TUGAS KP 2: DESKRIPSI KLIEN

March 26, 2009

Sebelum mendeskripsikan klien yang hendak dilayani: penderita sakit atau keluarga dari penderita sakit , baca baik-baik artikel tentang “Pastoral Care”. Kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Coba ceriterakan dengan singkat gambaran klien (jenis kelamin, umur, suku, penyakit yang dideritanya/yang diderita anggota keluarganya). TOLONG GUNAKAN NAMA SAMARAN.
2. Garisbawahi apakah kebutuhan utama klien anda itu?
3. Setelah mengetahui kebutuhan utama klien anda, sebaiknya klien anda tersebut diberikan bentuk bantuan pendampingan semacam apa? (baca: bentuk-bentuk bantuan, di artikel “Pastoral Care”). Jelaskan alasannya.
4. Oleh karena itu kemampuan mendengarkan apa saja yang perlu anda kembangkan supaya bentuk pendampingan anda menjadi efektif? Jelaskan alasannya.

26 Responses to “TUGAS KP 2: DESKRIPSI KLIEN”

  1. Nisa & Novi said

    1. Nama: Bp. Yosep
    Jenis kelamin: Laki-laki
    Umur: 69 tahun
    Suku: Jawa
    Kasus: ditinggal mati istrinya pada tanggal 14 Desember 2008. istrinya meninggal di bus dalam perjalanan ke Goa Kerep dan ditemukan oleh polisi setelah 3 hari. sebelum Ibu Yosep meninggal, beliau dalam keadaan sehat artinya beliau meninggal bukan karena sakit. Tiga hari sebelum bu Yosep meninggal, beliau mengutarakan sebuah permintaan pada Pak Yosep tetapi Pak Yosep marah-marah dan berprasangka buruk kepada istrinya.
    2. sampai saat ini Pak Yosep masih menyimpan rasa penyesalan yang amat dalam karena mengabaikan permintaan istrinya dengan memberi respon yang kurang baik kepada istrinya.
    3. See Healing
    kami melakukan pendampingan dengan mendengarkan uangkapan perasan, keluhan, kemarahan klien. intinya kami menjadi tempat curahan isi hati klien.
    4. kemampuan mendengarkan yang perlu kami kembangkan supaya bentuk pendampingan kami menjadi efektif adalah
    1) Menatap wajah klien sebaik-baiknya. Masudnya kami melakukan kontak mata supaya klien yang kami ajak bicara merasa yakin sungguh bahwa kami dengarkan.
    2) Menunjukkan minat. Maksudnya kami nampak antusias terhadap persoalan yang tengah diceriterakan klien.
    3) Memberi perhatian terhadap klien, tidak sibuk sendiri dengan HP atau kegiatan lain. Singkatnya menyingkirkan segenap gangguan yang kemungkinan ada.
    4) Memahami segenap gejolak perasaan yang dialami oleh klien kami. Maksudnya menerima perasaan yang diungkapkan klien dan tidak menghakimi.
    5) Empati: keinginan dan kemauan kami untuk berada atau masuk dalam situasi/kondisi yang dialami klien.
    6) Bersikap sabar, tenang dan ramah saat memberikan masukan/umpan balik.

  2. Agnes & Ida said

    Nama : ibu Ningsih
    Umur : 70 tahun
    Suku : Jawa
    Sakit: Lumpuh sudah 6 tahun

    Awalnya ibu Ningsih jatuh, yang menyebabkan patah tulang pada selangkangannya. Karena tidak bisa digerakkan, maka ibu Ningsih sehari-hari hanya bisa berbaring. Dalam kondisinya yang seperti itu ibu Ningsih sering merasa cemburu pada perempuan yang membantu membersihkan rumah sebut saja bu U, ibu Ningsih merasa bahwa suaminya ada hubungan spesial dengan bu U. Karena ibu Ningsih menyadari dengan kekurangannya tidak bisa lagi menyiapkan kebutuhan suami. Keadaan ibu Ningsih kurang mendapat perhatian, terutama oleh anak-anaknya dimana sudah pada berkeluarga.

    Ibu Ningsih menderita sakit lumpuh, dengan kekurangannya ibu Ningsih merasa cemburu dengan ibu U mempunyai hubungan spesial dengan suaminya, selain itu keadaan ibu Ningsih kurang mendapat perhatian dari anak-anaknya.

    Bentuk bantuan pendampingan yang kami gunakan berupa see healing dan sustaining. dengan see healing kami berusaha untuk mendengarkan keluhan, ungkapan perasaan klien. dengan sustaining kami berusaha menguatkan ibu Ningsih, membantu beliau memaknai sakit yang dideritanya. Dan membantu suaminya untuk dengan ikhlas menerima keadaan ibu Ningsih terutama untuk memberikan sedikit perhatian karena selama ini ibu Ningsih hanya di dalam kamar yang cukup pengap tanpa pernah keluar-keluar.

    Untuk kemampuan mendengarkan yang perlu dikembangkan, keenam kemampuan mendengar perlu kami kembangkan. Seperti: menatap wajah lawan bicara sebaik-baiknya, menunjukkan minat, memberi perhatian terhadap lawan bicara, memahami setiap gejolak perasaan yang dialami oleh lawan bicara, empati, bersikap sabar dan tenang dan ramah saat memberikan masukan/umpan balik. Karena keenam hal tersebut tentunya akan sangat membantu kami dalam melakukan pendampingan.

  3. Marsel said

    Nama : Beno
    Jenis Kelamin : Laki-laki
    Umur : 23 Th
    Suku : Jawa
    Kasus : Ayahnya Meninggal Dunia

    Kebutuhan:
    Kebutuhan utama klien saya adalah dapat menerima kenyataan bahwa ayahnya sudah meninggal dan dapat merencanakan masa depannya.

    Klien saya ini mengalami kesedihan dan kekecewaan yang sangat berat dengan meninggal ayahnya. dia sangat menyayangi ayahnya dan belum siap ditinggalkan oleh ayahnya. Beno bercita-cita ingin membuat ayahnya bangga dengan menyaksikan dirinya wisuda S1 dan kelak menjadi orang yang sukses. tapi sebelum semuanya itu dapat diwujudkannya, ayahnya sudah terlebih dahulu menghadap yang Maha Kuasa.
    Ayahnya mengalami strok yang berat sehingga tidak dapat bertahan lama dan meninggal dengan cepat setelah mengalami penyakit itu.
    saat ini Beno kehilangan semangat untuk menyelesaikan kuliahnya dan masih kecewa dengan Tuhan karena tidak memberikan umur yang panjang pada ayahnya.

    Bantuan yang sebaiknya diberikan:
    1.Sustaining
    Bantuan ini diberikan dimaksudkan agar klien tidak mengalami stress berkepanjangan dan dapat berpikir realistis, serta dapat menerima kenyataan yang sedang dialaminya.
    2.Guiding
    Bantuan ini diberikan agar klien dapat menyadari masalah yang dialaminya serta konsekuensi dari prilakunya selama ini.

    Kemampuan mendengarkan yang perlu saya kembangkan adalah:
    1. Menatap wajah lawan berbicara sebaik-baiknya. Agar klien saya merasa yakin bahwa dia sungguh didengarkan.
    2. Menunjukkan minat. Agar klien yakin bahwa saya sungguh peduli dengan masalah yang dialaminya
    3. Memberi perhatian terhadap lawan bicara, agar klien merasa sungguh-sungguh diperhatikan.
    4. Memahami segenap gejolak perasaan yang dialami oleh lawan bicara. Hal ini agar saya dapat bersikap dengan tepat pada saat saya mendampingi klien saya dan dapat memberikan bantuan yang betul-betul membantu klien saya.
    5. Empati: hal ini penting karena dengan berempati saya dapat mengetahui beratnya beban yang diderita oleh klien saya.
    6. Bersikap sabar, tenang dan ramah saat memberikan masukan/umpan balik. Ini penting karena klien membutuhkan sosok seseorang yang hangat yang dapat sepenuhnya peduli pada permasalahan yang dialalinya. Dengan demikian klien akan merasa aman dengan orang itu dan menerima masukan yang diberikan.

  4. Ria said

    Nama: Sumiyati
    Umur: 65 tahun
    Jenis kelamin: perempuan
    suku : jawa
    Kasus: menderita sakit diabetes

    Awalnya Ibu Sumiyati sering mengalami buang air kecil terus. Pada akhirnya ia curiga dan minta diperiksa, akhirnya dokter memvonis bahwa ia mengalami sakit diabetes. Ibu Sumiyati kaget dan dia tidak bisa menerimanya, apalagi sekarang ini ia sudah tidak bisa jalan seperti dulu. Pada waktu itu jempol kakinya ada luka dan itu tidak bisa sembuh sehingga membuat jempolnya harus diamputasi. Setelah jempolnya diamputasi Ibu Sumiyati sangatlah terpukul dan ia malu kepada orang lain mengenai keadaannya, ia juga merasa tidak bisa berbuat apa-apa sekarang. Ibu Sumiyati memang hanya tinggal dengan suaminya saja dan anak-anaknya sudah bekerja semua di Jakarta. Hal itulah yang membuat ia makin merasa bahwa anak-anaknya tidak mau mengurus dirinya lagi dan juga tidak perhatian lagi terhadap dirinya.

    Bentuk bantuan yang saya berikan yaitu see healing dan sustaining, yaitu saya mendengarkan keluh kesah dari Ibu Sumiyati dan saya juga memberikan dorongan serta semangat kepada Ibu Sumiyati untuk tetap semangat dalam menghadapi hidupnya. selain itu saya juga memberikan dukungan kepada suaminya supaya ia tetap membantu dan tetap memberikan perhatian yang khusus bagi istrinya.

    Menurut saya, hal yang perlu tingkatkan dalam membantu klien saya yaitu dengan mendengarkan segala keluh kesah yang dialami klien mengenai penyakit dan permasalahannya. Hal tersebut yang harus dilakukan yaitu: menatap wajahnya agar klien saya yakin bahwa ia memang didengarkan, memegang tangannya untuk menenangkan dan merasa dikuatkan, menunjukkan minat, memberikan perhatian dengan penuh, mencoba memahami gejolak perasaannya, empati, dan bersikap ramah, tenang, serta sabar dalam mendampingi klien.

  5. rose&putri said

    Nama:Ibu Harjo Utomo
    Umur: 80 tahun
    Jenis kelamin: perempuan
    Suku: Jawa
    Kasus: Darah tinggi

    Ibu harjo utomo ini tinggal bersama anaknya perempuan yang tidak memiliki waktu untuk merawatnya, jangankan merawat untuk bicara ngobrol saja tidak pernah. Ibu harjo ini selalu dirawat oleh anaknya laki-laki pada saat makan disuapi karena memang sudah tidak bisa memegang piring, mandi dimandikan, sampai pada ganti baju pun dibantuin oleh anaknya yang laki-laki.Anak laki-laki ibu Harjo ini tinggal bersama dengan kakaknya karena ia tidak memiliki pekerjaan. Ibu harjo ini fisiknya sudah tidak kuat lagi untuk berjalan karena penyakitnya darah tinggi membuatnya sering terjatuh saat akan berjalan sendiri sehingga ia membutuhkan orang lain untuk menuntunnya saat ke kamar mandi. Sehari-harinya ibu harjo hanya terbaring di tempat tidur, menangis saat mengingat keadaanya yang sekarang sudah tidak mampu melakukan apa-apa, beliau juga merasa sendirian, tidak ada yang maupeduli dengannya. Setiap minggu beliau dikirim komuni oleh prodiakon bahkan anaknya perempuan menyarankan untuk Ibu Harjo ini menerima minyak suci.

    Bentuk bantuan yang akan kami berikan yaitu See Healing dimana kami akan menemani, mengajak bicara, dan mendengarkan ceritera yang diungkapkan oleh ibu Harjo ini. karena sebenarnay Ibu Harjo ini butuh perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Selain itu kami juga akan memberikan bantuan sustaining dimana kami akan memberikan semangat untuk mampu menjalani hari-harinya.

    Menurut kami kemampuan mendengarkan yang perlukami tingkatkan adalah:
    menatap wajah saat berkomunikasi dengan klien karena dengan menatap wajah ia sungguh merasa dihargai, menunjukkan minat pada saat berkomunikasi dengan klien dengan menunjukkan minat itu berarti klien merasa diperhatikan, memahami perasaan yang dirasakan oleh klien yang sedang berbicara kepada kami, emapati yaitu mencoba untuk ikut merasakan apa yang dirasakan oleh klien dan bersikap sabar saat mendengarkan dan mendapingi klien.

  6. vidi said

    Nama: Cindy
    Jenis kelamin: Perempuan
    Umur: 22 tahun
    Suku: Jawa
    Penyakit: Leukimia (Didiagnosis sejak awal tahun 2008)

    Kebutuhan:
    Kebutuhan utama klien saya adalah mampu menerima dengan ikhlas dengan apa yang terjadi padanya, yaitu menderita penyakit yang kronis dan akan meninggal.

    Bantuan pendampingan yang sebaiknya saya berikan:
    1. See Healing
    Pasien perlu pendampingan ini karena ia sering mengeluh dan tidak terima atas apa yang terjadi padanya. Terkadang ia marah kenapa penyakit itu menimpanya sehingga pendampingan ini sesuai untuk pasien karena ia butuh didengarkan saat ia butuh teman untuk menumpahkan perasaan, keluhan bahkan saat ia marah.
    2. Sustaining (penopangan)
    Pasien mengalami ketakutan saat ia merasa sakit, muntah darah. Ia takut kalau sewaktu-waktu ia tidak bisa bertahan dan akhirnya meninggal. Hal ini membuat ia kurang bersemangat dalam menjalani aktivitasnya. Pasien perlu diberikan pengharapan agar ia tetap bersemangat dalam sisa hidupnya.

    Kemapuan mendengarkan yang perlu dikembangkan:
    1. Menatap wajah pasien dengan penuh perhatian dengan menatap matanya agar pasien merasa didengarkan sehingga ia merasa nyaman dan terbuka pada saya.
    2. Menunjukkan minat. antusias terhadap persoalan yang sedang ia bicarakan, dengan begitu ia akan merasa dihargai.
    3. Memberi perhatian terhadap pasien, fokus dengan apa yang dibicarakan, berusaha untuk menyingkirkan gangguan, akan lebih baik jika HP di non-aktifkan karena jika kita sibuk sendiri ada kemungkinan pasien tidak akan mau serius dan terbuka pada kita.
    4. Memahami segenap gejolak perasaan yang dialami oleh pasien. Kita harus berusaha untuk memahami perasaan pasien agar kita bisa tepat dalam bertindak saat mendampinginya.
    5. Bersikap Empati: Agar kita bisa masuk dalam situasi yang dialami oleh pasien sehingga ia akan merasa sangat diperhatikan.
    6. Bersikap sabar, tenang dan ramah saat memberikan masukan/umpan balik. hal ini sangat diperlukan agar pasien tidak merasa tersinggung atau sakit hati dengan sikap/ tindakan yang kita lakukan.

  7. sendy&lucia said

    Nama : Ibu Maria
    Umur : 82 Tahun
    JK : Perempuan
    Kasus: Mengalami kebutaan kurang lebih 20 tahun.

    Ibu Maria hidup dan tinggal bersama keluarga anak pertamanya. Ibu Maria mengalami kebutaan total kurang lebih 20 tahun yang lalu setelah melahirkan anak bungsunya, ketika usia anaknya 3tahun. Kebutaan yang diderita oleh ibu Maria diakibatkan karena, pada waktu itu ibu Maria mengeluh sakit pusing yang sangat hebat, kemudian ibu Maria langsung memijatkan kepalanya ke dukun pijat. Tetapi hasilnya bukan kesembuhan yang di harapkan, melainkan kebuataan karena terkena salah satu saraf di kepalanya. Setelah kejadian itu,ibu Maria tidak ingin dioperasi karena takut memberatkan biaya hidup anaknya. Ibu Maria hanya bisa bergantung dan bertopang hidup kepada anak-anaknya dan merasakan kekosongan hidup serta harus mengalami penderitaan seumur hidupnya.

    Bantuan yang diberikan sebaiknya yaitu, See Healing dan Sustaining dimana kami akan menemani, dan mendengarkan keluh kesah yang dialami oleh klien, serta memberikan semangat dan penguatan kepada klien agar mampu “untuk lebih menerima kenyataan hidup dan menjalaninya dengan penuh kesabaran dan ketabahan”.

    kemampuan mendengarkan yang perlu kami tingkatkan adalah:lebih mendengarkan klien dengan sebaik-baiknya dengan penuh empati, kesabaran, memahami perasaan yang dialami oleh klien, dan menunjukkan minat dalam memberikan dukungan, semangat serta penguatan untuk membantu klien dalam menjalani kehidupan dengan sikap mau menerima kekurangan dan keadaan fisiknya yang sekarang ini.

  8. Petry said

    Nama : Ibu Martha
    Umur : 52 tahun
    Jenis Kelamin : Perempuan
    Suku : Rote
    Kasus : Ditinggal meninggal anak laki-lakinya yang berusia 28 tahun karena ditabrak kereta api dari arah tugu di rel janti pada tgl 11 Juni 2008 lalu. jenazah anaknya baru diketahui setelah 2 minggu dan sudah membusuk di RS. jenaahnya tanpa identitas sehingga sangat sulit dikenali dan ibu martha sudah 2 tahun tidak bertemu dengan anaknya. ibu martha sangat sedih, ia tidak percaya akan bertemu dengan anaknya dalam keadaan tak bernyawa dan keadaan yang tragis.

    Bantuan yang diberikan adalah SEE HEALING dan SUSTAINING. Disini saya akan membantu ibu Martha dengan bersedia mendengarkan keluh kesahnya, kesedihannya, menjadi tempatnya menuangkan segala yang dirasakannya. Saya juga akan mendampingi ibu Martha agar bisa perlahan-lahan melepaskan beban yang ia rasakan sehingga tidak mengalami stres karena kepergian anaknya. Saya akan membantu ibu Martha untuk lebih tabah menghadapi kenyataan hidupnya dan mau merelakan kepergian anaknya.

    Kemampuan mendengarkan yang perlu saya tingkatkan adalah menatap wajah ibu Martha terlebih melakukan kontak mata agar ia yakin say mendengarkannya, menunjukkan minat bahwa saya benar-benar bersedia mendengar keluhannya, memberi perhatian pada ibu martha dan tidak sibuk sendiri, waktu saya hanya khusus untuk mendengar keluhan ibu martha, memahami apa yang dirasakan ibu martha, berempati, sabar, tenang dalam mendengar semua keluhannya, menjadi teman bicara dan pendengar yang baik, memberi penghiburan, menguatkan ibu martha dan mendoakannya.

  9. anna said

    Nama: Toetoe
    Umur: 22 tahun
    Jenis Kelamin: Perempuan
    Suku: Jawa
    Kasus: Ayahnya Meninggal Dunia

    Toetoe adalah anak pertama dalam keluarganya. Dia mempunyai 2 orang adik laki-laki, 1 sekolah SMP dan 1 mengalami keterbelakangan mental. Ayahnya meninggal pada tanggal 8 Desember 2008 karena sakit komplikasi.Ibunya hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Selama ini ayahnya menjadi tulang punggung keluarga. Sebagai anak pertama, tentunya kepergian ayahnya membuatnya sangat terpukul. Dia merasa tidak siap dengan kepergian ayahnya yang sangat tiba-tiba ini. Menurutnya ini terlalu cepat dan tidak adil baginya maupun keluarganya. Dia merasa belum bisa menghadiahkan atau memberikan suatu kebahagiaan bagi ayahnya yang selama ini sangat dekat dan sangat dia sayangi.

    Kebutuhan utama klien saya adalah mampu menerima kepergian ayahnya dengan ikhlas dan tegar, karena bagaimanapun juga dia akan menjadi panutan bagi kedua adiknya.

    Bentuk-bentuk bantuan yang dapat diberikan:
    a. See Healing, mendengarkan dengan tulus seluruh keluh kesahnya selama ini, apa yang dirasakan setelah ayahnya meninggal.
    b. Sustaining, memberikan motivasi terhadap klien agar mampu menerima segala hal yang terjadi selama ini.
    c. Guiding, memberikan pemhaman bagi klien agar dia menyadari tentang masalahnya selama ini.

    Kemampuan mendengarkan yang harus saya lakukan antara lain:
    1. Menatap lawan bicara, maksudnya agar klien merasa dihargai dan diterima sehingga dia akan merasa nyaman ketika berbicara dengan saya.
    2. Menunjukkan minat, maksudnya memberikan respon yang positif ketika dia mengutarakan isi hatinya kepada saya.
    3. Memberi perhatian, maksudnya saya fokus terhadap masalah yang diderita klien saya.
    4. Memahami gejolak perasaan klien, sehingga saya dapat lebih mudah membantu klien dalam menghadapi permasalahannya.
    5. Empati, mau merasakan apa yang dirasakan klien. Ikut ambil bagian dalam permasalahannya.
    6. Bersikap sabar dan tenang dalam memberikan pendampingan.

  10. sisil said

    Nama :Mbak Lisa
    Umur :30 tahun
    Jk :perempuan
    1.Kasus :ditinggalkan oleh ibunya untuk selamanya. Ibunya meninggal karena menggidap penyakit kanker rahim, penyakit yang diderita oleh ibunya tidak dapat tertolong lagi dan akhirnya meninggal di rumah sakit, mbak Lisa sangat merasa kehilangan sekali dan sampai saat ini kepergian ibunya masih sangat membekas dihatinya. Mbak Lisa anak 1 dari 5 bersaudara jadi dia harus bisa memberikan bimbingan kepada adik-adiknya dan memberikan contoh yang baik kepada adik-adiknya.
    2. Merasa kehilangan dan belum bisa menerima kepergian seorang ibu yang sangat menyayangi anak-anaknya.
    3. See Healing, saya mendengarkan segala perasaan yang diungkapkan oleh mbak lisa ketika ibunya pergi untuk selama-lamanya.
    4.Kemampuan mendengarkan aktif yang perlu saya kembangkan adalah bersikap sabar, empati, dan menghargai ketika klien menceritakan segala perasaan yang dialaminya sehingga dapat membatu klien dengan baik.

  11. Sanitoh said

    Jenis Kelamin : Perempuan
    Umur : 26 tahun
    Suku : Jawa
    Kasus : Kakak dan adiknya meninggal
    Kebutuhan : Klien dapat menerima kenyataan bahwa meskipun kakak dan adiknya telah tiada ia tetap dicintai orang-orang di sekitarnya dan tidak sendiri.

    Wulan mengalami suatu pengalaman hidup yang cukup berat baginya. Wulan anak kedua dari tiga bersaudara. Wulan menerima kenyataan yang sangat pahit, kakaknya meninggal dunia karena mengalami gagal ginjal. Peristiwa ini membuat Wulan sangat terpukul hingga ia terkena stroke yang menyebabkan gangguan bicara dan keseimbangan. Setahun kemudian kondisi Wulan semakin membaik meski terkadang ia masih teringat kakaknya. Namun cobaan tidak berhenti sampai sini. Kenyataan pahit harus dialaminya kembali. Adik yang sangat ia cintai meninggal dunia karena kecelakaan. Wulan sangat sedih dengan kenyataan yang ia alami. Wulan merasa kini ia sendirian dan tidak ada lagi yang mencintainya.

    Bentuk bantuan yang diberikan:
    1. See Healing, mendengarkan dengan tulus seluruh keluh kesahnya selama ini, apa yang dirasakan setelah kakak dan adiknya meninggal.
    2. Sustaining, memberikan motivasi terhadap Wulan agar mampu menerima segala hal yang terjadi selama ini.
    3. Guiding, memberikan pemahaman bagi Wulan agar ia menyadari bahwa ia tidak sendiri dan dicintai orang-orang disekitarnya.

    Kemampuan mendengarkan yang harus saya kembangkan adalah bersikap sabar dan tenang, serta masuk ke dalam situasi/kondisi yang dialami klien.

  12. wahyu said

    1. Jenis kelamin : Laki-laki
    Umur : 57 Tahun
    Suku : Jawa
    Kasus : 7 bulan yang lalu kecelakaan yang menyebabkan Bpk. pangat lumpuh dan sampai saat ini, masih memerlukan biaya untuk terapi. Bapak. Pangat, sampai saat ini kurang bisa menerima keadaanya yang lumpuh karena kecelakaan. Bapak Pangat masih menyalahkan Bpk. Edy, bahwa penyebab lumpuhnya itu karena Bapak Edy tidak hati-hati saat mengendarai motor.
    2. bapak pangat, belum bisa menerima keadaannya yang sekarang lumpuh, sehingga bapak pangat sering menyalahkan Bpk. edy, bahwa bpk. edy yang menyebabkan dia lumpuh
    3. a. See Healing, mendengarkan dengan tulus seluruh keluh kesah pak. pangat selama ini, apa yang dirasakan selama ini.
    b. Sustaining, memberikan motivasi terhadap klien agar mampu menerima segala hal yang terjadi selama ini,
    c. Guiding, memberikan pemahaman bagi klien agar dia menyadari bahwa penyebab kelumpuhannya bukan karena bap; edy tetapi kejadian itu semua adalah seijin dari Tuhan dan dibalik kecelakaan itu ada rencana Tuhan yang luar biasa.
    4. kemampuan mendnegarkan apa saja yang perlu saya kembangkan agar pendampingan menjadi efektif adalah:
    .a)Menatap lawan bicara, maksudnya agar klien merasa dihargai dan diterima sehingga dia akan merasa nyaman dan nterbuka ketika berbicara dengan saya.
    b) Menunjukkan minat, maksudnya memberikan respon yang positif ketika beliau mengutarakan isi hatinya.
    c) Memberi perhatian, maksudnya fokus terhadap masalah yang diderita klien dan saat mendampingi beliau tidak sibuk sendiri (misalnya sibuk dengan HP)
    d) Memahami gejolak perasaan klien, sehingga dapat lebih mudah membantu klien dalam menghadapi permasalahannya.
    5. Empati, mau merasakan apa yang dirasakan klien.
    6. Bersikap sabar dan tenang dalam memberikan pendampingan.

  13. Erna & Rita said

    1. JENIS KELAMIN : perempuan
    NAMA : Marlina
    UMUR : 25 th
    SUKU : JAWA
    KASUS: Ditinggal oleh sang ayah tercinta, sang ayah meninggal saat terjadi kecelakaan pesawat sepulang dari luar kota, saat itu merupakan saat-saat terberat bagi Marlina karena Marlina merupakan anak tunggal,dia benar-benar merasa kehilangan seseorang yang sangat iya cintai dan ia patuhi, ada rasa kesepian yang sangat mendalam karena memang selama ini yang tinggal dirumah hanya mereka bertiga saja yaitu ibu,ayah dan marlina sendiri. Jadi semenjak ayah meninggal hanya mereka berdua saja yaitu Marlina dan Ibunya, dan itu sangat terasa, sehingga marlina lebih sering pergi ketimbang berada di rumah, dia merasa sangat tidak betah..
    2. Marlina mebutuhkan perhatian dari teman-teman atau orang lain yang bisa memahami kondisi dirinya untuk shering dan berbagi agar segala rasa sepi dan sedih itu hilang..

  14. Monica Weru said

    nama : Susi
    umur : 35 tahun
    jenis kelamin : perempuan
    suku : Ambon
    Agama: Kristen Protestan
    Kasus: Ditinggal Mati Suami karena suatu penyakit

    Kebutuhan Utama :
    dapat menerima kenyataan bahwa orang yang dicintainya telah pergi untuk selamanya.

    awal mendengar vonis dari dokter bahwa suaminya akan meninggal klien saya tidak siap untuk menerima keadaan tersebut dan dengan peristiwa meninggalnya suami klien mengalami tekanan yang berat dan kekecewaan yang berat karena pada waktu itu juga klien sedang hamil besar anak kedua. pada saat kejadian klien tidak dapat menerima sehingga ia mencari jawaban kepada seorang pendeta.

    Bantuan yang saya berikan :
    a. See Healing
    klien datang menemui saya dan mencurahkan perasaan, keluhan-keluhan, dan kesedihan mengingat kepergian suaminya. klien menceritakan sedetail-detailnya masalah yang ia hadapi waktu itu.

    b. Sustaining (penopangan)
    saya mendapingi klien untuk meringankan beban pikirannya dengan mengatakan bahwa orang-orang yang kita cintai itu pasti akan pergi. saya selalu menguatkan klien dengan pengalaman sakit saya sehingga pengalaman kehilangan orang yang dicintai itu sudah bisa dilupakan walaupun itu sangat menyedihkan.

    Kemampuan mendegarkan yang perlu saya tingkatkan :
    yaitu saya menunjukkan minat untuk mendengarkan keluhan yang ia ceritakan supaya kita nampak antusias terhadap persoalan yang tengah diceriterakannya.kemudian memberi perhatian terhadap lawan bicara, tidak sibuk sendiri dengan membaca buku. Singkatnya menyingkirkan segenap gangguan yang kemungkinan ada. Memahami segenap gejolak perasaan yang dialami oleh lawan bicara. saya bersikap Empati pada klien untuk berada atau masuk dalam situasi/kondisi yang dialami klien. saya bersikap sabar, tenang sambil menganggukan-anggukkan kepala saat klien bercerita dan memberikan masukan/umpan balik.

  15. rosa said

    nama klien: Budi
    usia: 29 tahun
    jenis kelamin: laki-laki
    suku: sunda
    kasus: penderita HIV positif sejak tahun 2004

    kebutuhan utama dari klien saya ini, adalah dia ingin orang-orang lain tidak mengucilkan dia, dan dia juga ingin berbuat sesuatu yang bisa berguna bagi dirinya dan orang banyak di sisa-sisa hidupnya.

    berdasarkan kebutuhannya tersebut, maka bantuan yang dapat saya berikan adalah 1. see healing, menjadi pendengar yang baik dan dengan setia mendengarkan keluhan-keluhannya.
    2. sustaining, mendampingi dia supaya tidak mengalami depresi berkepanjangan sehingga dia masih bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk dia dan orang-orang di sekitarnya.

    kemampuan mendengarkan yang perlu saya tingkatkan supaya pendampingan menjadi efektif:
    keenam hal itu perlu lebih saya tingkatkan lagi, terutama dalam hal berempati, karena bisa saja kita menjadi pendengar yang baik tapi belum tentu kita bisa ikut merasakan penderitaanya. saya rasa hal itu yang perlu ditingkatkan lagi.

  16. bayu said

    Nama : Kasih
    Jenis Kelamin : perempuan
    Umur : 35
    Suku : Jawa
    Kasus : Dia merasa belum siap ditinggal mati ibunya sebab ibunya pernah menyuruhnya untuk segera menikah. ibunya berkata bahwa dia belum mau mati sebelum melihat dia menikah. akhir tahun lalu dia sudah berencana untuk menikah, namun karena ada sedikit permasalahan dengan orang tua cowoknya dan karena dia belum siap sepenuhnya maka dia membatalkan rencananya untuk menikah akhri tahun lalu. dia sangat menyesal kenapa waktu itu dia tidak jadi menikah. penyesalan tersebut didasari atas rasa bersalah kepada orang ibunya karena dia merasa tidak mampu memenuhi permintaan orang tuanya untuk yang terakhir kali. menurut saya klien membutuhkan pendampingan agar dapat menerima kepergian ibunya dan tidak merasa bersalah kepada ibunya.

    bantuan yang akan saya berikan:
    a. see healing: saya akan berusaha menjadi tempat curahan perasaanya dengan segenap perhatian dan perasaan sehingga dia merasa diperhatikan.

    b. sustaining : saya akan berusaha memberikan semangat kepadanya agar dia dapat menerima kematian ibunya dan dia tidak lagi merasa berdosa dan terbebas dari penyesalan yang berkepanjangan akibat tidak dapat memenuhi permintaan terakhir ibunya.

  17. bayu said

    maaf bu ada yang lupa,,,
    kemampuan mendengarkan yang perlu saya tingkatkan adalah ke 6 hal tersebut terutama dalam hal memahami segenap gejolak perasaan yang dialami oleh klien dan berempati.

  18. rini said

    Nama : yosef
    Jenis kelamin: laki-laki
    umur 70 tahun
    suku: Jawa
    kebutuhan klien saya adalah pendampingan karena ia menderita penyakit gangguan pada saluran kencing. namun dokter belum memberikan keterangan yang jelas tentang penyakitnya. yang jelas setiap kali mau buang air kecil dia tidak bisa mengeluarkannya karena sakit sehingga harus menggunakan pispot ( maaf jika salah dalam penulisan).Dia mengatakan bahwa ia membutuhkan teman untuk berbicara dan bercerita karena istrinya harus mencari uang untuk biaya pengobatannya sehimgga ia hanya sendirian di rumah.
    berdasarkan kebutuhan tersebut maka bantuan yang saya berikan adalah : 1. see healing, saya akan berusaha untuk menemani dan mendengarkan cerita klien saya.2. sustaining, agar klien tidak stress terhadap penyakit yang ia alami kalupu dokter belum menenukan penyakit yang ia alami.
    kemampuan mendengarkan yang perlu saya kembangkan adalah Menunjukkan minat. Maksudnya kita nampak antusias terhadap persoalan yang tengah diceriterakannya katena ia membutuhkan orang yang bisa mendengarkannya dan berusaha untuk bersifat empati.saya merasa itu perlu saya tingkatkan lagi.

  19. Tyo dan Beni said

    Nama : Awan
    Umur : 20 tahun
    Jenis Kelamin: Pria
    Suku : Jawa
    Kasus : Ayahnya meninggal dunia.

    Awan adalah anak pertama dari dua bersaudara. Dia mempunyai satu adik perempuan yang saat ini kelas I SMA. Ayahnya meninggal karena sakit di saluran pernapasan. Ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Setelah ditinggal oleh ayahnya, awan adalah satu- satunya laki-laki dalam keluarganya. Penyakit ayahnya diduga bermula dari ayahnya yang mengalami Post Power Syndrome, setelah itu ayahnya jarang menjaga kesehatan dan sering pulang malam.
    Kebutuhan utama dari klien adalah menjadi sosok pengganti ayah dan untuk itu, klien harus merelakan kepergian ayahnya.
    Dengan kondisi klien yang seperti itu, dapat diberikan pendampingan dalam bentuk :
    1.See healing
    Duduk disamping pasien untuk mendengarkan keluhannya. Klien sering menyalahkan orang- orang yang ada di sekitar ayahnya saat itu. Klien menyalahkan pembantunya, dokternya.
    2.Sustaining, memberikan motivasi terhadap klien agar mampu menerima segala hal yang terjadi selama ini.
    3.Guiding
    Melakukan refleksi atas perjalanan keberadaan ayah saat bersama dengan klien. Klien diajak untuk lebih menerima kondisi yang ada karena banyak faktor yang mempengaruhi ayah klien meninggal dunia. Dengan kejadian ini, klien disadarkan bahwa apabila ayahnya hidup lebih lama, tentunya akan lebih sengsara.
    Kemampuan mendengarkan yang perlu dikembangkan adalah :
    1. Menatap wajah klien. Dengan melakukan kontak mata dan sorot mata yang penuh perhatian agar klien merasa yakin sungguh didengarkan.
    2. Agar kita dapat merasakan penderitaan klien, perlu adanya minat terhadap permasalahan ini. Dengan adanya minat, akan menunjukkan adanya keserius kita terhadap persoalan yang diceritakan.
    3. Memberi perhatian terhadap lawan bicara. Penjelasannya tidak jauh berbeda dibandingkan dengan dua point di atas.
    4. Memahami gejolak perasaan klien, sehingga saya dapat lebih mudah membantu klien dalam menghadapi permasalahannya.
    5. Empati, mau merasakan apa yang dirasakan klien. Ikut ambil bagian dalam permasalahannya.
    6. bersikap sabar, tenang dan ramah saat memberikan umpan balik/ masukan. Klien yang mengalami perasaan kehilangan ini, mempunyai kecenderungan untuk bercerita terus dan merasa bahwa orang lain tidak merasakan apa yang dia rasakan saat ini.

  20. yudha aja said

    Nama : Unyil
    umur : 12 tahun
    jenis kelamin : laki-laki
    suku : jawa
    penyakit : kanker otak

    Unyil seharusnya sudah menginjak kelas 2 SMP saat ini. Akibat penyakit yang diderita menjelang kenaikan kelas 2, maka dia tidak bisa melanjutkan impiannya. Penyakit yang bermula dari tumor dan berubah menjadi kanker mau tidak mau memaksa dia untuk berbaring dalam kesakitannya. benjolan di kepala sudah membesar. pertama kali melihat, saya pikir dia menderita hydrochephalus (cairan dalam rongga kepala), tetapi setelah saya mengunjungi bersama guru BK (home visit), ternyata saya baru mengetahui bahwa dia menderita kanker. Saya menemani Unyil scaning tumor di RS Sardjito bersama dengan ibunya (orang tua satu-satunya) dan guru BK di SMP tempat dia bersekolah.
    Melihat dia adalah anak tunggal, terlebih ayahnya tidak diketahui keberadaanya, maka saya mendampingi Unyil sekaligus keluarganya (ibu dan mbahnya). Kebutuhan utama dari Unyil saya kira adalah perhatian terhadap kebutuhan psikologis, berupa penghiburan, dan saya pikir bentuk pendampingan yang dapat saya lakukan adalah pendampingan see healing dan sustaining. see healing saya berikan dengan tujuan benar-benar mendampingi klien (Unyil), mengingat bahwa keluarga Unyil sudah memberhentikan pengobatan ke RS karena kondisi Unyil sudah berada pada stadium akhir dari kanker dan dokter yang merawat sudah menyatakan angkat tangan. Saya sungguh-sungguh bersedia mendampingi, mendengarkan rintihan-rintihan kesakitan Unyil yang hanya tersirat dari geraman, mimik wajah.. Pada bagian lain, saya memberikan bantuan sustaining dengan tetap menghibur agar Unyil dan keluarga tetap bisa tersenyum, memiliki pengharapan walau harapan hidup tipis…
    saya pikir, kemampuan mendengarkan yang saya perlu kembangkan di sini adalah kemampuan berempati terhadap Unyil. hal itu lebih dominan saya berikan, karena Unyil hanya bisa merintih, tidak bisa berbicara karena sebagian tubuh Unyil lumpuh separuh akibat operasi yang pernah dijalaninya di kepala…terhadap ibu dan mbahnya (berhubung bahasa jawa saya tidak lancar) maka saya mengembangkan ke enam kemampuan mendengarkan dengan umpan balik berupa bahasa non verbal…
    saya yakin mereka memahami maksud saya tanpa harus banyak berbicara.. hehehe..

    wah, hari menjelang pagi…
    (^.^)it’s time to sleep well..

  21. Dessy Kristina said

    Nama : Bu Aya
    Jenis Kelamin : Perempuan
    Umur : 69 tahun
    Suku : Dayak

    1.Kasus :
    Suami bu Aya meninggal 8 tahun yg lalu krn menderita penyakit diabetes. Bu Aya belum bisa benar2 melupakan kenangan bersama suaminya terlebih jika bu Aya sedang m’hadapi suatu masalah atau sedang berada pd masa-masa sulit. Beliau masih sering teringat akan saat-saat bersama suaminya. Bu Aya memiliki 2 orang anak yg sudah menikah. Anaknya yg sulung saat ini tinggal di Jakarta sdngkn anaknya yg bungsu tinggal satu rumah dengan bu Aya. Namun, walaupun anak & menantunya masing2 sudah bekerja, bu Aya masih harus membiayai kebutuhan hidup mrk semua (satu kelarga di rmh itu). Utk merenovasi rumahnya pun bu Aya hrs menanggung biayanya sendiri. Anak & menantunya seolah2 tdk peduli dgn keadaan ibunya. Mrk memang tinggal di rmh itu tp seluruh p’hasilan mereka hny digunakan utk kepentingan mereka sendiri. Apalagi jika musim liburan tiba, anak & menantunya selalu pulang ke rmh mertuanya yg berada di luar kota sehingga bu Aya hny tinggal sndr di rmh. Bu Aya merasa kalau saja suaminya masih hidup, tentu keadaannya bisa lebih baik drpd skrg ini. Bu Aya saat ini masih bekerja sbg guru SD tetapi jika melihat kondisi & umurnya saat ini, tentu saja tdk lama lg bu Aya akan pensiun. Wlpn begitu, keponakan dan cucu2 bu Aya (anak-anak dari keponakannya) masih rutin mengunjunginya, menyayangi & memperhatikan beliau.

    2.Kebutuhan utama bu Aya :
    ·Dpt menerima kepergian suaminya & lebih tegar.
    ·Dpt menyelesaikan renovasi rumahnya.
    ·Dpt hidup bahagia di masa tuanya.
    ·Anak2nya bisa lebih perhatian & peduli kepadanya.

    3.Bentuk pendampingan yang saya berikan :
    ·See Healing
    Saya menjadi temannya yg bersedia & setia mendengarkan perasaan, keluhan, kekecewaan, & kemarahannya. Saya ingin menjadi tempat baginya utk menumpahkan berbagai macam keluh kesahnya agar suasana hatinya menjadi lebih baik & bebannya sedikit berkurang.
    ·Sustaining (penopangan)
    Saya memberikan dorongan & support kepada Bu Aya agar ia dpt bangkit & kuat dlm menjalani hidupnya.

    4.Kemampuan mendengarkan yang perlu saya kembangkan :
    ·Menatap wajah lawan berbicara agar saya dpa mengetahui ekspresi wajahnya krn mnrt saya ekspresi wajah dpt mencerminkan perasaannya.
    ·Menunjukkan minat. Kita harus antusias harus thdp persoalan yg diceriterakannya sehingga klien merasa yakin sungguh didengarkan..
    ·Memberi perhatian thdp lawan bicara & sungguh2fokus m’dengarkan klien. Jika saya sibuk sndr dgn kegiatan lain, klien akan merasa tdk dihargai dan diacuhkan.
    ·Memahami segenap gejolak perasaan yg dialami oleh klien.
    ·Empati: berusaha utk dpt masuk dlm situasi/kondisi yg dialami oleh klien.
    ·Bersikap sabar, tenang & ramah saat memberikan masukan/umpan balik.

  22. wicha said

    nama: ibu Tini
    usia: 47 tahun
    suku: Jawa
    kasus: ditinggal meninggal suaminya akibat kecelakaan lima tahun yang lalu dan akibat kematian yang mendadak suaminya tersebut, mengakibatkan dirinya belum bisa menerima kenyataan ini bahkan sering menyalahkan Tuhan kemudian juga mengalami trauma dan ketakutan apabila melihat kecelakaan dan sekerumunan orang bahkan melihat kepala ayam pun dia takut.

    kebutuhan utamanya:
    – mampu menerima kenyataan dan tidak menyalahkan siapapun atas kejadian ini
    – menghilangkan rasa ketakutan dan traumanya

    pendampingan yang saya berikan:
    1. see healing, yaitu menjadi pendengar yang baik dan mau menjadi tempat mencurahkan segala isi hatinya
    2. sustaining, memberikan dorongan dan semangat untuk dapat melanjutkan hidup ini lagi, karena masih ada anak-anaknya yang sangat membutuhkan perhatiannya.

    kemampuan mendengarkan yang perlu saya tingkatkan:
    bagaimana bisa benar-benar mendengarkan dengan tulus dan bisa bersikap empati atas penderitaan klien.

  23. hendra said

    Nama : Ochit (nama samaran)
    usia : 29 tahun
    suku : jawa
    kasus : dua bulan lalu ia dan keluarganya ditinggalkan oleh bapaknya yang telah pergi untuk selama-lamanya ke pangkuan Tuhan. Ia sangat sedih begitu juga saudara-saudaranya dan juga ibunya. Awalnya, saya ingin mendampingi ibunya tetapi karena keterbatasan komunikasi (soal bahasa), sehingga saya memutuskan untuk mendampingi mas ochit. Mas ochit sendiri telah ikhlas dengan kepergian bapaknya. ia mengatakan bahwa untuk apa bersedih yang berkepanjangan kalau ternyata bapak pergi ke pangkuan Yang Maha Kuasa. hanya saja mas ochit mengatakan bahwa ibunya belum bisa menerima kenyataan ini. ibunya sering melihat kembali album foto kenangan ketika bapaknya masih hidup. seringkali ketika ibu melakukan itu, mas ochit dan saudara-saudaranya mencoba untuk menyingkirkan album-album foto itu dari hadapan ibu dengan maksud supaya tidak terlampau bersedih dan bisa menerima kenyataan ini. sebenarnya, mas ochit sendiri juga belum benar-benar ikhlas menrima kenyataan bahwa bapaknya meninggal. ketika pergi ke makam bapak, mas ochit sering menangis terisak-isak dan mengenang kembali saat-saat ketika ayahnya masih hidup. Bahkan mas ochit seringkali merasa iri melihat ada keluarga yang masih utuh, masih ada ibu dan bapak yang masih hidup. Hal itu mas ochit ungkapkan ketika tahu kalau pendamping ternyata masih memiliki keluarga yang utuh, bapak dan ibu yang masih hidup.
    kebutuhan utama : kebutuhan untuk menerima kenyataan hidup dan pengolahan emosi terutama menyangkut rasa iri yang kadang sering timbul.

    bentuk bantuan yang diberikan
    a. see healing yaitu berusaha duduk dan mendengarkan dengan penuh empati apa yang ingin diungkapkan oleh klien.
    b. sustaining yaitu mendampingi klien dikala sedang mengalami kesedihan dan berbeban berat.
    c. guiding yaitu melakukan penelaahan bersama atas kesedihan serta rasa iri yang mungkin terlalu berlebihan dan tidak realistik.

    kemampuan mendengarkan yang perlu dikembangkan
    a. menatap wajah klien dengan sebaik-baiknya dan tidak mengalihkan perhatian dari klien.
    b. menunjukkan minat yang besar pada permasalah yang sedang dialami oleh klien.
    c. berempati dengan klien, memasukkan permasalah klien dan merasakan betul masalah klien tersebut.

  24. Edi said

    Nama : Ibu Heny
    Jenis Kelamin : Perempuan
    Umur : 63 Th
    Suku : Jawa
    Kasus : Suami Meninggal Dunia
    Enam bulan yang lalu Ibu Heny ditinggal suami tercinta karena kecelakaan mobil angkutan kota dengan truk konteiner di kota Lampung, Sumatera Barat. Suami ibu heny bekerja sebagai sopir angkutan kota di kota Lampung. Profesi tersebut sudah dilakukannya selama sembilan tahun. Ibu heny sekarang tinggal di kota Jogja seorang diri. Sebelum suaminya meninggal dia tinggal di kota lampung sambil berjualan kecil-kecilan untuk menambah penghasilan keluarga. Tetapi karena perasaan sedih yang selalu membelenggu dan perasaan sepi tinggal suami, maka Ibu Heny memutuskan untuk kembali ke kota kelahirannya di Jogjakarta. Ibu Heny merasa lebih tenang tinggal di Jogja karena bisa lebih dekat dengan keluarga. Ibu Heny mempunyai dua orang anak ( kedua duanya laki-laki) satu tinggal di Jakarta dan satu lagi di Riau,Pekan Baru. Kedua puteranya sudah menikah dan jarang sekali pulang ke rumah orang tua atau sekedar menjenguk orang tua yang sudah seorang diri. Bahkan saat suaminya meninggal kedua anaknya juga tidak ada yang datang untuk menghadiri atau sekedar memberi ucapan belasungkawa. Sikap kedua anaknya itu membuat hati Ibu Heny tambah sedih dan kecewa.
    Ibu Heny selalu merasa sedih dan belum bisa menerima kenyataan yang dialamai sekarang. Dia merasa berat menjalani hari-hari hidupnya seorang diri. Kadang perasaan sedih dan kecewa yang dialaminya sedikit berkurang ketika tetangga ada yang peduli datang ke rumah sekedar ngobrol.
    Ibu Heny membutuhkan kehadiran orang lain dalam menjalani saat-saat berat dalam hidupnya. Kehadiran tersebut antara lain kehadiran anaknya atau keluarga dekat untuk mampu menghilangkan perasaan sedih setelah ditinggal suaminya.
    Bantuan yang sebaiknya diberika:
    1.Sustaining
    Bantuan ini diberikan dimaksudkan agar klien tidak mengalami kesedihan yang berkepanjangan dan dapat berpikir realistis, serta dapat menerima kenyataan yang sedang dialaminya.
    2.Guiding
    Bantuan ini diberikan agar klien dapat memahami keadaan yang dialami sat ini merupakan peristiwa hidup yang bisa dialami setiap orang. Peristiwa ditinggal orang dekat dapat mengakibatkan kesedihan atau tidak tergantung bagaimana seseorang mensikapinya dalam kehidupan.

    Menurut saya kemampuan yang perlu ditingkatkan adalah kemampuan mendengarkan. Kemampuan mendengarkan yang perlu saya kembangkan adalah:
    1. Mendengarkan aktif. Agar klien saya merasa yakin bahwa dia sungguh didengarkan.
    2. Merespon pembicaraan dengan klien tanpa menggurui. Agar klien yakin bahwa saya sungguh peduli dengan masalah yang dialaminya
    3. Memberi perhatian terhadap lawan bicara, agar klien merasa sungguh-sungguh diperhatikan.
    4. Memahami segenap gejolak perasaan yang dialami oleh lawan bicara. Hal ini agar saya dapat bersikap dengan tepat pada saat saya mendampingi klien saya dan dapat memberikan bantuan yang betul-betul membantu klien saya.
    5. Empati: hal ini penting karena dengan berempati saya dapat mengetahui beratnya beban yang diderita oleh klien saya.
    6. Bersikap sabar, tenang dan ramah saat memberikan masukan/umpan balik. Ini penting karena klien membutuhkan sosok seseorang yang hangat yang dapat sepenuhnya peduli pada permasalahan yang dialalinya. Dengan demikian klien akan merasa aman dengan orang itu dan menerima masukan yang diberikan.

  25. hanna & maya said

    1. awal mula ibu kaminem sakit
    Awalnya sebelum ibu kaminem masuk RS Panti Nugroho, ibu kaminem sudah sempat dirawat di Rumah selama 1 Minggu, selama 1 minggu itu ibu kaminem tidak bisa melakukan segala kegiatannya sehari-hari, Ia hanya bisa berbaring di kamar dan apa-apa dibantu oleh suaminya, sebab dirumah itu hanya ibu kaminem dan suaminya sedangkan anak kandungnya tinggal di Bandar bersama suami dan anaknya. Ibu kaminem awalnya hanya merasa masuk angin kemudian oleh suaminya dikerokin, setelah selang 2 hari ibu kaminem ternyata tidak sembuh, kemudian penyakitnya tersebut tambah menjadi ibu kaminem tidak bisa buang air besar dan air kecil sehingga perut ibu kaminem membesar, kemudian suaminya membawa ibu kaminem keRS Panti Rapih, sesampainya diRS ibu kaminem sudah koma dan oleh doter langsung dipasang selang infus, vitamin,oksigen, dan selang yang berguna untuk membuang kotoran yang ada diperutnya itu melalui hidung, kami semua tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan ibu kaminem saat itu sebab sewaktu ibu kaminem dibawa ke RS tersebut semua badannya sudah dingin dan yang hangat hanyalah dari tenggorokkan ke atas. Ternyata setelah dilakukan beberapa pemeriksaan ibu kaminem mengidap penyakit ginjal, usus buntu dan usus yang melilit diusus besarnya sehinga perlu dilakukan operasi untuk memotong usus yang melilit tersebut. Ibu kaminem berada diruang ICCU selama 4 hari, selama 4 hari itu bu kaminem melakukan cuci darah sebanyak 2x tepatnya hari sabtu dan hari senin, ibu kaminem masuk ruang ICCU itu lagi pada saat operasi pemotongan usus, diruang ICCU selama 3 hari.Suami dan anaknya mengisi hari-hari diRS itu dengan doa, mereka hanya bisa menangis.

    2. Kebutuhan konseli saat ini adalah ia dapat menerima penyakit yang dideritanya, mencari seseorang yang mau mendengarkan keluhan dan cerita atau unek-uneknya, dan dihari tuanya tersebut ia mengharapkan anak kandungnya tinggal bersama ibu kaminem dan suaminya sehingga dihari tuanya ibu kaminema ada yang merawat dan memperhatikannya.

    3. Bentuk pendampingan yang diberikan kepada pasien yaitu :
    1. See Healing
    Kami memberikan bantuan bentuk See Healing ini dengan cara kami duduk disamping pasien dan kami berusaha untuk mendengarkan segala keluh kesah dari pasien yang kami beri pendampingan itu dengan senang hati sehingga pasien merasa bahwa dirinya tidak sendiri, dan tidak ada orang yang mau memperhatikannya disaat ia sedang sakit, melainkan banyak orang yang mau menemani dan memperhatikannya di saat ia sakit.
    2. Sustaining
    Bantuan yang kami berikan misalnya kami memberikan pendampingan kepada keluarga terutama kepada anak kandungnya karena saat itu anak kandungnya berada di Bandar, setelah mengetahui bahwa ibunya kritis maka anaknya bergegas pulang dan langsung menuju ke RS Panti Rapih, setelah anaknya mengetahui bahwa ibunya telah masuk ruang ICCU dan melihat kondisi ibunya yang sudah tidak berdaya lagi bahkan sudah tidak bisa berbicara dengan lancar maka anaknya tersebut sudah tidak dapat membayangkan lagi apa yang akan terjadi kepada ibu kaminem, anaknya tersebut mengira bahwa ibunya tidak bisa tertolong lagi dan anaknya tersebut mengisi hari-hari diRS dengan berdoa. Sebab pada saat ibu kaminem dibawa keRS kondisi ibu kaminem sudah dalam keadaan koma.
    4. Kemampuan mendengarkan yang perlu saya kembangkan supaya pendampingan yang saya lakukan itu efektif adalah:
     Menatap lawan bicara sebaik-baiknya
    Cara ini kami lakukan supaya pasien merasa bahwa kami bersedia dengan kerelaan hati untuk mendengarkan segala keluh kesah dari pasien yang kami beri pendampingan sehingga pasien merasa dirinya ditemani dan menerima kedatangan kita.
     Menunjukkan minat
    Kami berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi pasien yang kami beri pendampingan misalnya dengan cara kami memegang tangannya supaya pasien dikuatkan dalam menjalani sakit yang dideritanya sehinga pasien selalu berpikir positif.
     Memahami segenap gejolak perasaan yang dialami oleh lawan bicara
    Kami berusaha untuk memahami segala perasaan konseli terutama pada saat ibu kaminem berada pada detik-detik menjelang operasi, pada saat itu ibu kaminem dianjurkan untuk dioperasi pada kamis jam 7 pagi dan ibu kaminem saat itu sudah merasa yakin dan kuat menjalani operasi tersebut tetapi pada malamnya jam 11 kondisi ibu kaminem tiba-tiba panas tinggi sampai paginya juga panasnya belum turun, selain itu albumen dalam darah ibu kaminem yang seharusnya 3,20 tetapi albumen dalam darah ibu kaminem hanya 2,28 sehingga operasi diundur sampai dengan hari senin, setelah mengetahui bahwa operasinya akan diundur ibu kaminem merasa kecewa dan seperti orang yang patah semangat, kami berusaha untuk menghibur dia dengan cara datang menemuinya dan mengajaknya berbicara,
     Empati
    Kami berusaha untuk menunjukkan pada ibu Kaminem kalau kami sangat mengerti dan peduli sekali pada perasaan yang dialami ibu saat ini dengan cara selalu mendengarkan segala keluh kesahnya
     Bersikap sabar, tenang, dan ramah saat memberikan masukan/umpan balik
    Pada saat kami meminta ijin untuk melakukan wawancara dengan pasien, awalnya pasien tidak mau untuk diwawancarai, ketika kami minta untuk berfoto dengan pasien, awalnya pasien marah dan tidak mau berbicara sepatah katapun kepada kami, tetapi setelah kami melontarkan beberapa pertanyaan pancingan kepada pasien akhirnya pasien mau untuk bercerita mengenai sakit yang dideritanya, dan mau untuk diajak berfoto. Kami berusaha untuk sabar dan tetap bersikap ramah kepada pasien sekalipun kami sudah dimarah-marah oleh pasien.

  26. dian said

    nama : bani
    umur : 45
    jenis kelamin : perempuan
    suku : jawa
    agama : islam

    Bani adalah seorang ibu rumah tangga, dia telah memiliki 3 orang anak laki-laki. 5 tahun yang lalu Bani ditinggal mati oleh suaminya yang seorang pegawai negeri pemerintahan. Suaminya meninggal ketika sedang mempersiapkan diri akan tugas keluar kota, penyebab dari kematian dari suaminya adalah sebuah penyakit yang cukup berbahaya yaitu penyakit vertigo, penyakit itu menyerang saraf batang otak.
    sepeninggal suaminya Bani merasa Syok karena dia tidak siap menghadapi situasi dimana dia akan hidup tanpa suaminya dan harus berjuang untuk tetap menghidupi ke-3 anaknya yang masih sangat membutuhkan biaya yang banyak untuk hidup sehari-hari dan biaya pendidikan, Bani merasa tidak sanggup untuk menjalani semua tanpa pendampingan suaminya yang selama ini selalu ada disampingnya.

    Kebutuhan klien saya adalah pendampingan dan dukungan dari orang sekitar termasuk saya sebagai pendamping klien, sehingga klien dapat menerima kenyataan yang dihadapinya dengan begitu klien dapat terus ,menjalani kehidupannya dan tetap harus selalu berjuang demi kelangsungan kehidupannya dan kehidupan anak-anaknya.

    1.Sustaining
    Bantuan ini diberikan dimaksudkan agar klien tidak mengalami kesedihan yang berkepanjangan dan dapat berpikir realistis, serta dapat menerima kenyataan yang sedang dialaminya.
    2.Guiding
    Bantuan ini diberikan agar klien dapat memahami keadaan yang dialami saat ini merupakan peristiwa hidup yang bisa dialami setiap orang. Peristiwa ditinggal orang dekat dapat mengakibatkan kesedihan atau tidak tergantung bagaimana seseorang mensikapinya dalam kehidupan.

    Menurut saya kemampuan yang perlu ditingkatkan adalah kemampuan mendengarkan. Kemampuan mendengarkan yang perlu saya kembangkan adalah:
    1. Mendengarkan aktif. Agar klien saya merasa yakin bahwa dia sungguh didengarkan apa yang menjadi bebannya selama ini.
    2. Merespon pembicaraan dengan klien tanpa menggurui. Agar klien yakin bahwa saya sungguh peduli dengan masalah yang dialaminya dan mencoba untuk dpat memahami perasaan dan situasi apa yang sedang dialaminya
    3. Memberi perhatian terhadap lawan bicara, agar klien merasa sungguh-sungguh diperhatikan.
    4. Memahami segenap gejolak perasaan yang dialami oleh lawan bicara. Hal ini agar saya dapat bersikap dengan tepat pada saat saya mendampingi klien saya dan dapat memberikan bantuan yang betul-betul membantu klien saya sehingga pendampingan saya benar-benar dapat menjadi secercah harapan bagi klien saya untuk tetap tegar dalam menjalani kehidupannya kedepan.
    5. Empati: hal ini penting karena dengan berempati saya dapat memahami beratnya beban yang diderita oleh klien saya.
    6. Bersikap sabar, tenang dan ramah saat memberikan masukan / umpan balik. Ini penting karena klien membutuhkan sosok seseorang yang hangat yang dapat sepenuhnya peduli pada permasalahan yang dialaminya. Dengan demikian klien akan merasa aman dengan saya sebagai pendamping dan menerima masukan yang diberikan dapat diterima sebagai pemacu semangatnya untuk terus semangat menjalani kehidupannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: