni sebagai berikut:
a. Tenangkan dahulu sejenak diri Anda, boleh pejamkan mata jika dirasa perlu.
b. Bayangkan diri Anda sedang nonton TV kuno dan muncul di layar TV gambar memori masa lalu yang ingin Anda hapus.
c. Perlahan-lahan ubah warna gambar di TV tersebut menjadi warna hitam putih.
d. Setelah menjadi warna hitam putih, buatlah gambarnya menjadi kabur. Buatlah lebih kabur dan lebih kabur lagi sampai gambar tidak terlihat dengan jelas. Boleh juga Anda buat gambar tersebut sampai menjadi berwarna putih.
e. Amati apa yang Anda rasakan saat ini.
f. Tarik nafas perlahan, hembuskan sampai terasa nyaman.
Hasil yang bisa dirasakan adalah seseorang menjadi lebih tenang dan dapat menerima diri apa adanya saat ini. Bila dirasa perlu, teknik tersebut dapat dilakukan berulang-ulang sampai dirasa cukup.

Pertanyaan:

a. Mengapa teori tersebut kamu rasakan cocok untuk dijadikan inspirasi dalam mendampingi klienmu secara psikologis? Jelaskan.
b. Apakah gagasan teologis yang dapat dijadikan inspirasi untuk mendampingi klienmu supaya dapat semakin menemukan kebermaknaan hidupnya?

One Response to “Edi”

  1. Edi said

    a) Landasan psikologis yang diambil dari teori Krishna Murti yang berjudul “Shere the key”, karena dalam buku ini Krishna Murti mencoba menguraikan secara konkret pengalaman masa lalu merupakan bagian dari diri yang tidak perlu disesali. seburuk dan sepahit apapun pengalaman masa lalu dapat diolah agar hidup sekarang menjadi berarti, bahagia dan damai. Klien saya mengalami kesulitan untuk menerima pengalaman masa lalu dan sikap kedua putranya yang kurang peduli pada penderitaan orang tuanya. Ibu Heny harus dibantu untuk mampu menerima dan berdamai dengan penglaman masa lalu dan memahami keadaan kedua putranya. jika ibu Heny mau menerima dan memahami sikap kedua anaknya, maka kehidupan yang lebih bahagia dan damai akan dialami.

    b)Teologis
    Damai di tengah gejolak hidup (Filipi 4: 2 – 9)
    Inspirasi kajian teori teologis ini saya ambil dari buku rohani yang berjudul “Saat Badai Menerpa” oleh Wahyu Pramudya. Kalau kita ditawarkan pada sebuah kehidupan yang penuh dengan gejolak, penuh pergumulan dan penuh permasalahan hidup pastilah kita akan menolaknya, tetapi kenyataan itu akan dihadapi oleh setiap orang. Kecil besarnya beban dari permasalahan itu tergantung bagaimana seseorang menghadapinya. Rasul Paulus berkata kepada umatnya di Filipi “ Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” Paulus ditopang oleh damai sejahtera itu bukan karena ia rasul, bukan karena ia seorang pelayan. Paulus sudah belajar untuk menyerahkan dirinya, untuk berserah di dalam karya dan kuasa Allah di dalam doanya. Paulus menemukan bahwa ketika ia berserah kepada Allah di dalam doa dan permohonan serta berhenti menyalahkan apa yang di terjadi di sekitarnya, saat itulah topangan damai sejahtera dari Allah diberikan. Pengalaman yang dihadapi oleh Ibu Heny hendaknya menyadari bahwa kunci untuk mendapatkan damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal itu adalah penyerahan diri. Ketika kita berserah, berhenti menyalahkan diri sendiri, menyalahkan orang lain, dan menyalahkan lingkungan, maka saat itulah damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal pikiran akan menopang hidup kita. Jangan menyalahkan Allah mengapa tidak memberikandamai sejahtera. Jangan salahkan orang lain mengapa tidak menciptakan damai sejahtera itu untuk diri kita, tetapi lihatlah apakah di dalam hati ini ada penyerahan? Ataukah justru ada banyak tuduhan, pertanyaan, ketidakpuasan, dan kemarahan yang belum reda? Ketika kita berserah, damai sejahtera itu akan memenuhi hati kita. Bukan damai sejahtera yang datang atau terjadi di sekeliling kita, tetapi damai sejahtera yang dastang dari Allah. Damai sejahtera yang melampaui segala akal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: