SAKIT DAN KEMATIAN

February 22, 2009

I. ARTI SAKIT
Pengalaman penderitaan fisik (misalnya sakit berat) yang dialami seseorang kerap menjebaknya pada suatu situasi yang dapat dirumuskan sebagai pengalaman batas daya. Ada berbagai macam arti sakit, misalnya:
1. Sakit berarti suatu keadaan badan yang kurang menyenangkan, bahkan dirasakan sebagai siksaan sehingga menyebabkan seseorang tidak dapat menjalankan aktivtas sehari-hari.
2. Sakit adalah keadaan individu yang mengalami serangkaian gannguan fisik dan menyebabkan timbulnya rasa tidak nyaman
3. Sakit berarti menderita penyakit kronis atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja atau kegiatan menjadi terganggu
4. Sakit merupakan berkah dan bukti kasih sayang Tuhan kepada diri kita karena rasa sakit adalah alaram yang mengingatkan tubuh kita memerlukan istirahat.
5. Sakit berarti adanya gangguan atau kehilangan fungsi sehingga seseorang menjadi tidak senang, tidak cakap, tidak mampu bahkan mati

TUGAS:
Coba analisa dan jelaskan pengalaman sakit Aya Chan dari film “I Liter of Tears” dari perspektif kelima pernyataan tentang arti sakit tersebut.

ARTI KEMATIAN

Pengalaman sakit juga dapat menyebabkan seseorang memasuki situasi batas daya. Adapun yang dimaksud memasuki situasi batas daya adalah seseorang mengalami penurunan fungsi fisik dan psikhis. Penurunan fungsi fisik terbukti dengan ketidakmampuannya melakukan aktivitas apapun untuk mengendalikan hidupnya sendiri. Ia pun menjadi tergantung pada bantuan orang lain/mengalami situasi di luar kendali atau kuasanya. Tidaklah mengherankan apabila klien memasuki situasi yang disebut “kritis”. Terbukti dengan kerapnya ia dihantui oleh perasaan takut dan khawatir, bahkan juga mengalami berbagai macam halusinasi. Sikap bijaksana yang perlu dilakukan olehnya dalam situasi semacam ini adalah menerima keadaan sakitnya. Inilah yang disebut dengan kepasrahan. Pengalaman/situasi kepasrahan ini akan menuntun dia ke titik puncak akhir kehidupannya. Jadi ia perlu mendapatkan bimbingan supaya dapat memasuki tahap kepasrahan, lewat pendekatan konseling pastoral.

Situasi batas daya juga dapat menghantarkan seseorang menjelang kematian. Adapun yang dimaksud dengan kematian adalah akhir dunia bagi masing-masing individu. Pada umumnya kematian dipahami sebagai kematian fisik. Menurut ilmu pengetahuan kematian fisik dimengerti sebagai pelapukan fisik dan berhentinya fungsi-fungsi dari organ-organ yang ada di dalam tubuh manusia. Kematian ini ditandai dengan menghembuskan nafas terakhir kalinya, sehingga tidak ada lagi kesempatan baginya untuk kembali ke kehidupan sebelumnya. Dengan demikian ia memasuki suatu misteri yang tak terelakan yang membawanya kembali ke asal mula keberadaanya.

Kematian merupakan pengalaman eksistensial manusia, yang dialaminya sebagai suatu “misteri” sekaligus “musuh” dan peristiwa itu pasti akan dialami setiap orang. Disebut sebagai “misteri” karena ….. Dan disebut sebagai “musuh” karena …….

Fakta tersebut dipertegas oleh Hardono Hadi yang mengatakan: “Kematian merupakan bagian integral dari kehidupan manusia. Kematian itu pasti akan dihadapi oleh siapapun, maka setiap orang perlu berani menghadapi kematian”. Oleh karena kematian merupakan bagian integral dari kehidupan manusia, maka kematian adalah suatu realita yang tak dapat terelakan, yang pasti datang dan akan mengakhiri drama kehidupan setiap individu di dunia. Sekaligus kematian merupakan awal dimulainya perjalanan jiwa manusia dalam bentuk /wujud yang berbeda dimana dan membuat manusia lebih mulia karena kembali kepada Pencipta-Nya (Komaruddin Hidayat). Itulah sebabnya kematian perlu dipahami sebagai pintu untuk memasuki kehidupan manusia selanjutnya yaitu suatu kehidupan yang sama sekali lain dengan yang sekarang ini dialaminya.

32 Responses to “SAKIT DAN KEMATIAN”

  1. igna said

    Arti pengalaman batas daya….

  2. igna said

    VIDI: Arti sakit SUATU KEADAAN BADAN YANG KURANG MENYENANGKAN, BAHKAN DIRASAKAN SEBAGAI SIKSAAN SEHINGGA MENYEBABKAN SESEORANG TIDAK DAPAT MENJALANKAN AKTIVITAS SEHARI-HARI.

    SATRIO: sakit adalah KEADAAN INDIVIDU MENGALAMI SERANGKAIAN GANGGUAN FISIK YANG MENIMBULKAN RASA TIDAK NYAMAN.

    MONIC: sakit berarti MENDERITA PENYAKIT KRONIS ATAU GANGGUAN KESEHATAN LAIN YANG MENYEBABKAN AKTIVITAS KERJA ATAU KEGIATAN MENJADI TERGANGGU.

    MAYA: sakit MERUPAKAN BERKAH DAN BUKTI KASIH SAYANG TUHAN KEPADA DIRI KITA KARENA RASA SAKIT ADALAH ALARM PERTAMA YANG MENYATAKAN BAHWA DIRI KITA MEMERLUKAN ISTIRAHAT.

    ROSA: sakit BERARTI ADANYA GANGGUAN ATAU KEHILANGAN FUNGSI SEHINGGA SESEORANG MENJADI TIDAK SENANG, TIDAK CAKAP, TIDAK MAMPU DAN BAHKAN MATI

  3. beni said

    Film Aya Chan menunjukkan bahwa keadaan sakit merupakan suatu berkah yang istimewa atau kurang lebih seperti yang disampaikan oleh Maya. Dibalik setiap kehidupan bagaimanapun keadaanya ada rahmat Tuhan yang tersembunyi. Penderitaan sakit yang kita alami akan disertakan bersama penderitaan Kristus.

  4. Sendy & Lucia said

    Berdasarkan pengalaman sakit Aya chan yang paling sesuai menurut 5 perspektif pernyataan yang ada yaitu sakit merupakan berkah dan bukti kasih tuhan karena walaupun dengan keadaan sakitnya yang di alami secara bertahap dan merenggut masa remajanya tetapi Aya menganggap sakitnya sebagai keistimewaan, tidak pernah menyerah, tidak merasa sendirian, dan mampu melakukan sesuatu hal dengan keterbatasan yang ada serta dapat memberikan inspirasi bagi banyak orang baik yang mengalami sakit seperti dirinya maupun orang-orang yang mengalami keputusasaan dan tidak memiliki kebermaknaan hidup. Tetapi walaupun demikian, Aya selalu berterima kasih atas sakit yang dideritanya dan mempunyai semangat juang hidup yang tinggi.

  5. Sendy & Lucia said

    Menurut kami kematian sebagai ” misteri” karena suatu realitas yang dialami semua manusia ( menurut Thomas Koten kematian merupakan suatu proses manusia menuju alam kehidupan lain, tanpa akhir yang keberadaannya hanya bisa diteropong kacamata iman.
    Menurut teolog L.Baros kematian adalah pengalaman sangat istimewa dimana manusia secara jelas menentukan sikapnya Allah. Sebaliknya menurut teolog Collopy kematian adalah momen paling gelap dan sulit bagi manusia untuk beriman yang membawa setiap manusia pada kesulitan mengimani Allah.
    Kematian dianggap sebagai “musuh” karena kematian merupakan suatu ketakutan yang paling dasar dalam hidup manusia, dan akhir dari segala-galanya, serta pertanggungjawaban manusia kepada Allah atas segala perilaku yang telah diperbuat selama hidup.

  6. rini said

    Dari pengalaman sakit yang dialami oleh Aya Chan saya berpendapat bahwa sakit merupakan gangguan dalam fungsi normal seseorang dan merupakan sebuah berkah dari Allah yang sangat istimewa.Pengalaman sakit yang dialami oleh Aya memberi inspirasi bahwa walaupun dalam keadaan sakit kita tidak boleh menganggap diri kita lemah. Dengan keadaan sakit pun masih banyak yang dapat kita lakukan yang mungkin kelak akan berguna bagi banyak orang seperti yang dilakukan oleh Aya.Penderitaan atau sakit yang kita alami dapat mengarahkan kita agar menanggapi-Nya dengan iman, kasih dan harapan, membentuk kita agar lebih menyerupai Kristus dan mempersatukan kita agar saling menolong dan saling menguatkan satu sama lain.

  7. rini said

    Kematian adalah sebuah realitas yang dialami oleh semua manusia. Setiap manusia yang berziarah di dunia ini harus menuju kematian. Selain itu juga kematian adalah sebuah misteri agung dalam kehidupan.
    Kata teolog Macquarrie, kematian adalah sebuah problem religius yang menyentuh nadir dan mencuatkan refleksi teologis tentang kebermaknaan hidup.
    Dalam berbagai aliran teologi, kematian adalah kegiatan refleksi teologik tentang proses sejarah kehidupan manusia yang—menuruti kendali dan dorongan Kuasa Ilahi—sedang menapaki jalan menuju ke persinggahan terakhir-eskaton.
    Menurut teolog L Baros, kematian adalah pengalaman sangat istimewa di mana manusia secara jelas menentukan sikapnya pada Allah. Sebaliknya teolog Collopy menulis, kematian adalah momen paling gelap dan sulit bagi manusia untuk beriman—death is untheological—yang membawa setiap manusia pada kesulitan mengimani Allah.(Thomas Koten,http://www.sinarharapan.co.id/berita/0802/09/opi03.html
    Sabtu, 09 Februari 2008).

  8. SAKIT adalah akibat kegagalan tubuh manusia dalam menyingkirkan bahan buangan, lendir/mucus, serta toksin yang menghalangi fungsi-fungsi normal tubuh manusia.

    MATI adalah terputusanya hubungan manusia dan manusia yang lain. jika sudah dalam kata mati, maka kita tidak akan bisa lagi merasakan segalanya yang masih bisa dirasakan sekarang ini, detik ini, dan hari ini. mati adalah hilangnya rohani dari tubuh dan seketika itu tubuh tidak berarti apapun, bagai seonggok sampah yang ada.

    FILEM AYA CHAN, menunjukan sikap sesorang yang tidak pernah menyerah pada situasi apapun dalam menjalani kehidupan. meski dalam keadaan sakit yang parah aya tetap menunjukan bahwa hidupnya tetap berarti terlihat dari buku-buku diary yang dia tulis, walaupun kondisinya sudah tidak memungkim kan dia untuk menulis, dan terbukti walaupun raganya mati tetapi namanya tetap hidup melalui buku-buku tersebut dan mampu memberi semangat dan pelajaran bagi orang lain yang masih hidup…
    maka dari itu apapun yang terjadi dalam hidup ini semuanya hanya semata berkat dan kasih Tuhan, karena dibalik pencobaan Tuhan pasti ada jalan. karena Tuhan memiliki rencana tersendiri bagi hidup kita.

  9. Tyo&Rossa said

    Film I Liter of Tears menunjukkan pada kami bahwa pengalaman sakit yang dialami aya chan dapat dilihat dari 5 perspektif tentang arti sakit dengan dengan menghasilkan uraian sebagai berikut:
    Sakit adalah mengalami gangguan fisik yang menimbulkan rasa tidak nyaman dan menderita karena tidak mengalami gangguan fungsi tubuhnya dan tidak dapat menjalankan aktivitasnya. Orang menjadi tidak senang, tidak cakap, tidak mampu bahkan mati.Tetapi itu semua berkah dari Tuhan.
    Aya chan yang mengalami sakit saraf membuat dia terganggu fungsi organnya dan dalam Sekolah dia tidak bisa melakukan aktivitasnya(tidak bisa olahraga).Penyakitnya membawa dia pada situasi yang paling kritis dan akhirnya meninggal,tetapi dalam sakitnya dia tidak pernah menganggap dirinya lemah dan terus berjuang. LIVE ON

  10. hendra said

    Menarik menyaksikan kesabaran dari Aya. Ia melihat sakit yang ia alami bukan sebagai siksaan (meskipun ada beberapa peristiwa yang sempat membuat dia hampir putus asa), tetapi sebagai sesuatu yang istimewa. Keistimewaan itu betul-betul ia hidupi dalam rentang waktu yang panjang dari sakit yang ia alami. Dengan sakitnya, ia justru mengembangkan kemampuan yang luar biasa dalam menulis (buku harian), bahkan setelah ia meninggal tulisannya dibaca oleh banyak orang (juga mereka yang mengalami sakit yang sama). Tulisannya menyadarkan banyak orang untuk tidak pernah putus asa dalam hidup apapun kondisi atau keadaannya. Walau ia tidak bisa berjalan, tapi ia memberi jalan bagi orang lain untuk tetap hidup lewat tulisannya, walau tangannya tak bisa digerakkan dengan baik, tapi ia bisa menggerakan motivasi banyak orang untuk tetap hidup lewat tulisannya. Walau ia telah tiada, tetapi ia tetap pernah tiada dalam benak orang-orang yang mengasihi dia.Itulah keistimewaan Aya-Chan.

  11. vidi & wahyu said

    Berdasarkan pengalaman Aya Chan, menurut kami sakit adalah suatu keadaan fisik yang tidak menyenangkan karena ia tidak bisa melakukan kegiatan seperti orang lain. Aya Chan mengalami keadaan di mana ia tidak bisa berlari, berolahraga, menaiki tangga dengan cepat seperti teman-temannya saat ingin masuk kelas di sekolah. Dengan keadaan yang seperti itu, Aya Chan membutuhkan bantuan orang lain walaupun dalam hatinya ia tidak ingin merepotkan orang lain. Awalnya ia bingung tentang sakitnya, hingga pada suatu hari ia tahu bahwa ia menderita penyakit yang parah dan belum ada obatnya. Ia sempat merasa putus asa tapi karena dukungan dari keluarganya terutama ibu dan juga dokter yang merawatnya, ia akhirnya tetap bersemangat dan terus berjuang untuk hidup walaupun sangat sulit dengan keadaannya. Aya Chan pada akhirnya menyadari bahwa sakit yang dideritanya merupakan sesuatu yang istimewa dari Tuhan sehingga ia menggunakan sisa waktunya untuk menuliskan pengalaman sakitnya. Tulisan tersebut akhirnya menjadi sebuah buku yang diterbitkan, sehingga buku ini memberi motivasi kepada orang lain terutama orang-orang yang sakit untuk terus berjuang menjalani hidup dengan selalu bersyukur. Keinginan Aya Chan tercapai bahwa ia ingin hidup terus dan itu terbukti dengan Aya Chan terus dikenang. Jadi teruslah bersemangat dalam menjalani hidup dan anggaplah apa yang kita terima merupakan sebuah anugerah!!

  12. Ria said

    Menurut saya sakit adalah suatu berkah dan anugrah yang diberikan Allah kepada kita, sakit juga bukan sebagai suatu siksaan hidup tetapi sakit merupakan suatu hal yang istimewa yang diberikan Allah kepada kita. karena sakit berarti mengingatkan kita untuk beristirahat.
    Dari kisah Aya Chan tersebut memberikan kesan dan bukti kepada saya bahwa saya harus menghargai hidup yang diberikan Allah kepada kita.Walaupun sakit itu menderita, tapi kita tidak pantang menyerah untuk hidup. Justru sakit memberikan kita untuk tetap semangat berusaha untuk memberikan yang terbaik pada hidup.

  13. hanna & maya said

    Setelah kami menyaksikan film, kami menemukan arti sakit yang diderita oleh aya chan merupakan berkah dan bukti kasih sayang Tuhan. walaupun aya chan sedang sakit, dia tetap dapat memanfaatkan organ tubuhnya yang masih berfungsi yaitu tangannya, untuk menulis buku harian. buku harian yang ditulis oleh aya chan sangat bermanfaat bagi pembaca yang mengalami penyakit seperti yang diderita oleh aya chan sebab bukunya tersebut dapat dijadikan motivator untuk setiap orang agar tidak boleh putus asa dalam menghadapi penyakitnya.
    dalam film tersebut kami mengambil pelajaran bahwa sebagai seorang ibu kasih sayang, perhatian, kesabaran untuk selalu memberikan yang tebaik untuk anaknya.

  14. novi & nisa said

    SAKIT : (diambil pada tanggal 2 Februari 2009)
    Menurut Bauman (1965) sakit adalah GANGGUAN DALAM FUNGSI NORMAL INDIVIDU SEBAGAI TOTALITAS TERMASUK KEADAAN ORGANISME SEBAGAI SISTEM BIOLOGIS DAN PENYESUAIAN SOSIALNYA.
    http://perpus-akmr.blog.co.uk/2008/04/28/konsep-sehat-sakit-4103747/

    Sakit adalah gangguan dalam fungsi normal individu sebagai totalitas termasuk keadaan organisme sebagai sistem biologis dan penyesuaian sosialnya (Pemons: 1982).

    Sakit (illness) adalah gangguan psikososial yang dirasakan manusia (Sudibyo. S: 1996).

    Analisa film “I Liter of Tears” :
    Dari kisah Aya Chan, kami belajar bahwa:
    1. Hidup adalah sebuah anugrah, dalam keadaan sehat maupun sakit harus tetap disyukuri.
    2. Aya yang tegar dan tetap mengucap terima kasih ketika mendengar penyakit yang dideritanya dari dokter, menempakkan bahwa Aya begitu menghargai kejujuran dokter ia tidak berontak, hal ini membuat skami belajar untuk bersikap rendah hati.
    3. Semangat dan kekuatan Aya dalam berjuang untuk tetap hidup, mengingatkan saya bahwa tak ada gunanya hidup kami jika kami hanya bermalas-malasan dan tidak melakukan sesuatu yang berguna untuk diri kami dan orang lain.
    4. Dalam keadaan sakit Aya masih tetap produktif memberi cinta dan menerima cinta, membuat kami menyadari bahwa selama ini kadang kami egois karena hanya mau menerima cinta tanpa mau memberi cinta.
    5. Aya menganggap sakit yang dideritanya adalah istimewa, megingatkan kami bahwa selama ini jika kami sakit kami selalu mengeluh dan merasa bahwa sakit saya adalah siksaan dan penderitaan.
    6. Meskipun sudah meninggal dia dapat memberikan semangat kepada orang-orang yang masih hidup lewat tulisannya.

    Dari ibu Aya Chan, saya belajar bahwa :
    1. Mendampingi orang yang sudah dekat dengan kematiannya sangatlah penting dan merupakan hal yang sangat bermakna, membuat kami belajar kelak dalam mendampingin orang yang sudah dekat dengan kematiannya kami patut mencontoh ibu Aya.
    2. Ibu aya selalu memberi semangat dan dukungan pada Aya agar tetap tegar dan semangat berjuang melawan sakitnya.
    3. Ibu Aya yang tegar penuh cinta dan sabar dalam mendampingi setiap detik dan waktu yang Aya habiskan.
    4. Ibu Aya yang semangat dan terus berusaha melakukan upaya apa saja demi kelangsungan hidup Aya.

    Apabila kisah Aya Chan dilihat dari 5 perspektif arti sakit, yaitu :
    1) Keadaan Aya yang mengalami serangkaian gannguan fisik dan menyebabkan timbulnya rasa tidak nyaman
    2) Aya menderita penyakit kronis atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja atau kegiatan menjadi terganggu
    3) Sakit yang diderita Aya merupakan berkah dan bukti kasih sayang Tuhan kepada dirinya karena rasa sakit adalah alaram yang mengingatkan tubuhnya memerlukan istirahat.
    4) Aya mengalami keadaan badan yang kurang menyenangkan, bahkan dirasakan sebagai siksaan sehingga menyebabkan tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.
    5) Aya mengalami gangguan atau kehilangan fungsi sehingga ia tidak cakap, tidak mampu bahkan mati

  15. anna & sisil said

    Film “I Liter of Tears” mengisahkan perjuangan seorang Aya Chan menjalani penyakit yang dideritanya. Dari pengalaman Aya Chan, sakit adalah suatu berkah dari Tuhan walaupun akan terasa sangat menyiksa karena tidak dapat menjalankan aktivitas (misalnya : berolahraga, berlari, berjalan, menulis, dll). Sakit juga membuat seseorang menjadi tidak nyaman karena dia akan banyak membutuhkan bantuan dari orang lain, dengan kata lain dia akan merasa tergantung dengan orang lain. Sebagai contohnya dari pengalaman sakit Aya Chan, dia sangat membutuhkan bantuan dan kehadiran orang-orang yang ada di sekitarnya mulai dari ibunya, ayahnya, adik-adiknya, dan sahabat-sahabatnya bahkan dokter yang merawatnya.Selain itu, sakit juga membuat seseorang menjadi kehilangan fungsi sehingga seseorang menjadi tidak senang, tidak cakap, tidak mampu dan bahkan mati. Karena sakit, Aya Chan menjadi tidak mampu melakukan sesuatu seperti yang teman-temannya lakukan. Aya Chan sempat merasa minder, akan tetapi karena dia menganggap bahwa sakit yang dialaminya adalah suatu berkah dan rahmat dari Tuhan maka selama hidupnya dia tetap bersemangat karena dukungan dan perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Melalui buku hariannya, Aya Chan tetap hidup dan memberikan inspirasi bagi orang-orang yang membacanya.

  16. novi & nisa said

    SAKIT : (diambil pada tanggal 2 Februari 2009)
    Menurut Bauman (1965) sakit adalah GANGGUAN DALAM FUNGSI NORMAL INDIVIDU SEBAGAI TOTALITAS TERMASUK KEADAAN ORGANISME SEBAGAI SISTEM BIOLOGIS DAN PENYESUAIAN SOSIALNYA.
    http://perpus-akmr.blog.co.uk/2008/04/28/konsep-sehat-sakit-4103747/

    Sakit adalah gangguan dalam fungsi normal individu sebagai totalitas termasuk keadaan organisme sebagai sistem biologis dan penyesuaian sosialnya (Pemons: 1982).

    Sakit (illness) adalah gangguan psikososial yang dirasakan manusia (Sudibyo. S: 1996).

    Analisa film “I Liter of Tears” :
    Dari kisah Aya Chan, kami belajar bahwa:
    1. Hidup adalah sebuah anugrah, dalam keadaan sehat maupun sakit harus tetap disyukuri.
    2. Aya yang tegar dan tetap mengucap terima kasih ketika mendengar penyakit yang dideritanya dari dokter, menempakkan bahwa Aya begitu menghargai kejujuran dokter ia tidak berontak, hal ini membuat skami belajar untuk bersikap rendah hati.
    3. Semangat dan kekuatan Aya dalam berjuang untuk tetap hidup, mengingatkan kami bahwa tak ada gunanya hidup kami jika kami hanya bermalas-malasan dan tidak melakukan sesuatu yang berguna untuk diri kami dan orang lain.
    4. Dalam keadaan sakit Aya masih tetap produktif memberi cinta dan menerima cinta, membuat kami menyadari bahwa selama ini kadang kami egois karena hanya mau menerima cinta tanpa mau memberi cinta.
    5. Aya menganggap sakit yang dideritanya adalah istimewa, megingatkan kami bahwa selama ini jika kami sakit kami selalu mengeluh dan merasa bahwa sakit adalah siksaan dan penderitaan.
    6. Meskipun sudah meninggal dia dapat memberikan semangat kepada orang-orang yang masih hidup lewat tulisannya.

    Dari ibu Aya Chan, saya belajar bahwa :
    1. Mendampingi orang yang sudah dekat dengan kematiannya sangatlah penting dan merupakan hal yang sangat bermakna, membuat kami belajar kelak dalam mendampingin orang yang sudah dekat dengan kematiannya kami patut mencontoh ibu Aya.
    2. Ibu aya selalu memberi semangat dan dukungan pada Aya agar tetap tegar dan semangat berjuang melawan sakitnya.
    3. Ibu Aya yang tegar penuh cinta dan sabar dalam mendampingi setiap detik dan waktu yang Aya habiskan.
    4. Ibu Aya yang semangat dan terus berusaha melakukan upaya apa saja demi kelangsungan hidup Aya.

    Apabila kisah Aya Chan dilihat dari 5 perspektif arti sakit, yaitu :
    1) Keadaan Aya yang mengalami serangkaian gannguan fisik dan menyebabkan timbulnya rasa tidak nyaman
    2) Aya menderita penyakit kronis atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja atau kegiatan menjadi terganggu
    3) Sakit yang diderita Aya merupakan berkah dan bukti kasih sayang Tuhan kepada dirinya karena rasa sakit adalah alaram yang mengingatkan tubuhnya memerlukan istirahat.
    4) Aya mengalami keadaan badan yang kurang menyenangkan, bahkan dirasakan sebagai siksaan sehingga menyebabkan tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.
    5) Aya mengalami gangguan atau kehilangan fungsi sehingga ia tidak cakap, tidak mampu bahkan mati

  17. novi & nisa said

    SAKIT : (diambil pada tanggal 2 Februari 2009)
    Menurut Bauman (1965) sakit adalah GANGGUAN DALAM FUNGSI NORMAL INDIVIDU SEBAGAI TOTALITAS TERMASUK KEADAAN ORGANISME SEBAGAI SISTEM BIOLOGIS DAN PENYESUAIAN SOSIALNYA.
    http://perpus-akmr.blog.co.uk/2008/04/28/konsep-sehat-sakit-4103747/

    Sakit adalah gangguan dalam fungsi normal individu sebagai totalitas termasuk keadaan organisme sebagai sistem biologis dan penyesuaian sosialnya (Pemons: 1982).

    Sakit (illness) adalah gangguan psikososial yang dirasakan manusia (Sudibyo. S: 1996).

    Analisa film “I Liter of Tears” :
    Dari kisah Aya Chan, kami belajar bahwa:
    1. Hidup adalah sebuah anugrah, dalam keadaan sehat maupun sakit harus tetap disyukuri.
    2. Aya yang tegar dan tetap mengucap terima kasih ketika mendengar penyakit yang dideritanya dari dokter, menempakkan bahwa Aya begitu menghargai kejujuran dokter ia tidak berontak, hal ini membuat kami belajar untuk bersikap rendah hati.
    3. Semangat dan kekuatan Aya dalam berjuang untuk tetap hidup, mengingatkan kami bahwa tak ada gunanya hidup kami jika kami hanya bermalas-malasan dan tidak melakukan sesuatu yang berguna untuk diri kami dan orang lain.
    4. Dalam keadaan sakit Aya masih tetap produktif memberi cinta dan menerima cinta, membuat kami menyadari bahwa selama ini kadang kami egois karena hanya mau menerima cinta tanpa mau memberi cinta.
    5. Aya menganggap sakit yang dideritanya adalah istimewa, megingatkan kami bahwa selama ini jika kami sakit kami selalu mengeluh dan merasa bahwa sakit adalah siksaan dan penderitaan.
    6. Meskipun sudah meninggal dia dapat memberikan semangat kepada orang-orang yang masih hidup lewat tulisannya.

    Dari ibu Aya Chan, saya belajar bahwa :
    1. Mendampingi orang yang sudah dekat dengan kematiannya sangatlah penting dan merupakan hal yang sangat bermakna, membuat kami belajar kelak dalam mendampingin orang yang sudah dekat dengan kematiannya kami patut mencontoh ibu Aya.
    2. Ibu aya selalu memberi semangat dan dukungan pada Aya agar tetap tegar dan semangat berjuang melawan sakitnya.
    3. Ibu Aya yang tegar penuh cinta dan sabar dalam mendampingi setiap detik dan waktu yang Aya habiskan.
    4. Ibu Aya yang semangat dan terus berusaha melakukan upaya apa saja demi kelangsungan hidup Aya.

    Apabila kisah Aya Chan dilihat dari 5 perspektif arti sakit, yaitu :
    1) Keadaan Aya yang mengalami serangkaian gannguan fisik dan menyebabkan timbulnya rasa tidak nyaman
    2) Aya menderita penyakit kronis atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja atau kegiatan menjadi terganggu
    3) Sakit yang diderita Aya merupakan berkah dan bukti kasih sayang Tuhan kepada dirinya karena rasa sakit adalah alaram yang mengingatkan tubuhnya memerlukan istirahat.
    4) Aya mengalami keadaan badan yang kurang menyenangkan, bahkan dirasakan sebagai siksaan sehingga menyebabkan tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.
    5) Aya mengalami gangguan atau kehilangan fungsi sehingga ia tidak cakap, tidak mampu bahkan mati

  18. Agnes & Ida said

    Kelima pengertian sakit yang sudah diungkapkan oleh teman-teman (Vidi, Tio, Monic, Maya, Rosa)menurut kami mewakili pengertian sakit secara berurutan. Dimulai dari adanya gangguan fisik yang menyebabkan tidak mampunya melakukan aktivitas sehari-hari sampai akhirnya penyakit tersebut kronis sehinggga fungsi organ tidak dapat dijalankan yang akhirnya mampu menyebabkan kematian, dari situ kita jadi paham akan pentingnya kesehatan.

    Dari pemahaman kami mengenai apa itu sakit, dan melihat film “I Liter of Tears”, kami belajar bahwa apapun yang menimpa kami entah itu sakit ataupun masalah hendaknya bisa disikapi dan diterima dengan ikhlas. Hal tersebut akan mendorong seseorang untuk bangkit dan tidak mudah putus asa, karena yang membuat diri kita menjadi lebih baik kuncinya ada pada diri kita sendiri. Aya mengajari kami memahami betapa berharganya hidup, dimana butuh perjuangan dan kerendahan hati. Sesulit apapun yang menimpa kita hendaknya dimaknai sebagai sebuah anugrah, dimana kita bisa belajar menghargai diri kita sendiri dan disekeliling kita. Ibu Aya juga memberikan sesuatu yang sangat indah berupa kasih, kesetiaan, cinta, dan kesabaran. Adakalanya mendampingi seseorang terlebih-lebih orang yang sangat menderita merupakan suatu penyiksaan batin. Dimana kita harus rela mengorbankan banyak hal demi orang lain, dan itu tidak mudah. Tetapi merupakan suatu kebahagiaan apabila yang kita lakukan tersebut memberikan pengharapan baru bagi orang yang kita dampingi.

  19. Agnes & Ida said

    Kematian menurut ilmu kedokteran merupakan tidak berfungsinya organ tertentu dari tubuh manusia, seperti berhentinya pernafasan, matinya jaringan otak, tidak berdenyutnya jantung, serta adanya pembusukan pada jaringan tertentu oleh bakteri-bakteri(dr. H. Tabrani Rab)
    Menurut Yohanes Calvin Kematian adalah perpisahan antara jiwa dan tubuh. Secara Filosofis kematian merupakan pelengkap pengertian akan historisitas manusia, ada awal ada akhir. Kematian merupakan penyelesaian sejarah manusia yang hakiki. Menurut hakekatnya manusia berjalan menuju kematian. Karena itu kematian merupakan unsur instrinsik pada sejarah hidup manusia. Kematian tidak dipandang sebagai suatu malapetaka atau sebagai hukuman, ataupun sebagai penghapus atau pemotong hidup manusia. Dengan kematian manusia justru menabung sejarah dan waktu.

    Bagi kami mati sesungguhnya masalah yang sudah pasti terjadi, akan tetapi tidak pernah diketahui dengan tepat kapan saatnya terjadi. Sejalan perkembangan ilmu pengetahuan, pengertian kematian mengalami perkembangan, sehingga membantu kami untuk bisa memaknainya. Dalam arti bahwa kematian mampu mengalahkan egoime dan kesombongan, keinginan untuk berkuasa dan mendominasi. Sehingga kematian mampu mengundang kita untuk bersikap toleran dalam berhadapan dengan orang lain.
    (Sumber:http://www.sabdaspace.org/kematian.)

  20. wicha&monic said

    menurut kami, kisah aya banyak memberikan inspirasi bagi orang-orang yang mengalami sakit yang tidak kunjung sembuh. karena walaupun sakit tetapi aya tetap dapat memiliki semangat hidup yang tinggi dan tidak pernah mengeluh atas penderitaanya tersebut, bahkan di sisa hidupnya dan keterbatasan yang dimilikinya, aya masih dapat menghasilkan sesuatu yang berguna buat semua orang.
    jika dilihat dari kelima perspektif yang ada, semuanya saling berhubungan. dimana awalnya aya masih mengalami sakit yang membuatnya tidak nyaman kemudian mulai menganggu aktivitas sehari-harinya. tetapi setelah aya mengetahui penyakitnya tersebut dia tidak menyesali dan tidak membuatnya putus asa bahkan aya mensyukuri semua yang dia alami saat ini. tetapi karena penyakitnya tersebut tidak ada obat penyembuhannya maka lama kelamaan semua fungsi organ aya tidak berfungsi. aya tidak mampu untuk melakukan semua aktivitasnya hingga pada puncaknya aya harus merelakan hidupnya untuk dipanggil Yang Maha Kuasa.
    kematian yang dialami aya secara fisik, memang badannya hancur menyatu menjadi tanah. tetapi semangat yang dimiliki aya dan karya-karyanya tetap hidup di hati kita semua.

  21. dian said

    dari kisah Aya Chan, banyak nilai dan makna yang terkandung dari kisah tersebut. dalam cerita tersebut dikisahkan tentang seorang anak manusia yang sedang mengalami suatu ujian dalam kehidupan dan ujian seberapa besar ia meyakini akan Allah dan iman kepercayaannya pada kuasa Allah.
    pada cerita yang ada dikisahkan bahwa Aya sedang mengalami situasi dimana ia pada awalnya sedang mengalami sakit secara fisik yang disebabkan karena ia menderita suatu penyakit yang sangat parah, yang lebih buruk adalah bahwa penyakit tersebut belum dan bahkan tidak ada obatnya.namun dari penyakit secara fisik yang diderita aya membawa dampak lain pada setiap sisi kehidupannya sehingga berpengaruh secara psikologis juga pada diri aya.
    yang saya lihat pada situasi awal ia mengetahui bahwa ia menderita penyakit ganas adalah suatu tahap “penyangkalan” hal ini terlihat dari tetesan air mata yang ia curahkan setelah mendengar vonis dari dokter. entah apa yang ia fikirkan saat itu, saya memikirkan dan menggambarkan situasi diri aya yaitu bahwa ia sedang mengalami perasaan terkejut tentang apa yang sedang dialaminya dan mungkin ia juga berfikir mengapa harus dia yang harus menanggung penderitaan dan mengidap penyakit aneh yang bahkan belum ada obatnya.
    sakit yang diderita oleh aya adalah suatu gambaran keseluruhan tentang apa sebenarnya “sakit” itu. “sakit” dapat diartikan ketika seseorang mengalami ketidak berdayaan dalam dirinya karena organ yang ada dalam tubuhnya tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. dalam keadaan sakit seseorang mengalami posisi ketergantungan dengan keberadaan orang lain, karena dalam menjalankan setiap aktifitasnya harus dengan bantuan dan pendampingan dari orang lain. selanjutnya setelah melalui beberapa tahap pergolakan yang dialami oleh orang sakit maka sampailah pada tahap suatu situasi kepasrahan, kepasrahan atas apa yang terjadi pada dirinya dan menyerahkan segala kehidupannya pada yang Maha Kuasa.
    dalam kisah yang dialami oleh Aya, Aya menganggap dan berpendapat bahkan merasakan bahwa sakit yang ia derita adalah suatu bentuk anugerah dari Allah untuknya. hal ini dapat dilihat dari bagaimana Aya menjalani kehidupannnya sehari-hari, menikmati pengalaman-pangalaman yang ia rasakan dalam keterbatasannya sebagai seorang yang sedang menderita sakit dengan penuh rasa syukur tanpa pernah terlihat menyesali apa yang terjadi pada dirinya.
    peran semua anggota keluarga sebagai motivator dan pendamping yang setia bagi ana sangatlah penting keberadaannya. dengan penuh kasih semua orang terdekatnya dengan setia dan tulus mau membantu dan mendampingi apapun kondisi yang sedang dijalani oleh ana, baik dalam rintihan maupun tawa yang terselip dari sekian penderitaan yang sedang dialami oleh ana.
    dalam situasi ini terselip makna bahwa keluarga adalah hal yang sangat berharga dalam kehidupan kita.
    dalam situasi kepasrahan menjalani sisa kehidupannya saya melihat perjuangan ana yang bagitu indah. dengan kekuatan tangannya yang tak lagi berfungsi dengan baik ia mampu dan selalu berusaha untuk dapat menuliskan kisah hidupnya dalam lembaran-lembaran kertas berdasarkan dari apa yang dirasakan dan dialaminya selama menjalankan masa-masa sulit melewati penyakit yang sedang menggerogotinya. pada akhirnya kumpulan tulisan-tulisannya dijadikan sebuah buku karya terakhir Aya Chan yang mampu menghidupkan semangat setiap orang yang mambacanya.dengan kelemahannya ia mampu menguatkan orang melalui tulisan-tulisannya yang indah.
    dan dengan kata akhir yang saya dapat simpulkan adalah jangan pernah menyerah dalam segala situasi bahkan sakit sekalipun, dan banyak hal yang dapat dilakukan untuk memperjuangkan kehidupan bahkan dalam waktu singkat sisa waktu kehidupan kita. melakukan sesuatu hal yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain akan membuat kehidupan kita lebih bermakna dari pada kita hanya menyesali atas apa yang sedang kita alami baik dalam penderitaan maupun rasa sakit.

  22. Marsel said

    ARTI SAKIT
    Konsep sakit dan sehat sangat sulit untuk diartikan meskipun kita sendiri bisa merasakan dan mengamati orang yang mengalami sakit. Pemahaman dan pengertian orang terhadap konsep sakit sangat dipengaruhi oleh faktor subyektif dan kultural. Menurut Latipun & Moeljono dalam buku Kesehatan Mental (1999 : 5), mengatakan bahwa konsep sakit dibagi menjadi tiga, yaitu disease yang berdimensi biologis, illness yang berdimensi psikologis, dan sickness berdimensi sosiologis.
    Disease berarti suatu penyimpangan atau terganggunya fungsi fisik yang simtomnya bisa diketahui melalui diaknosis. Penyakit ini berdimensi biologis dan obyektif. Penyakit ini bisa dialami oleh semua orang dan tetap ada tanpa dipengaruhi oleh keyakinan orang atau mesyarakat terhadapnya.
    Illness, sakit ini bersifat individual. Konsep sakit ini berdimensi psikologis yang menunjuk pada perasaan, persepsi, atau pengalaman subyektif seseorang tentang ketidaksehatannya atau keadaan tubuh yang dirasa tidak enak.
    Sedangkan Sickness adalah kosep sakit secara sosiologis, yaitu suatu penerimaan secara sosial terhadap seseorang sebagai orang yang sedang mengalami sakit. Dalam keadaan sickness, orang dibenarkan melepaskan tanggung jawab, peran, atau kebiasaan-kebiasaan tertentu yang dilakukan saat sehat karena mengalami sakit.
    Pelajaran berharga.
    Setelah saya menonton dan menghayati film Aya chan, saya menjadi sadar bahwa bersyukur itu adalah hal yang sangat penting dalam hidup. Karena dengan bersyukur seseorang akan merasa puas dengan apa yang telah dimilikinya dan merasa bahagia dalam hidup. Dalam buku The Secret, Rhonda Byrne mengatakan. “Jalan pintas ke segala sesuatu yang kita inginkan dalam hidup adalah MENJEDI dan MERASA BAHAGIA sekarang juga. Pertanyaan sekarang adalah, bagaimana kita bisa merasa puas dan bahagia dalam hidup jika kita tidak pernah barsyukur dengan apa yang telah kita miliki saat ini? Saya mengagumi Aya Chan karena dia sangat menghargai hidup, dan memiliki rasa syukur yang besar terhadap hidupnya. Dia bersyukur atas hidupnya walaupun singkat, Dia bersyukur memiliki ibu yang setia dan menyayanginya, Dia bersyukur memiliki teman-teman yang peduli padanya, bibi penjual roti yang baik, dan memiliki dokter yang selalu menyemangatinya. Rasa syukur yang besar dalam dirinya terhadap hidup tergambar pada kata “terima kasih” yang dia tuliskan dengan susah payah pada akhir cerita hidupnya.

  23. hendra said

    Kematian adalah penghentian seluruh pengalaman manusia didunia. Kematian menyebabkan berakhirnya sejarah hidup manusia didunia ini. Bisa dikatakan bahwa sejarah hidup manusia sebenarnya menuju pada kematian. Jadi, kematian itu merupakan hal yang alamiah dan kodrati. Kodrat manusia adalah hidup menuju kematian. Karena merupakan kejadian alamiah dan kodrati, maka kematian tidak dapat dikatakan sebagai malapetaka atau hukuman. Kita hanya bisa menerima kematian itu. Kita semua pasti akan mati.
    Kematian memberikan pemahaman pada kita bahwa hidup bermula dari suatu kebaikan. Ketika kita lahir, kita berutang pada kebaikan orang tua dan orang lain. Nanti ketika kita mati lagi-lagi kita harus bergantung pada kebaikan orang lain. Kita didoakan, dibuat upacara oleh orang lain.

  24. Sanitoh said

    Berdasarkan kisah Aya
    1. Sakit berarti keadaan badan yang kurang menyenangkan, bahkan dirasakan sebagai siksaan sehingga menyebabkan tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.

    2. Sakit berarti adanya gangguan atau kehilangan fungsi sehingga seseorang menjadi tidak senang, tidak cakap, tidak mampu dan bahkan mati.

    3.Sakit berarti berkah dan bukti kasih sayang Tuhan kepada dirinya karena rasa sakit adalah alaram yang mengingatkan tubuhnya memerlukan istirahat.

  25. hendra said

    Hidup ini sungguh ironis. Manusia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, tetapi begitu ia dilahirkan, mencintai hidup dan kehidupannya, ia malah harus berhadapan dengan realitas yang sangat menyakitkan, yaitu kematian. Manusia tidak pernah meminta kematian,tetapi ia harus menghadapi kematian itu, sama seperti ketika ia dilahirkan. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, tetapi ia harus menghadapi kelahiran dirinya sendiri.

  26. Edy said

    Kisah hidup Aya Chan sudah menggambarkan pengertian sakit berdasarkan kelima pernyataan teman-teman sebelumnya. Saya hanya menambahkan pemahaman tentang sakit berdasarkan tinjauan pustaka. Pengertian sakit dipahami sebagai perasaan tidak nyaman pada tubuh atau bagian tubuh. Penderitaan atau menderita sesuatu yang mendatangkan rasa tidak nyaman pada tubuh atau bagian tubuh, karena alat-alat pada tubuh /bagian tubuh terganggu hingga tidak dapat bekerja sebagai mana mestinya( W.J.S. Poerwadarminta. Kamus umum bahasa Indonesia).
    selain itu sakit diartikan juga secara berbeda oleh berbagai pihak a.l.
    1. Arti kematian (A. Heuken, SJ. Ensiklopedia gereja)
    Kematian adalah kenyataan paling penting dalam kehidupan seseorang. Sebab, kematian merupakan peralihan dari keadaan fana di dunia ini ke keadaan pasti di akhirat sebagai keselamatan atau kegagalan abadi. Penentuan pasti tentang saat kematian klinis (jasmani) adalah penting untuk menilai moralitas pengambilan organ-organ vital seperti jantung, ginjal dan hati untuk pasien lain (lih. Etika kedokteran).
    2. Dalam kitab suci perjanjian lama, kematian termasuk kodrat manusia, tetapi dimengerti juga sebagai akibat dosa (bdk kej, bab 2 dan 3; kel 2,23dst.), pencipta yang memberi kehidupan menariknya kembali, sehingga seluruh manusia mati. Arwah-arwah orang mati menunggu dalam. sheol, semacam alam bayangan. Surat-Surat Santo Paulus menerangkan kematian, kematian sebagai akibat dosa (bdk. A.l. Rom 5, 12;. Kristus, Allah-manusia, yang wafat dan bangkit, mengalahkan kematian kita: karena Adam pertama maut masuk ke dunia ini, demikian halnya karena Adam kedua, yaitu Kristus, kekuasaan maut dipatahkan.
    3. Dalam ajaran gereja, kematian manusia diuraikan sebagai akibat dan hukuman dosa (GD 18). Keadaan rohani manusia pada saat kematian menentukan keadaannya untuk selamanya. Maka, mempersiapkan diri selama hidup supaya meninggal dalam keadaan berahmat dan bukan dalam keadaan berdosa berat adalah sangat penting. Gereja mendoakan orang beriman yang menghadapi ajalnya dan menguatkan mereka dengan sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit.
    semoga uraian di atas semakin menambah pemahaman tentang sakit, terima kasih….!!!

  27. Putri dan Rose said

    arti kematian adalah saat manusia dihidupkan pada puncak kehidupan.Seluruh kebebasan idealisme waktu dan ruang materi dan spiriyualitas lebur menyatu dalam kematian.
    Belajar dari Aya Chan: memampukan kami untuk memaknai kehidupan dengan berbagi pada sesama dengan berbagi dapat mempersiapkan kematian jadi meskipun raga telah mati tetapi spirit selalu dihidupkan di hati banyak orang.Jadi, kematian tidak menjadikan kita orang yang sia-sia.Semua anugerah yg diberikan Tuhan pada kita baik melaui sakit atau kematian kalau diterima dg tulus dan ikhlas maka akan semakin merasakan kasih sayang dari Allah sendiri.

  28. Mas Bayu said

    Sakit adalah suatu keadaan badan yang kurang menyenangkan, bahkan dirasakan sebagai siksaan sehingga menyebabkan seseorang tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti halnya orang sehat (Profil pengobat Tradisional di Indonesia). http://www.kalbe.co.id/files/cdk/14_149_Sehatsakit.pdf/14_14

    Apabila lima perspektif sakit diurutkan (dalam film Aya chan)adalah sebagai berikut:
    1.Sakit merupakan berkah dan bukti kasih sayang Tuhan kepada diri kita.Aya chan tetap mensyukuri sakit yang dia alami, walaupun masa-masa remaja dia terenggut.
    2.Sakit adalah keadaan individu yang mengalami serangkaian gannguan fisik dan menyebabkan timbulnya rasa tidak nyaman.Aya chan merasakan sakit karena beberapa tubuhnya tidak berfungsi semestinya.
    3.Sakit berarti suatu keadaan badan yang kurang menyenangkan, bahkan dirasakan sebagai siksaan sehingga menyebabkan seseorang tidak dapat menjalankan aktivtas sehari-hari.Aya chan mengalami masa-masa dia mempertanyakan ‘buat apa aku hidup?’.Hal ini dikarenakan dia sampai pada tahap bahwa sakitnya merupakan siksaan.
    4.Sakit berarti menderita penyakit kronis atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja atau kegiatan menjadi terganggu.
    5.Sakit berarti adanya gangguan atau kehilangan fungsi sehingga seseorang menjadi tidak senang, tidak cakap, tidak mampu bahkan mati.

    KEMATIAN
    arti kematian adalah suatu realitas yang dialami oleh semua manusia. Siapa pun manusia harus berziarah menuju kematian. Hal ini disebut sebagai misteri karena semua orang tidak tahu kapan menuju kematian.

  29. Tyo&Rossa said

    Kematian disebut misteri karena manusia tidak punya pilihan. Fakta kematian memiliki sifat positif, yakni kehidupan bentuk lain. Kematian sudah menjadi “proyek” manusia selama aktualisasi diri.
    Menghadapi fakta kematian, manusia tidak bisa melakukan hal lain kecuali harus berpengharapan sesuai dengan dinamika akal-kodratinya sendiri. Dengan demikian, mungkin manusia lalu jadi berani menerima misteri kematian itu seorang diri (kematian bersifat absolut individual), tanpa protes mengapa harus mati, tanpa putus asa bakal jatuh dalam kehampaan, tapi berkat pengharapan itu manusia yakin tidak akan lenyap-berhenti-selesai melainkan akan sampai ke “waktu/tempat” tiap individu menjumpai kristalisasi dirinya dan mengalami kesatuan/ persatuan dengan semua korelasinya termasuk relasi/dialog dengan Sang Mahacinta, untuk “selama-lamanya” (Murbandono)
    http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/2001/04/09/0010.html

  30. Dessy Kristina said

    Angankan apa yang engkau ingin angankan…
    Pergilah kemana engkau ingin pergi…
    Jadilah seperti yang engkau kehendaki.
    Sebab hidup hanya satu kali dan engkau hanya memiliki satu kesempatan untuk melakukan segala hal yang engkau ingin lakukan.

    Ketika engkau dilahirkan, engkau menangis sementara semua orang di sekelilingmu tersenyum. Jalani hidupmu sedemikian rupa, hingga pada akhirnya engkaulah satu-satunya yang tersenyum sementara semua orang di sekelilingmu menangis.
    Jangan hitung tahun-tahun yang lewat, hitunglah saat-saat yang indah.
    HIDUP TIDAK DIUKUR DENGAN BANYAKNYA NAPAS YANG KITA HIRUP melainkan DENGAN SAAT-SAAT DIMANA KITA MENARIK NAPAS BAHAGIA.

  31. Petry said

    Sakit adalah suatu keadaan tidak menyenangkan yang dialami oleh tubuh kita yang menyebabkan kita tidak dapat beraktivitas dengan baik. Sakit juga merupakan alarm yang diberikan Tuhan kepada kita sebagai tanda kepada kita untuk memperhatikan tubuh kita/memberi kesempatan kepada tubuh kita untuk beristirahat.
    Kematian adalah hal yang tidak bisa kita hindari. Ada waktu untuk hidup dan ada waktu untuk mati. Hidup dan mati adalah kehendak Tuhan yang harus kita terima. Kematian menandakan bahwa tugas kita mewartakan kerajaan Allah di dunia sudah berakhir.

  32. Yudha aja said

    Maaf baru berkomentar di sini saat sekarang..
    Oke, saya setuju dengan yang diungkapkan selus bahwa konsep “sakit” dalam bahasa kita (bahasa Indonesia) terkait dalam tiga konsep dalam bahasa Inggris, yaitu disease, illness dan sickness. Ketiga istilah ini mencerminkan bahwa kata “sakit” mengandung tiga pengertian yang berdimensi biopsikososial. Secara khusus, disease berdimensi biologis, illness berdimensi psikologis, dan sickness berdimensi sosiologis (Calhoun, dkk, 1994).
    Disease berarti suatu penyimpangan yang simptonnya diketahui melalui diagnosis. Penyakit berdimensi biologis dan objektif. Penyakit ini bersifat independen terhadap pertimbangan-pertimbangan psikososial, dia tetap ada tanpa dipengaruhi keyakinan orang atau masyarakat terhadapnya. Tumor, influenza dan AIDS adalah suatu penyakit. Simptomnya dapat dikenali dari suatu diagnosis, baik dengan menggunakan indera atau menggunakan alat-alat bantu tertentu dalam suatu diagnosis.
    Ilness adalah konsep psikologis yang menunjuk pada perasaan, persepsi, atau pengalaman subjektif seseorang tentang ketidaksehatannya atau keadaan tubuh yang dirasa tidak enak. Sebagai pengalaman subjektif, maka illness ini bersifat individual. Seseorang yang memiliki atau terjangkit suatu penyakit belum tentu dipersepsi atau dirasakan oleh seseorang tetapi oleh orang lain hal itu dapat dirasakan sakit.
    Sedangkan sickness merupakan konsep sosiologis yang bermakna sebagai penerimaan sosial terhadap seseorang sebagai orang yang mengalami kesakitan (illness atau disease). Dalam keadaan sickness ini orang dibenarkan melepaskan tanggung jawab, peran, atau kebiasaan-kebiasaan tertentu yang dilakukan saat sehat karena adanya ketidaksehatannya. Kesakitan dalam konsep sosiologis ini berkenaan dengan peran khusus yang dilakukan sehubungan dengan perasaan kesakitannya dan sekaligus memiliki tanggung jawab baru yaitu mencari kesembuhannya.

    Dalam kaitannya dengan Aya Chan dalam Film berjudul “One Liter of Tears” saya berpendapat bahwa sakit yang diderita Aya Chan bermakna biososial, dalam artian ini bahwa Aya Chan memang mengalami suatu “sakit” yang bermakna Biologis yang jelas terungkap dalam diagnosis dokter bahwa Aya menderita spinocerebellar ataksia, yaitu suatu kelainan genetik yang ditunjukkan dengan penurunan secara progresif ketidakberfungsian koordinasi gaya berjalan dan seringkali diasosiasikan dengan kelemahan koordinasi dari tangan, kemampuan berbicara dan gerakan mata..(http://en.wikipedia.org/wiki/Spinocerebellar_ataxia)
    Dari diagnosis dokter yang merawat Aya, kemudian muncul makna sakit dalam arti sosial (sickness), sehingga Aya “harus” keluar dari sekolah untuk menyelesaikan tugas atau tanggung jawab yang lain, yaitu mencari kesembuhan..
    Pelajaran yang membekas dari Film “1 Litre no Namida” dalam versi asli dari Jepang bagi saya adalah sikap pasrah yang ditujukan Aya terhadap sakitnya sekaligus berjuang menghadapi keterbatasan daya yang dimilikinya. Tidak mudah bagi seseorang untuk tetap tegar dan berusaha mandiri ketiga sedang berada dalam sakit.. Batas daya di sini merupakan suatu keadaan yang dapat disebut kritis, berada dalam ujung kontinum yang benar sakit, tidak berada dalam keadaan setengah-tengah.

    Berbicara tentang kematian, agama-agama yang ada di bumi ini masih mengikuti pengalaman masa lalu, ketika kematian dianggap seolah-oleh menyembunyikan kengerian di baliknya, sehingga perlu disembunyikan. Misalnya; pembersihan roh orang mati yang berguna agar tidak mengganggu kehidupan orang yang masih hidup; jenazah di make up untuk menutupi kebusukan badan karena kematian, sehingga seolah-olah masih hidup atau masih akan melanjutklan hidup; lagu-lagu penghiburan dilantunkan yang menandakan yang mati hanya pergi sebentar atau sebenarnya tidak mati, hanya melanjutkan kehidupan lain. Budaya kematian mendekatkan kita pada kenyataan kematian, agar membantu kita untuk tidak takut mati (seperti yang tersebut di atas), sebab kita semua memang akan mati, cepat atau lambat, sehingga kita akrab dengan situasi yang secara manusiawi menyedihkan, agar lebih ikhlas dan siap menerimanya. Kematian yang akrab atau yang diterima adalah kematian yang wajar, yang terjadi karena kehendak Allah sendiri, bukan karena dibuat-buat atau atas inisiatif manusia (contohya: aborsi, euthanasia, cloning, hukuman mati), dsb.
    Kematian merupakan sesuatu yang tidak terelakkan dalam kehidupan manusia sebagai mahluk hidup. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang tahu kapan ia mati dan apa yang terjadi setelah ia mati. Karena itu kematian dinyatakan sebagai suatu kepastian dalam hidup manusia sekaligus sebagai misteri dalam hidup manusia (menjawab pertanyaan di atas tentang kematian adalah misteri). Kematian merupakan kejadian universal yang mengena kepada setiap manusia, kejadian trans, apa saja. Artinya ia akan “menghampiri” siapa saja tanpa klasifikasi apapun juga. Oleh sebab kematian merupakan kejadian trans, yang dikenakan pada mahluk hidup, terlebih manusia, maka berbagai upaya dilakukan manusia agar memperpanjang usia, menghindari kematian sedapat mungkin, karena begitu menakutkan seolah-oleh suatu momok yang mengerikan sehingga kematian dianggap musuh. Contohnya seorang dokter yang berusaha menyelamatkan nyawa seseorang dan sedapat mungkin pasien tersebut tidak meninggal atau dijemput maut di tangannya (seperti dalam Film Romantis, “City of Angel”). Kematian tetaplah suatu misteri yang baru dan menjadi jelas ketika kita telah mengalaminya.
    Salah satu nilai edukatif yang dapat dipetik dari kematian adalah bahwa kematian menisbikan segala peran dan status sosial. Kematian mengajarkan kesamaan absolut semua manusia, karena semua mengalami maut yang sama yaitu kematian. Semua kembali kepada debu dan tanah.. Sesuatu yang berawal akan berakhir..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: