Dessy Kristina

April 25, 2009

2 buah buku karangan Eric Chang & Pam Vredevelt telah saya baca. Buku-buku tersebut menjelaskan bahwa setiap org pasti mengalami kekecewaan, kelemahan, kesedihan dan penderitaan dalam hidupnya. Tetapi kita harus dapat melepaskan segala beban hidup kita itu dan mendapatkan kembali sukacita. Allah tidak pernah berniat membuat kita menderita sendirian. Saat-saat pemulihan terbesar datang ketika kita merasa bhw Allah atau seorang sahabat yg terpercaya benar2 menemani kita dlm penderitaan. Kutipan ayat Alkitab yang sering dipakai dlm kedua buku tsb diambil dari 2 Korintus 12:10, “Sebab jika aku lemah, maka aku kuat”. Saat kita merasa lemah, justru merupakan saatnya untuk bersyukur kepada Tuhan. Sebab kelemahan kita dapat dijadikan sarana oleh-Nya untuk dapat diisi oleh kuasa-Nya yang dinyatakan di dalam diri kita.

a. Jelaskan bahwa uraian tersebut di atas cocok untuk dijadikan inspirasi dalam mendampingi klienmu secara teologis.
b. Apakah gagasan psikologis yang dapat dijadikan inspirasi untuk mendampingi klienmu supaya dapat menemukan kebermaknaan hidupnya?
(Jawaban a dan b harus langsung dihubungkan dengan kondisi klien)

2 Responses to “Dessy Kristina”

  1. Dessy Kristina said

    1. Teologis
    Saya mengambil intisari dari 2 buah buku yg berjudul Kekuatan Dalam Kelemahan : Rahasia untuk Mengalami Kekuatan Allah (Eric H.H. Chang) dan Melepas Belenggu Kekecewaan & Kehilangan (Pam Vredevelt). Jika dihubungkan dgn keadaan klien saya (di mana bu Aya masih belum bisa melupakan kenangan bersama suaminya yg telah meninggal & ia masih harus menanggung biaya hidup keluarganya), kedua buku ini mengatakan bahwa setiap org pasti mengalami kekecewaan, kelemahan, kesedihan, & penderitaan dlm hidupnya. Penderitaan akibat ditinggalkan mungkin tidak akan pernah hilang & menghadapi kenyataan dapat menjadi sangat sulit. Jika kita menyangkal, menghalangi, membungkam, atau meredam rasa sakit itu, akhirnya kita hanya akan berkutat dalam kesedihan kita dan tak akan pernah melampauinya. Tetapi bagaimana kita dapat melepaskan kekecewaan & kehilangan yg kita derita ? Caranya adalah dengan sadar berpasrah & menyerahkan kendali hidup kita kepada Allah. Saat kita menaruh segala sesuatu ke dalam tanganNya, sentuhanNya adalah sentuhan yg menyembuhkan. Kita harus dapat melepaskan beban hidup kita dan mendapatkan kembali sukacita. Allah membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Allah tidak pernah berniat membuat kita menderita sendirian. Sejak awal Dia ingin manusia menikmati hubungan yang karib dengan Dia dan sesama. Dia rindu berjalan bergandengan tangan dengan kita – dan memberi teman2 seperjalanan yang penuh perhatian – melalui kesedihan dan penderitaan yang merupakan bagian tak terelakkan dari hidup kita di dunia ini. Relasi ini sungguh bermakna. Apabila kita mundur, melepaskan diri, atau memisahkan Allah & sesama dari penderitaan kita, kita justru berpaling dari sumber hidup & menghalangi penyembuhan diri sendiri. Sebaliknya, dlm relasi dgn Allah & sesama, kita dpt menemukan rasa aman utk melepaskan & memulai menyembuhkan diri. Oleh krn itulah, ketika kita mengalami kekecewaan, peristiwa kehilangan, kesedihan yg mendalam, & kegelisahan yg menenggelamkan, kita dapat melihat bhw saat2 pemulihan terbesar datang ketika kita merasakan bahwa Allah atau seorang sahabat yg terpercaya benar2 menemani kita dlm penderitaan. Kedamaian hati & penyembuhan terlahir dari relasi itu. Bersama Allah, kita adalah org2 yg banyak harta, harta yg tak ternilai, tak terhitung, & sulit dimengerti. Kita adalah org2 yg istimewa krn kemuliaan Allah berkarya dlm diri kita. Saat kita merasa lemah, itulah saatnya untuk bersyukur kpd Tuhan krn justru dlm kelemahan itulah kuasa Allah akan dinyatakan dlm diri kita. Di saat kita mengalami kekurangan, itu merupakan kesempatan Allah utk memperlihatkan kuasaNya. Kelemahan kita merupakan kesempatan Allah utk menunjukkan betapa dahsyat kuasaNya dan di dlm setiap masalah, ada kekuatan utk mengatasinya (2 Korintus 12:10 dan Filipi 4:12,13). Ingatlah bhw hidup tidak selalu memberikan apa yg kita inginkan tetapi Allah adalah pemberi semua hal yg baik.

    2. Psikologis
    Buku yg saya gunakan berjudul Kesedihan, Kebahagiaan, Keheningan : Mengolah Bencana menjadi Vitaminnya Jiwa (Gede Prama) dan Meniti Roda Kehidupan : Tambah Usia Menuju Kepenuhan Hidup (Nouwen & Gaffney). Gede Prama mengatakan bahwa terlalu sulit menemukan kehidupan manusia yg kuat & kokoh tanpa pernah melewati gunungan kesedihan. Tubuh psikologi (kejiwaan) jiga membutuhkan vitamin sebagai syarat pertumbuhan. Dan di tangan manusia2 kokoh, kesedihanlah vitamin jiwa yang mengagumkan. Berbeda dgn manusia kebanyakan yg meletakkan kesdihan sebagai racun, atau rayap yg meruntuhkan kehidupan kemudian, manusia2 kokoh meletakkan kesedihan justru sebagai bahan2 pertumbuhan jiwa. Dlm kehidupan, tidak selalu kita melihat apa yg kita lihat, kerap kita melihat pandangan2 kita sendiri. Dan yg lebih menentukan lagi, cara kita memandang menentukan wajah kehidupan yg kita alami kemudian. Hal yg sama juga terjadi dgn kesedihan. Kesedihan bisa menjadi pisau melukai, atau pisau yg meringankan kerja di dapur kehidupan. Bila kesedihan dipandang sebagai racun yg mematikan,, reaksi kita lebih dekat pd ketakutan akan kesedihan. Ketakutan ini juga yg kemudian menghancurkan. Namun, jika kesedihan dipandang sebagai vitamin, ketakutannya menghilang (berkurang). Kebahagiaan ada dalam perjalanan hidup kita. Kesedihan & kebahagiaan adalah permainan bagi jiwa yg sedang bertumbuh jadi dewasa. Bagi jiwa yg sudah dewasa, tahu kalau keduanya bersifat sama : tidak pasti, datang & pergi. Ketika kita merasakan penderitaan berarti kita mengalami kemajuan. Mungkin kita cenderung bingung ketika menjalani proses ini. Kita berpikir bahwa bila kita merasakan penderitaan itu, berarti kita akan sangat kehilangan, hancur hati, & bahkan hampir gila. Namun saat kita merasakan, berarti kita sedang bergerak maju melalui proses kesedihan. Pengalaman hidup (kebahagiaan maupun kesedihan) mendidik diri kita untuk merasa berkecukupan. Sekaya apapun kita tetap merasa miskin kalau tidak pernah berkecukupan. Semiskin apapun kita tetap merasa kaya kalau merasa hidup berkecukupan. Kesepian adalah perasaan hati yg pedih krn ditinggalkan oleh org2 yg selama bertahun-tahun dirasa dekat dan mencintai. Tetapi jangan terus menerus menoleh ke belakang tetapi lihatlah ke depan. Janganlah kita terus menerus larut dan terpuruk dlm kesedihan. Bukalah mata & hati lalu lihatlah bahwa di sekeliling kita masih ada org2 yg juga perhatian & peduli kepada kita. Sesungguhnya merekalah harta paling berharga yg kita miliki di dunia ini.

  2. igna said

    Uraian ispirasi psikologis harus dikaitkan juga dengan kondisi klien anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: