TUGAS KP 2: MEMBANTU KLIEN MEMAKNAI HIDUP

April 7, 2009

Setelah mendengarkan sharing mengenai deskripsi klien yang hendak dilayani, dapat disimpulkan jika mayoritas klien dikuasai oleh rasa: sedih, takut, cemas, kesepian, marah, memberontak dan lain-lain. Semua perasaan tersebut dapat menghambat klien memaknai “sakit”-nya. Sakit atau pengalaman penderitaan fisik/psikologis yang sedang dialami klien perlulah dia olah atau dicari apa arti/maknanya. Apabila klien dapat memaknainya maka diharapkan ia menjadi sanggup mengisi (sisa) hidupnya secara produktif/berarti, baik demi dirinya sendiri maupun bagi orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu kita perlu membantu klien dalam berproses memaknai pengalamanan sakitnya itu (dari sudut pandang psikologis maupun teologis).

Pertanyaan reflektif:

Teori tentang “pemaknaan hidup dari sudut pandang psikologis” apakah yang kamu dapatkan (dari buku Gede Prama atau yang lainnya), yang cocok untuk dijadikan inspirasi untuk mendampingi klienmu? Coba uraikan dengan singkat dan jelas.

15 Responses to “TUGAS KP 2: MEMBANTU KLIEN MEMAKNAI HIDUP”

  1. rosa said

    dari blog Gede Prana, saya membaca disitu dia menuliskan sebenarnya penderitaan yang kita alami itu ibarat taman yang jadi indah karena penuh bunga dan warna. Kehidupan juga serupa. Kebahagiaan jadi lebih indah kalau pernah melewati kesedihan. Kehidupan bermakna amat dalam karena ada kematian.
    Dibimbing kepekaan-kepekaan rasa seperti ini, mungkin berguna dan bermakna kalau belajar menemukan cahaya di balik duka cita. Tanpa duka cita, manusia akan diikat kuat-kuat oleh godaan-godaan duniawi, untuk kemudian terus menerus berputar di samudera derita ini. Kebahagiaan memang menawan, tapi ia tidak memberi pelajaran semenawan duka cita.

  2. novi & nisa said

    Gede Prama, (44:2007) mengatakan bahwa “Orang yang tidak pernah membuat kesalahan ia tidak pernah membangun rumah kebahagiaan.”
    Setelah istrinya meninggal dunia, Pak Yosep merasa bersalah karena menuduh istrinya telah berselingkuh ketika istrinya mengajukan permintaan terakhir yaitu istrinya minta ijin ingin memberikan seluruh tabungan yang ada di bank kepada fakir miskin dan jika tidak diijinkan istrinya berharap ada yang memberinya uang untuk disumbangkan pada fakir miskin. Namun, Pak Yosep marah dan menuduh istrinya berselingkuh. Hal itulah yang membuat Pak Yosep merasa bersalah kepada istrinya dan rasa bersalah tersebut menumbuhkan penyesalan yang amat mendalam hingga saat ini. Dalam hal ini Pak Yosep telah menyadari kesalahannya, oleh karena itu diharapkan Pak Yosep dapat belajar dari kesalahannya dengan memperbaiki kesalahannya lewat sikap dan tindakannya kepada orang lain bukan dengan penyesalan yang berlarut-larut.

  3. Dessy Kristina said

    Sy m’baca 2 buah buku karangan Eric Chang & Pam Vredevelt. Masing2 buku tsb ingin mengatakan bhw setiap org pasti m’alami kekecewaan, kelemahan, kesedihan, & pnderitaan dlm hidupnya. Tetapi kita hrs bisa melepaskan segala beban hidup kita itu & m’dptkan kembali sukacita. Allah tidak pernah berniat membuat kita menderita sendirian. Saat2 pemulihan terbesar datang ketika kita merasa bhw Allah atau seorang sahabat yg terpercaya benar2 menemani kita dlm penderitaan. Kutipan ayat Alkitab yg sering dipakai dlm kedua buku tsb diambil dari 2 Korintus 12:10, “Sebab jika aku lemah, maka aku kuat”. Saat kita merasa lemah, itulah saatnya utk b’syukur pd Tuhan. Justru dlm kelemahan itulah kuasa Allah akan dinyatakan di dlm diri kita.

  4. wahyu said

    saya membaca buku yang berjudul “Aku Tetap Percaya” karangan Dr. Creflo A. Dollar. dalam buku ini mengatakan(intinya, segala kekawatiran, ketakutan, masalah dapat kita hadapi bersama dan mengandalkan Tuhan Yesus, tetap berpegang pada janji-janji-NYA (firman-NYA).selama kita masih hidup di dunia ini, masalah pasti ada, tetapi semua masalah dapat kita tanggung dengan percaya dan selalu mengisi pikiran-pikiran kita dengan merenungkan Firman-NYA. kita bisa memakai sayap rajawali dengan menanti-nantikan Tuhan dan tetap berfokus pada janji-janji-NYA sehingga di masa-masa sulit, sayap rajawali kita tetap kuat membawa kita ketempat yang lebih tinggi. ketika hidup mulai sukar, kita akan terbang di atas permasalahan (yesaya 40:31). selalu bersyukur atas semua yang kita alami…. Gbu

  5. Erna & Rita said

    Dalam buku Mario Teguh, kami menemukan beberapa kutipan yang sangat bermakna bagi klien yang kehilangan, pada dasarnya jika seseorang mau untuk menjadi lebih baik dalam segala hal dalam kehidupan ini pasti dia bisa atau mampu. seperti kutipan dalam buku berikut ini:
    KEHIDUPAN ADALAH SEBUAH PERMAINAN YANG SANGAT SERUS. DAN SEPERTI SEMUA PERMAINAN, HIDUP INI PUNYA KETENTUAN DAN PERATURAN-PERATURANNYA SENDIRI, YANG TIDAK SELALU JELAS BAGI MEREKA YANG SEDANG BERKUTAT DIDALAMNYA, TETAPI YANG TERTULIS DAN TERKATAKAN DENGAN JELAS BAGI MEREKA BERUSAHA MENGERTI.
    TIDAK AKAN TERSEDIA CUKUP WAKTU DALAM HIDUP INI UNTUK MENGUMPULKAN SEMUA KUPU-KUPU YANG CANTIK.
    itu sebabnya, cara terbaik untuk memiliki banyak keindahan, adalah dengan menikmati apa pun keindahan yang ada pada kita, dan menyambut dengan suka cita bila keindahan-keindahan baru datang bertemu.
    memang tidak ada yang boleh membatasi keindahan kita untuk mengumpulkan sebanyak mungkin keindahan sebagai pengisi kehidupan.tetapi bila kehidupan itu telah menjadi sebuah pengejaran yang menyiksa, maka menikmati dengan kecintaan apapun yang telah kita miliki, adalah keindahan yang sesungguhnya.

  6. vidi said

    Saya membaca buku “Psikologi Kematian: mengubah ketakutan menjadi optimisme” karangan Komaruddin Hidayat. Dalam buku ini disampaikan bahwa setiap orang yang akan menghadapi kematian akan merasakan kegelisahan dan ketakutan. Hal itu wajar terjadi tapi sebagai manusia yang memiliki pikiran maka kita harus menjadikan ketakutan itu menjadi optimisme dan memaknai hidup sebelum kematian menjemput. Kematian tidak berarti kita pasif tapi justru lebih serius menjalani hidup, mengingat fasilitas umur yang teramat pendek, ibarat orang yang lomba lari, maka ia akan berpacu karena adanya batas waktu dan garis finis. Dalam buku ini juga disampaikan bahwa kematian adalah sesuatu yang indah jika kita bisa merenungkan makna kehidupan yang dijalani dengan hati, pikiran, dan keyakinan yang bersih dan lapang. Kematian bukanlah lawan dari kehidupan. Ia adalah mitra makna kehidupan, hanya dengan menyelami kematian manusia bisa hidup dengan indah sekaligus mati dengan indah.

  7. Edi said

    Membantu Klien Memaknai Hidup

    Teori pemaknaan hidup saya ambil dari teori Krishna Murti dalam bukunya yang berjudul “Share the key.”
    Pengalaman seseorang pada masa lalu mempengaruhi kehidupan saat ini. Pengalaman di masa lalu bisa menyenangkan atau menyedihkan. Pengalaman tersebut dapat menciptakan perasaan negatif atau positif pada seseorang. Kejadian atau peristiwa yang dialami dapat terjadi pada siapa saja. Apabila peristiwa yang dialami adalah menyenangkan, maka peristiwa tersebut dapat membantu orang untuk menikmati hidup dengan bahagia. Tetapi jika peristiwa yang dialami adalah peristiwa yang menyedihkan atau menyakitkan, maka kehidupan sekarang dapat terganggu.
    Krishna Murti menjelaskan dalam bukunya bahwa setiap pengalaman yang terjadi pada masa yang lalu dapat diubah atau diolah menjadi dasar untuk menemukan hidup yang lebih bermakna. Seburuk apapun pengalaman pada masa yang lalu harus diterima sebagai bagian dari kehidupan, bukan sebaliknya ditolak. Setiap pengalaman merupakan suatu proses untuk menciptakan individu yang lebih dewasa.
    Krishna Murti membantu klien yang terganggu oleh pengalaman buruk pada masa yang lalu dengan suatu terapi yakni sebagai berikut:
    a. Tenangkan dahulu sejenak diri Anda, boleh pejamkan mata jika dirasa perlu.
    b. Bayangkan diri Anda sedang nonton TV kuno dan muncul di layar TV gambar memori masa lalu yang ingin Anda hapus.
    c. Perlahan-lahan ubah warna gambar di TV tersebut menjadi warna hitam putih.
    d. Setelah menjadi warna hitam putih, buatlah gambarnya menjadi kabur. Buatlah lebih kabur dan lebih kabur lagi sampai gambar tidak terlihat dengan jelas. Boleh juga Anda buat gambar tersebut sampai menjadi berwarna putih.
    e. Amati apa yang Anda rasakan saat ini.
    f. Tarik nafas perlahan, hembuskan sampai terasa nyaman.
    Hasil yang bisa dirasakan adalah seseorang menjadi lebih tenang dan dapat menerima diri apa adanya saat ini. Bila dirasa perlu, teknik tersebut dapat dilakukan berulang-ulang sampai dirasa cukup.

  8. Putri&Rose said

    Kami berdua membaca buku tentang bagaimana menghadapi kematian dari buku Alfonsus Maria de Liguori yang berjudul “Kematian itu Indah”.Dalam buku tersebut Alfonsus mengajak kita untuk melihat kebahagiaan dalam menghadapi kematian. Alfonsus mengajarkan kita untuk merasa bahagia dalam menghadapi kematian. Jika kita percaya bahwa ada keabadian maka kita akan terbebas dari rasa takut akan kematian. Seseorang yang mempersembahkan kematian kepada Allah akan mendatangkan cinta Ilahi. Memang benar adanya bahwa setan akan datang mencoba untuk mendorong kita dalam kegelapan, tetapi malaikat pelindung juga akan datang memberi kekuatan untuk kita.Pada akhirnya Alfonsus mengatakan bahwa orang yang hidup dalam iman yang kokoh dan selalu dekat dengan Tuhan, kematian merupakan suatu sukacita dan kegembiraan.

  9. Bayu said

    Gede Prama dalam artikelnya pernah menulis Semakin seseorang marah dan memberontak, maka ia akan semakin tenggelam dalam ketidakberdayaan. hal ini kiranya tepat jika dijadikan pijakan untuk mendampingi klien saya yang mengalami keputus asaan akibat ditinggal mati oleh ibunya. kata-kata tersebut tepat karena klien merasa sedikit kecewa dan ingin memberontak karena ia tidak dapat memenuhi keinginan terakhir ibunya

  10. hendra said

    Kebutuhan yang penting dari klien yang saya layani adalah menerima kenyataan hidup, bahwa ayah/suami telah meninggal untuk selama-lamanya. Untuk membantu klien, saya menemukan sebuah sebuah ungkapan atau teori yang menarik dari buku Emotional Learning tulisan dari OSHO (Bhagwan Shree Rajneesh). Ia mengatakan begini : ‘jika seseorang menerima realitas sebagaimana adanya, dalam sikap menerima ini, seluruh ketegangan akan lenyap. Penderitaan fisik dan mental, kecemasan, keputus asaan semuanya akan menghilang. Ketika tidak ada kecemasan, tidak ada tegangan tidak ada fragmentasi, tidak ada divisi, tidak ada skizofrenia, maka tiba-tiba saja terdapat cinta, tiba-tiba saja terdapat welas asih. Tidak ada ideal-ideal, karena ideal-ideal berfungsi sebagai penghalang. Semakin idealis seseorang, semakin terhalang dia”. Ungkapan ini mau mengatakan bahwa menerima realitas membuat ketegangan menghilang. Hiduplah sesuai dengan realitas, dan bukan dengan ideal-ideal kita. Klien perlu dibantu untuk hidup kembali sesuai dengan realitas dan menerima realitas itu. Tidak menerima kenyataan atau hidup bahwa suami/bapak telah meninggal adalah penghalang untuk memulai kembali kehidupan.

  11. rini said

    Dalam blog Gede Prama Badai, penderitaan, kekecewaan adalah sisi gelap dalam hidup. tapi disisi lain adalah vitamin,obat bagi jiwa. hal-hal tersebut adalah the gift that nobody want…. dengan sekuat tenaga kitamengelak dari badai dan masalah atpi toh kita tak jarang jarang menghampiri. yang dibutuhkan klien saya adalah menerima hdupnya sekarang dan perhatian dari orang-rang sekitarnya. ia membutuhkan sahabat dan orang-orang yang peduli terhadapnya,baginya perhatian itu adalah obat-obat yang dahsyat yang dapat menyembuhkannya yang membuatnya tetap berusaha untuk bangkit dan tetap bersemangat. dan pada akhirnya klien benar-benar menyadari bahwa ternyata “Tuhan punya rencana yang unik,aneh, menyakitkan pada awalnya namun terasa indah pada saatnya nanti. dan impianku pun akan kembali terbang bersama sayap-sayap perjuangan ku”.

  12. ida & agnes said

    Kami membaca buku Mario Teguh tentang Kelemahanku, Musuh Terdekatku. Dalam topik tersebut ada sebuah kalimat yang berbunyi “Di antara semua yang berhasil, akan selalu ada orang yang tidak mencapai hasil sebaik rekan-rekannya. Bukan karena kelemahan, tetapi karena berbedanya kekuatan.” Kami menangkap bahwa di dunia ini mustahil bila seseorang tidak pernah mengalami sesuatu yang bernama kegagalan, tetapi apakah kita terus terdiam dan terpuruk dalam kegagalan tersebut… harusnya kita bangkit dan memperbaiki semuanya menjadi lebih baik. Tetapi kembali ke pribadi masing-masing apakah bisa memaknainya sebagai kekuatan hidupnya. Kalimat ini coba kami gunakan untuk membantu klien, tetapi memang belum ada respon yang melegakan, karena klien sendiri justru bertanya-tanya “apakah ia….”

  13. Tyo&Beni said

    Setelah klien kami mengalami perasaan ditinggalkan, maka yang ia butuhkan adalah tidak melihat kembali ke masa lalu dan mempunyai kekuatan untuk menerima kejadian yang dialaminya.
    Menurut Frankl, positif & negatif, kesenangan & penderitaan dan juga mati adalah realita kehidupan yg pasti ada tujuan nya mengapa hal tsb ada ,tak ada yg sia-sia dalam hidup ini menemukan makna dalam penderitaan sekalipun akan membawa pada pencerahan. Menurut Viktor Frankl dalam bukunya berjudul Logoterapi (Logos yang berarti makna). Dalam hal ini,Frankl lebih mengajak kita untuk melihat ke depan daripada melihat pengalaman masa lalu dari seorang manusia. Frankl mengajak kita utk tak menangisi masa lalu, atau kesedihan saat ini, tapi dg pemaknaan hidup, kita bisa melangkah dg penuh kecerahan hidup, walau dalam tempat segelap apapun kita berada. Hal yang ingin kami sampaikan adalah penderitaan merupakan suatu dinamika hidup, semua orang tidak pernah mengharapkan suatu penderitaan. Klien akan menemukan ketenangan dan pencerahan dalam hidupnya setelah berhasil melewati fase ini. Tidak menerima kehilangan bisa menjadikan penghalang dalam memaknai hidup dan memulai hidup kembali.

  14. beni dan tio said

    Gede Prama dalam buku karya Bernie Siegel mengatakan bahwa dalam mengkonstruksi rumah jiwa maupun sang jiwa itu sendiri, cinta adalah sarana konstruksi yang amat menentukan.
    Dalam bagian tertentu karya Siegel (halaman 180) ia bahkan berani
    menyimpulkan : *’all disease is ultimately related to a lack of love*. Semua
    penyakit berakar pada ketiadaan atau keringnya cinta. Sebuah kesimpulan yang
    berani tentunya, terutama karena keluar dari keyakinan seorang dokter. Lebih
    meyakinkan lagi, di halaman 181 kesimpulan Siegel malah lebih berani lagi :
    *’the truth is : love heals’*. Cinta itu menyembuhkan, itulah sebuah
    kebenaran.
    Dari buku Bernie Siegel dan atas pernyataan Gede Prama kami yakin diatas semua penderitaan cinta adalah kekuatan yang tidak terbatas dan merupakan kuasa penyembuhan yang jauh lebih penting daripada obat2an. Kehadiran cinta, mencintai dan dicintai akan membantu klien untuk bangkit dari rasa sakit.

  15. anna & sisil said

    Kami membaca buku karangan Tony Evans yang berjudul ” Tuhan (tidak) Beserta Kita (?)”. Buku ini menceritakan bahwa Tuhan memberikan pencobaan kepada kita dengan tujuan tertentu. Tuhan menginginkan agar kita menjadi dewasa, bukan hanya berpikir dan bertindak tetapi juga secara iman. Saat Tuhan memberikan ujian atau cobaan kepada kita, itu merupakan kesempatan bagi kita untuk mempelajari hal baru sehingga kita dapat lebih mendalami iman kita. Buku ini juga mengatakan bahwa Tuhan tidak akan melupakan dan meninggalkan umat-Nya sendiri untuk menghadapi pencobaan, karena pencobaan yang diberikan kepada kita merupakan rancangan-Nya untuk hidup kita agar lebih berserah diri kepada Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: