PASTORAL CARE terhadap ORANG SAKIT

March 18, 2009

Salah satu bentuk memberikan konseling pastoral adalah melakukan pastoral care kepada penderita sakit, baik yang dirawat di rumah maupun di rumah sakit. Inti dari pastoral care adalah kita menjadi teman bagi sesama yang sedang sakit dan menjadi rekan bagi keluarga pasien. Semua hal tersebut kita lakukan dengan memberikan bantuan sebagai berikut:
1. See Healing
Maksudnya melakukan suatu fungsi penyembuhan holistik dalam bentuk kesediaan kita untuk duduk di samping pasien dan mendengarkan dia mengungkapkan perasaan, keluhan, kemarahannya di hadapan kita. Singkatnya kita menjadi media katarsis baginya atau tempat “tumpahan” macam-macam keluh-kesahnya.
2. Sustaining (penopangan)
Maksudnya mendampingi pasien, atau keluarga yang merasa mendapat “beban”, supaya mereka tidak mengalami stress berkepanjangan. Misalnya: bagaimana kita perlu bersikap saat berhadapan dengan pasien yang menjadi tidak percaya diri pasca diamputasi kakinya karena kecelakaan lalulintas? Sebab amputasi berarti ketidak sempurnaan/cacat! Dan biasanya pasien yang bersangkutan menjadi tidak memiliki semangat/hasrat/gairah menjalani hidupnya lagi. Kita harus mendorongnya untuk bangkit lagi supaya tetap memiliki pengharapan. Atau bagaimana kita harus bersikap saat mendampingi seorang ibu yang harus melakukan aborsi demi keselamatan nyawanya karena ia mengidap penyakit lever, yang akibatnya dihantui oleh rasa salah/dosa terus-menerus. Atau bagaimana kita harus bersikap menghadapi pasien terminal ill yang dihinggapi rasa cemas menjalani hari-harinya dalam ketidakpastian atau yang ketakutan karena fakta kematian
terbentang di hadapannya.
3. Guiding
Melakukan penelaahan bersama (dengan pasien atau keluarganya) dengan tujuan memahami kasus-kasus yang dialami pasien, yang biasanya tak ada hubungan dengan rumah sakit sekalipun, tetapi tetap perlu dibantu untuk ditangani. Contoh: pasien yang mengalami perceraian, pasien yang ternyata hamil di luar nikah (dan ingin melakukan aborsi), dll…………… Tujuannya membantu pasien melihat konsekwensi-konsekwensi untuk mengadakan pertimbangan-pertimbangan moral.
4. Reconciliation (memperbaiki hubungan)
Pasien kerap kali mempunyai perasaan telah menjadi beban bagi keluarganya dan keluarga sendiri sering merasa bosan mendengar keluhan tersebut, akibatnya terjadi kerenggangan hubungan di antara pasien dan keluarganya. Untuk itu petugas pastoral care bertujuan menjadi media yang dapat “menyambung hati” antara kedua kubu tersebut.
Soal lain: pasien pengidap TBC, Lever, AIDS, “Sakit Kotor” …. kerap kali menjadi rendah diri (karena tahu penyakitnya itu termasuk kategori menular atau susah sembuh), maka petugas pastoral care perlu membantu pasien memiliki kepercayaan diri lagi.

KEMAMPUAN MENDENGARKAN

Syarat utama agar kita dapat menjalankan pastoral care adalah kemampuan mendengarkan pasien/klien. Ada 6 syarat untuk dapat mendengarkan secara efektif (bdk. Tulus Tu’u, Dasar-dasar Konseling Pastoral, Yogyakarta: Andi Offset, 2007), yaitu:
1. Menatap wajah lawan berbicara sebaik-baiknya. Perlu melakukan kontak mata supaya orang yang diajak bicara merasa yakin sungguh didengarkan.
2. Menunjukkan minat. Maksudnya kita nampak antusias terhadap persoalan yang tengah diceriterakannya.
3. Memberi perhatian terhadap lawan bicara, tidak sibuk sendiri dengan HP atau kegiatan lain. Singkatnya menyingkirkan segenap gangguan yang kemungkinan ada.
4. Memahami segenap gejolak perasaan yang dialami oleh lawan bicara.
5. Empati: keinginan dan kemauan pendengar untuk berada atau masuk dalam situasi/kondisi yang dialami lawan bicara.
6. Bersikap sabar, tenang dan ramah saat memberikan masukan/umpan balik.

PERTANYAAN REFLEKSI:
Baca artikel di atas baik-baik lalu terapkan dalam film “Akhir Kehidupan:The End of Life” yang
(akan) kita saksikan bersama:
1. Bantuan pastoral care dalam bentuk apakah yang lebih banyak dilakukan oleh Hannelore (istri Herbie) kepada Herbie menjelang kematiannya? Jelaskan.
2. Apakah menurutmu Hannelore menjalankan ke-6 cara mendengarkan yang efektif saat merawat Herbie?
3. Rumuskan arti kematian yang dapat kamu simpulkan setelah melihat film tersebut?
4. Bagaimana perasaanmu sekarang tentang KEMATIAN setelah melihat film tersebut? Jelaskan

19 Responses to “PASTORAL CARE terhadap ORANG SAKIT”

  1. Agnes & Ida said

    Bantuan pastoral care yang lebih banyak dilakukan oleh Hannelore menjelang kematian suaminya Herbie adalah see healing dan sustaining. Dengan see healing Hannelore dengan sabar mendengarkan keluhan suaminya serta curhatan suaminya. Dengan sustaining Hannelore benar-benar mendampingi suaminya secara total, memberi semangat, membantu suaminya menjalani hari-harinya dengan harapan bahwa suaminya tetap kuat dan memiliki pengharapan untuk bisa bertahan lebih lama lagi dengan hidupnya.

    Ya, Hannelore menjalankan keenam cara kemampuan mendengarkan. Dengan demikian suaminya Herbie merasa bahwa istrinya benar-benar mendampinginya dan tidak meninggalkannya sendirian di saat akhir hidupnya, jadi Herbie bisa benar-benar merasakan kebermaknaan hidup.

  2. Marsel said

    1. Bantuan pastoral care yang lebih banyak dilakukan oleh Hannelore kepada suaminya adalah see healing dan sustaining. Bantuan pastoral care see healing yang dilakukan Hannelore, terbukti dari sikapnya yang selalu sabar mendampingi dan mendengarkan keluhan suaminya dan derita yang dialami suaminya. Dia tidak pernah mengeluh merawat suaminya, dan selalu menanyakan keadaan yang dirasakan suaminya setiap hari dan memperlakukan suaminya penuh cinta sampai suaminya meninggal.
    Bantuan pastoral care sustaining yang diberikan Hannelore kepada suaminya adalah tergambar dari sikapnya mendampingi suaminya dengan sungguh-sungguh secara total, memberi semangat kepada suaminya untuk bisa menikmati setiap hari disisa hidupnya,Hannelore selalu siap membantu kesulitan suaminya dan memfokuskan diri untuk membahagiakan suaminya.

    2. Hannelore menjalankan keenam cara kemampuan mendengarkan secara efektif. Hal ini terbukti dari Dia selalu menatap wajah suaminya sata berbicara dan mendampingi suaminya.Terlihat perhatian yang tulus yang terpancar dari mata Hannelore saat memperhatikan suaminya. Menunjukan minat yang sungguh-sungguh untuk peduli terhadap penderitaan suaminya. Hannelore selalu fokus pada saat suaminya mengungkapkan sesuatu padanya,. Terbukti bahwa dia selalu memahami keinginan suaminya. Dia memahami bahwa suaminya kesepian, takut, dan membutuhkan dukungan dia, maka dia selalu berusaha untuk bisa memberikan kebahagiaan kepada suaminya. Dia sangat mengerti betul penderitaan yang dialami suaminya dan keinginan suaminya. Hal ini terbukti dari cara dia memperlakukan suaminya sesuai dengan keinginan suaminya dan dia dapat membahagiakan suaminya. Sikap sabar dan tenang sangat tampak pada diri Hannelore. Dia tidak pernah mengeluh dan putus asa untuk mendampingi suaminya dan menghibur suaminya. Dengan senang hati dia membantu suaminya untuk mengisi hidup dengan sebaik-baiknya selama masih bisa bertahan hidup.

  3. Ria said

    1. Bantuan pastoral care yang dilakukan oleh Hannelore kepada suaminya yaitu see healing dan sustaining. Karena sebagai seorang istri, Hannelore selalu setia mendampingi dan mendengarkan keluh kesah dari suaminya yang sedang mengalami kesakitan akibat penyakitnya. selain itu, Hannelore juga selalu memberikan dukungan dan semangat kepada suaminya agar suaminya dapat terus berjuang dalam hidupnya. Hannelore juga ingin tetap membahagiakan suaminya di saat-saat terakhirnya.
    2. Hannelore menjalankan keenam cara kemampuan mendengarkan efektif. Hal itu memang terbukti Hannelore sebagai seorang istri tetap mendampingi dan merawat suaminya sampai akhir hidupnya. Hannelore juga tidak ingin melewati masa-masa terakhirnya bersama Herbie suaminya, maka dari itu ia tetap setia dan tetap sabar dalam mendampingi dan merawat Herbie.

  4. putri&rose said

    1. hanneloremelakukan pastoral care See Healing dan Sustaining. See healingterbukti pada saat hannelore bersedia mendampingi suaminya yang sakit, dengan duduk di sampingnya dan mendengarkan segala keluh kesahnya sedangkan Sustaining terbukti dari cara hannelore memotivasi suaminya sehingga suaminya kuat dalam menjalani sakitnya.
    2. Hannelore menjalankan ke enma cara kemampuan mendengarkan efektif ini terbukti saat hannelore berkomunikasi dengan suaminya ia mentap suaminya menunjukkan kebersediaan mendengarkan dengan minat, perhatian,memahami apa yang dirasakan suaminya dan senantiasa bersikap sabar saat menanggapi dan memotivasi suaminya

  5. Novi & Nisa said

    1) Bantuan pastoral care yang diberikan Hannalore yaitu see healing dan sustaining. Bantuan dengan menggunakan see healing terlihat ketika Hannalore selalu menemani suaminya dengan duduk disampingnya dan mendengarkan keluh kesah suaminya dengan rendah hati, tegar, dan penuh kesabaran. Bantuan dengan menggunakan sustaining terlihat ketika Hannalore selalu memberi motivasi dan memengang tangan suaminya. Ia juga mendukung suaminya ketika suaminya membagi pengalaman sakitnya untuk difilmkan. Pada saat-saat suaminya kritis Hannalore senantiasa membisikan kata-kata yang membuat suamina tenang yaitu bahwa “kamu dalam damai”.
    2) Ya, Hannalore menggunakan ke-6 cara mendengarkan yang efektif, terlihat bahwa Hannalore selalu menatap wajah suaminya saat mereka berbicara, memberi perhatian, dan tidak sibuk sendiri dengan kegiatan lain. Hannalore memahami segenap gejolak perasaan yang dialami oleh suaminya, hal ini terbukti pada waktu sauminya mengalami kesakitan dan merasa down. hal ini juga menunjukan rasa empati Hannalore pada suaminya.

  6. sendy&lucia said

    1. Bantuan pastoral care yan banyak dilakukan oleh Hannelore kepada suaminya menjelang kematian yaitu:see healing dan sustaining. Hal ini terbukti bahwa Hannelore selalu mendampingi dan bersedia untuk mendengarkan keluh kesah apa yang diderita dan dirasakan oleh suaminya dengan penuh kesabaran, perhatian,kesetian, dan memberikan semangat untuk dapat terus berjuang menjalani sisa hidupnya.
    2. Hannelore menjalankan ke-enam cara mendengarkan yang efektif. Terbukti bahwa Hannelore, selalu menatap wajah suaminya saat berbicara dengan sebaik-baiknya, memberikan perhatian, minat, empati dan memahami apa yang dirasakan oleh suaminya dengan penuh kesabaran dan sikap yang ramah dan tenang.

  7. anna said

    1. Bantuan yang banyak dilakukan Hannelore adalah See Healing dan Sustaining. Bantuan dalam bentuk See Healing terbukti dari kesetiaan Hannelore mendampingi Herbie (suaminya)dengan penuh cinta dan mau mendengarkan keluhan-keluhan dari sakit yang diderita suaminya. Hannelore selalu ada di samping suaminya bahkan sampai kematian menjemput suaminya.
    Bantuan dalam bentuk Sustaining terbukti dari sikap Hannelore yang mau ikut berempati terhadap kondisi suaminya dan kesediaannya untuk selalu memotivasi suaminya apabila suaminya mengalami keputusasaan. Melalui rasa cinta yang besar terhadap suaminya Hannelore mampu menerima keadaan suaminya dan selalu setia terhadap suaminya.
    2. Hannelore menjalankan keenam cara mendengarkan yang efektif saat merawat Herbie. Hal ini terlihat dari matanya yang selalu menatap suaminya ketika suaminya mengeluh tentang penyakitnya atau bahkan menceritakan curahan hatinya. Dia juga menunjukkan minatnya ketika mendengarkan keluhan suaminya tentang penyakitnya. Dia selalu perhatian kepada suaminya,terbukti dari sikap dan caranya dalam memperlakukan suaminya. Dia juga mengerti bagaimana perasaan suaminya yangs selalu takut dan kesepian dalam penuakitnya. Dengan kata lain, Hannelore mampu merasakan apa yang dirasakan suaminya tapi dia selalu tampak tegar agar suaminya dapat termotivasi dan memperoleh semangat hidupnya kembali. Dengan kesabaran dan ketenangannya dia mampu merawat suaminya, mendengarkan keluh kesah suaminya, mendampingi suaminya dari awal suaminya sakit sampai meninggal.

  8. sisil said

    1. Bantuan pastoral care yang banyak dilakukan oleh Hannelore kepada suaminya menjelang kematiannya adalah see healing dan sustaining. Bantuan dengan menggunakan see healing terlihat ketika Hannelore setia mendampingi suaminya dengan sabar dan penuh kasih sayang sebelum kematian menjemputnya. Hannelore selalu ada didekat suaminya, ia dengan rendah hati mendengarkan keluhan suaminya yang merasa putus asa dalam menjalani hidupnya dengan penyakit tumor yang dideritanya, walaupun Hannelore merasa sedih melihat kedaan suaminya tetapi Hannelore tidak mau memperlihatkan kesedihannya di depan suaminya, ia berusaha untuk tegar.Bantuan dengan menggunakan sustaining terlihat ketika Hannelore selalu memberikan dukungan kepada suaminya dalam menjalani hidupnya melawan sakit yang dideritanya, dengan setia membimbing suaminya dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Walaupun Hannelore merasa lelah, ia tetap semangat dalam mendampingi suaminya sampai pada saat maut akan menjemput suaminya, Hannelore selalu berada disamping suaminya memegang tangannya dengan penuh cinta dan membisikkan telinga suaminya dengan kata-kata “istirahatlah dengan damai”. Hannelore tidak meneteskan air mata karena dia merasa yakin bahwa suaminya hidup dengan damai bersama Tuhan.
    2.Ya, Hannelore menjalankan ke-enam cara mendengarkan aktif. Hal tersebut dapat terlihat ketika Hannelore merawat suaminya, ia selalu menatap wajah suaminya saat berbicara tentang penyakit yang sedang dideritanya dan memahami keadaan suaminya yang terus berjuang dalam melawan tumor yang berada diperutnya. Hannelore selalu mendegarkan keluhan yang selalu ducapkan oleh suaminya bahwa dia merasa putus asa dan memutuskan untuk mati saja,tetapi Hannelore tidak menyerah untuk memberikan dukungan kepada suaminya untuk tetap bertahan hidup. Hannelore dengan sabar dalam mendampingi suaminya sampai kematian menjemputnya dan suaminya dapat beristirahat dengan damai.

  9. beni dan tyo said

    1. Bantuan pastoral care yang banyak dilakukan Hannelore pada suaminya adalah see healing karena dari awal setelah mereka mengetahui penyakit sang suami (Herbie) Hannelorelah yang setia mendampingi seluruh proses yang dialami Herbie, keluh-kesahnya, kecemasannya, keraguannya, dan rasa sakit yang dialami ketika penyekitnya bergejolak. hannelore hadir dan mendampingi Herbie hampir di seluruh proses perjalanan sakit Herbie. Hannelore juga menjadi penopang (sustaining) ketika Herbie mulai kehilangan kepercayaan diri dan ketakutan mulai mempengaruhinya. Sikap setia dan tegar Hannelore membuat Herbie mampu melewati masa-masa kritis baik secara fisik maupun psikis.
    2. Iya benar Hannelore menggunakan 6 syarat mendengarkan efektif saat merawat Herbie.
    Dia menatap suaminya dan berbicara sungguh-sunguh dari hati dan ia memberi perhatian yang lebih kepada Herbie, ia juga memahami apa yang dirasakan oleh suaminya, dan ia benar-benar bisa berada menyatu dalam situasi dan kondisi yang dialami Herbie dengan benar dan tepat. ia telah bersamanya dari awal hingga akhir proses dimana Herbie dapat menerima kematiannya dan berakhir dengan tenang. Herbie bisa melaluinya karena bantuan istrinya Hannelore.

  10. wahyu dan vidy said

    1. bantuan pastoral care yang banyak dilakukan oleh Hannelore kepada suaminya adalah see healing dan sustaining. see healing karena Hannelore dengan setia mendampingi suaminya (Herbie)dari awal sakit sampai suaminya meninggal. hannelore dengan kasih, setia, dan kesabaran mendengarkan keluhan, perasaan Herbie (Hannelore selalu bersedia menjadi tempat “tumpahan” keluh kesah Herbie). dalam bentuk sustaining dapat dilihat dari Hannelore selalu menopong suaminya, saat suaminya putus asa. Hannelore selalu memotivasi, memberi semangat pada Herbie, sehingga Herbie tetap bersemangat dalam keadaan sakit yang parah sekalipun.
    2. ya Hannelore menggunakan 6 syarat mendengarkan aktif saat bersama atau merawat Herbie. dapat dilihat dari: Hannelore selalu menatap wajah dan kontak mata saat merawat Herbie, sehingga herbie merasa nyaman dan mengungkapkan apa yang menjadi keluhan dan perasaannya. Hannelore juga mendnegarkan dengan serius semua yang diungkapkan Herbie. saat Hannelore mendampingi suaminya, hannelore meninggalkan/menyelesaikan semua kesibikannya dan fokus dalam mendampingi Herbie. Hannelore sangat memahami perasaan suaminya, sehingga Hannelore dapat merasakan apa yang dirasakan suaminya. Hannelore selalu sabar, ramah dan tenangsaat memberikan umpan balik kepada suaminya. walaupun Hannerole merasa sedih tetapi di depan suaminya dia selalu berusaha untuk tetap tegar.

  11. Monica dan Wicha said

    1. Bantuan pastoral care yang lebih banyak dilakukan oleh Hannelore (istri Herbie) menjelang kematian adalah see healing dan sustaining.dimana sang isteri selalu setia mendampingi suaminya terbukti waktu menjalani kehidupan dari awal kebahagian (pernikahan) sampai saatnya sang suami menderita sakit yang sangat mematikan. dan sang isteri selalu bersama-sama dengan suaminya menghadapi kesulitan saat suaminya sakit dengan memberikan semangat dan cinta yang tulus sampai pada akhir hidupnya.

    2. Menurut saya Hannelore sudah menjalankan ke-6 cara mendengarkan yang efektif saat merawat Herbie karena pendampingan untuk orang yang sakit itu sanagt dibutuhkan waktu dan pendampingan misalnya saat Herbie jalan-jalan ke taman dan sekujur tubuhnya sakit tetapi sang isteri tetap setia menemaninnya.

  12. bayu & rosa said

    1. bantuan pastoral care yang dilakukan oleh Hannelore menjelang kematian adalah see healing, karena dari awal Hannelore sudah menunjukkan sikap tabah dalam menghadapi penyakit suaminya, kemudian dia juga mendampingi suaminya dengan cara menjadi pendengar yang setia, menemaninya dalam segala hal. dengan begini suaminya tidak merasa sendiri dan lebih siap dalam menghadapi kematiannya.

    2. Hannelore menerapkan ke-6 cara mendengarkan aktif, yaitu Hannelore selalu menatap mata suaminya dengan penuh kehangatan, selalu mendengarkan dengan tulus setiap hal yang keluar dari mulut suaminya, memberi respon dan perhatian kepada suaminya dengan memegang tangannya tanda bahwa dia sangat memperhatikan suaminya.

  13. Hanna & Maya said

    1.Bantuan yang banyak dilakukan Hannelore adalah See Healing dan Sustaining.
    Bantuan dalam bentuk See Healing terbukti dari kesetiaan Hannelore mendampingi Herbie dengan penuh kesabaran, perhatian, cinta dan mau mendengarkan segala keluhan dari sakit yang diderita oleh Herbie. Hannelore dengan setia mendampingi suaminya bahkan sampai Herbie meninggal dunia.
    Bantuan dengan menggunakan sustaining terlihat ketika Hannelore selalu memperhatikan dan memberi dukungan pada Herbie dalam menjalani hari – hari diakhir hidupnya.Hanelore dengan setia merawat dan membantu suaminya dalam melakukan kegiatannya sehari-hari.Hannelore selalu berada disamping Herbie memegang tangannya dan memeluknya dengan penuh cinta dan membisikkan kepada Herbie“kamu jangan pernah takut mati, kamu akan mati dengan damai dan tenang”, selain itu Hanelore juga berkata “Aku kini merasa lega, karena Herbie dapat istirahat dalam kedamaian”. Hannelore tidak meneteskan air mata karena dia merasa yakin bahwa suaminya hidup dengan damai bersama Tuhan.

    2.Hannelore menjalankan keenam cara mendengarkan yang efektif pada saat merawat Herbie. Ini terlihat pada saat Hanelore merawat Herbie, Ia selalu menatap wajah Herbie dengan penuh cinta kasih saat mereka berbicara. Hanelore dengan setia mau mendengarkan segala keluhan yang diderita oleh Herbie tanpa pernah merasa bosan dan Hanelore selalu memberikan dukungan dan semangat kepada Herbie agar Herbie selalu kuat dalam menjalani hidupnya.

  14. Yudha aja said

    1. Menurut saya, bantuan pastoral care yang banyak dilakukan Hannelore pada suaminya adalah see healing. Dalam durasi film tersebut, Hannelore setia mendampingi Herbie, kecemasannya, keraguannya, keluh-kesahnya, dan ketika rasa sakit yang dialami timbul.
    2. Hannelore menggunakan 6 syarat mendengarkan efektif saat merawat Herbie.
    Dia menatap suaminya dan berbicara sungguh-sunguh dari hati dan ia memberi perhatian yang lebih kepada Herbie, ia juga memahami apa yang dirasakan oleh suaminya, dan ia benar-benar bisa berada menyatu dalam situasi dan kondisi yang dialami Herbie dengan benar dan tepat. ia telah bersamanya dari awal hingga akhir proses dimana Herbie dapat menerima kematiannya dan berakhir dengan tenang. Herbie bisa melaluinya karena bantuan istrinya Hannelore.

  15. Edi said

    1.See Healing: Hannelore (istri Herbie) mau dan rela mendengarkan segala keluhan dan kondisi yang sedang dialami Herbie. kondisi sakit kanker yang dialami Herbie tentunya membuat diri Herbie terbebani dan tertekan karena batas waktu hidup yang hanya retaif singkat. dalam saat-saat terakhir hidup Herbie justru dapat dijalaninya dengan tulus ikhlas karena dukungan dan penerimaan dari Hannelore. Hannelore dapat membuat diri Harbie pasrah dan tidak tertekan pada saat menjalani akhir-akhir hidupnya.
    2.Ya, Hannelore menjalankan ke-6 cara mendengarkan yang efektif saat merawat Herbie.

  16. Dessy Kristina said

    (1) Bentuk bantuan Pastoral Care yg lebih byk dilakukan oleh Hannelore yaitu :
    ·See Healing
    Hannelore dgn setia & sabar merawat, menjaga, menemani, duduk di samping Herbie & mendengarkan suaminya itu mengungkapkan seluruh perasaan, keinginan/harapan, keluhan, & ketakutannya menjelang kematiannya. Bahkan menjelang kematian Herbie pun Hannelore tetap mengajak suaminya itu berbicara, menciumnya, memegang tangannya, dan menyanyikan lagu kesukaan Herbie.
    ·Sustaining (penopangan)
    Hannelore memberikan semangat dan dukungan kpd Herbie agar ia tetap kuat, tidak putus asa, dan dapat berjuang melawan penyakitnya itu.

    (2) Ya, Hannelore menjalankan ke-6 cara mendengarkan yg efektif saat merawat Herbie. Setiap kali Hannelor berbicara dgn Herbie, ia selalu menatap wajah suaminya dan memegang tangan suaminya. Hannelore dgn setia & sabar merawat suaminya itu sampai akhir hidupnya.

  17. hendra said

    bentuk bantuan yang lebih banyak dilakukan oleh Hannelore yaitu see healing dan sustaining. dengan see healing Hannelore setia duduk disamping Herbie dan mendengarkan seluruh keluh kesah dari Herbie. Hannelore tidak pernah mengeluh atau mempersalahkan keluh kesah dari Herbie tetapi hanya duduk dan mendengarkan.
    dengan sustaining Hannelore setia mendampingi Herbie dan selalu memberi semangat kepada Herbie dalam sisa-sisa hidup Herbie.

    Hannelore menjalankan ke-6 cara mendengarkan yang efektif. Hannelore setia duduk disamping Herbie dan menatap wajah Herbie dan menunjukkan minat yang besar atas setiap keluh kesah Herbie.Hannelore terlihat begitu tenang dan sabar dalam mendampingi Herbie. tidak terlihat sedikitpun rasa panik, marah, takut, cemas dari wajah Hannelore. Inilah yang membuat Herbie seolah merasa aman berada didekat Hannelore.

  18. Hanna & Maya said

    1. awal mula ibu kaminem sakit
    Awalnya sebelum ibu kaminem masuk RS Panti Nugroho, ibu kaminem sudah sempat dirawat di Rumah selama 1 Minggu, selama 1 minggu itu ibu kaminem tidak bisa melakukan segala kegiatannya sehari-hari, Ia hanya bisa berbaring di kamar dan apa-apa dibantu oleh suaminya, sebab dirumah itu hanya ibu kaminem dan suaminya sedangkan anak kandungnya tinggal di Bandar bersama suami dan anaknya. Ibu kaminem awalnya hanya merasa masuk angin kemudian oleh suaminya dikerokin, setelah selang 2 hari ibu kaminem ternyata tidak sembuh, kemudian penyakitnya tersebut tambah menjadi ibu kaminem tidak bisa buang air besar dan air kecil sehingga perut ibu kaminem membesar, kemudian suaminya membawa ibu kaminem keRS Panti Rapih, sesampainya diRS ibu kaminem sudah koma dan oleh doter langsung dipasang selang infus, vitamin,oksigen, dan selang yang berguna untuk membuang kotoran yang ada diperutnya itu melalui hidung, kami semua tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan ibu kaminem saat itu sebab sewaktu ibu kaminem dibawa ke RS tersebut semua badannya sudah dingin dan yang hangat hanyalah dari tenggorokkan ke atas. Ternyata setelah dilakukan beberapa pemeriksaan ibu kaminem mengidap penyakit ginjal, usus buntu dan usus yang melilit diusus besarnya sehinga perlu dilakukan operasi untuk memotong usus yang melilit tersebut. Ibu kaminem berada diruang ICCU selama 4 hari, selama 4 hari itu bu kaminem melakukan cuci darah sebanyak 2x tepatnya hari sabtu dan hari senin, ibu kaminem masuk ruang ICCU itu lagi pada saat operasi pemotongan usus, diruang ICCU selama 3 hari.Suami dan anaknya mengisi hari-hari diRS itu dengan doa, mereka hanya bisa menangis.

    2. Kebutuhan konseli saat ini adalah ia dapat menerima penyakit yang dideritanya, mencari seseorang yang mau mendengarkan keluhan dan cerita atau unek-uneknya, dan dihari tuanya tersebut ia mengharapkan anak kandungnya tinggal bersama ibu kaminem dan suaminya sehingga dihari tuanya ibu kaminema ada yang merawat dan memperhatikannya.

    3. Bentuk pendampingan yang diberikan kepada pasien yaitu :
    1. See Healing
    Kami memberikan bantuan bentuk See Healing ini dengan cara kami duduk disamping pasien dan kami berusaha untuk mendengarkan segala keluh kesah dari pasien yang kami beri pendampingan itu dengan senang hati sehingga pasien merasa bahwa dirinya tidak sendiri, dan tidak ada orang yang mau memperhatikannya disaat ia sedang sakit, melainkan banyak orang yang mau menemani dan memperhatikannya di saat ia sakit.
    2. Sustaining
    Bantuan yang kami berikan misalnya kami memberikan pendampingan kepada keluarga terutama kepada anak kandungnya karena saat itu anak kandungnya berada di Bandar, setelah mengetahui bahwa ibunya kritis maka anaknya bergegas pulang dan langsung menuju ke RS Panti Rapih, setelah anaknya mengetahui bahwa ibunya telah masuk ruang ICCU dan melihat kondisi ibunya yang sudah tidak berdaya lagi bahkan sudah tidak bisa berbicara dengan lancar maka anaknya tersebut sudah tidak dapat membayangkan lagi apa yang akan terjadi kepada ibu kaminem, anaknya tersebut mengira bahwa ibunya tidak bisa tertolong lagi dan anaknya tersebut mengisi hari-hari diRS dengan berdoa. Sebab pada saat ibu kaminem dibawa keRS kondisi ibu kaminem sudah dalam keadaan koma.
    4. Kemampuan mendengarkan yang perlu saya kembangkan supaya pendampingan yang saya lakukan itu efektif adalah:
    Ø Menatap lawan bicara sebaik-baiknya
    Cara ini kami lakukan supaya pasien merasa bahwa kami bersedia dengan kerelaan hati untuk mendengarkan segala keluh kesah dari pasien yang kami beri pendampingan sehingga pasien merasa dirinya ditemani dan menerima kedatangan kita.
    Ø Menunjukkan minat
    Kami berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi pasien yang kami beri pendampingan misalnya dengan cara kami memegang tangannya supaya pasien dikuatkan dalam menjalani sakit yang dideritanya sehinga pasien selalu berpikir positif.
    Ø Memahami segenap gejolak perasaan yang dialami oleh lawan bicara
    Kami berusaha untuk memahami segala perasaan konseli terutama pada saat ibu kaminem berada pada detik-detik menjelang operasi, pada saat itu ibu kaminem dianjurkan untuk dioperasi pada kamis jam 7 pagi dan ibu kaminem saat itu sudah merasa yakin dan kuat menjalani operasi tersebut tetapi pada malamnya jam 11 kondisi ibu kaminem tiba-tiba panas tinggi sampai paginya juga panasnya belum turun, selain itu albumen dalam darah ibu kaminem yang seharusnya 3,20 tetapi albumen dalam darah ibu kaminem hanya 2,28 sehingga operasi diundur sampai dengan hari senin, setelah mengetahui bahwa operasinya akan diundur ibu kaminem merasa kecewa dan seperti orang yang patah semangat, kami berusaha untuk menghibur dia dengan cara datang menemuinya dan mengajaknya berbicara,
    Ø Empati
    Kami berusaha untuk menunjukkan pada ibu Kaminem kalau kami sangat mengerti dan peduli sekali pada perasaan yang dialami ibu saat ini dengan cara selalu mendengarkan segala keluh kesahnya
    Ø Bersikap sabar, tenang, dan ramah saat memberikan masukan/umpan balik
    Pada saat kami meminta ijin untuk melakukan wawancara dengan pasien, awalnya pasien tidak mau untuk diwawancarai, ketika kami minta untuk berfoto dengan pasien, awalnya pasien marah dan tidak mau berbicara sepatah katapun kepada kami, tetapi setelah kami melontarkan beberapa pertanyaan pancingan kepada pasien akhirnya pasien mau untuk bercerita mengenai sakit yang dideritanya, dan mau untuk diajak berfoto. Kami berusaha untuk sabar dan tetap bersikap ramah kepada pasien sekalipun kami sudah dimarah-marah oleh pasien.

  19. HANNA dan MAYA said

    Nama : Ibu Kaminem
    Umur : 73 Tahun
    Alamat : Saren wedomartani ngemplak sleman – jogjakarta
    Suku : Jawa
    Kasus : Penyakit komplikasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: